The Second Prince

The Second Prince
Kecemburuan


__ADS_3

Ketika tiba di villa, beruang ini langsung menarik perhatian dua anak kecil yang bermain di halaman luar, dua anak perempuan itu sedang memetik bunga dan ingin membuat pewarna dari sari bunga yang dihancurkan.


Ini adalah pemikiran polos dari Yongxi, mereka ingin membuat lukisan tapi menggunakan pewarna yang dibuat sendiri dari sari bunga


Dua anak itu kehabisan kelopak bunga sehingga mereka kembali memetik dihalaman luar karena disana juga ditanami banyak bunga dengan aneka warna.


"Ehh, Papa kau pulang? Xixi merindukan mu!" Yongxi berlari kearah Yi-Feng sebelum anak itu melompat masuk kedalam pelukan Yi-Feng


Tangan Yi-Feng tentu saja terbuka, ia menyambut Yongxi dengan tersenyum. "Papa hanya pergi sebentar, bagaimana kau bisa merindukan Papa?"


"Tidak tahu, aku hanya rindu... Papa meninggalkan ku ketika aku masih tidur, itulah kenapa aku tidak melihat Papa dan merindukan Papa," balas Yongxi dengan polos


Yi-Feng mencium pipi Yongxi yang memiliki lemak bayi dengan gemas, "Papa pergi dan menangkap beruang untuk Xixi, ayo kita lihat." ajak Yi-Feng


"Beruang? .. Xixi belum pernah melihat beruang. Papa, Xixi ingin melihatnya!" anak itu menjadi lebih bersemangat


Li-Fei datang dari belakang, anak itu berjalan dengan anggun namun dengan langkah yang cepat. Dia tiba disamping kedua kakaknya yang baru kembali entah dari mana


"Beruang? ..Feng Gege, kau benar-benar menangkap beruang?" tentu saja Li-Fei sangat terkejut


"Tentu saja, kau tidak percaya bukan? ..Ayo kita melihatnya, mereka membawanya dari gerbang samping" Yi-Feng membawa Yongxi dan Li-Fei ke halaman samping


Yi-Fang pada dasarnya pria yang tidak banyak bicara, jadi dia hanya melihat dari samping saja.


Li-Fei melirik Yongxi yang berada dalam gendongan Yi-Feng dengan iri, dia tidak pernah merasakan seperti apa rasanya digendong dalam pelukan kakak laki-laki sejak masih kecil, Tindakan paling intim yang pernah dirasa hanyalah kepalanya diusap oleh Yi-Feng ataupun Yi-Fang, tindakan Yi-Feng ini tentu saja membuat perasaan cemburu timbul dalam hati Li-Fei


Yi-Feng memang tidak melihat hal ini, namun tindakan kecil dari Li-Fei malah masuk kedalam penglihatan Yi-Fang yang mengikuti mereka dari belakang.


'Aiya, hati manusia memang tidak bisa ditebak '


Yi-Fang mempercepat langkahnya dan tanpa peringatan kaki Li-Fei tidak lagi menginjak tanah melainkan sudah berada dalam gendongan Yi-Fang.


Pantat Li-Fei berada diantara kedua tangan Yi-Fang, dia melingkarkan tangannya di leher Yi-Fang dan merasakan panas yang mulai menjalar di pipinya, "Yang Mulia, tolong turunkan saya, jangan memperlakukan saya seperti anak kecil lagi! ..Saya hampir berusia 10 tahun, tetapi anda malah menggendong saya seperti Yongxi. Jika orang lain melihat ini, itu akan sangat memalukan!" Protes Li-Fei

__ADS_1


"Sungguh? Aku pikir, 10 tahun masih anak kecil yang menangis akan ketika digertak olehku. Diam dan jangan protes lagi, kau pasti telah berlarian selamat setengah hari ini bukan? Biarkan aku, kakak pertama mu menggendong mu


Ternyata, adik perempuan ku yang kemarin masih bayi merah sekarang sudah berlari dan mulai memasuki usia remaja. Aiya... Apakah aku akan ditinggikan beberapa tahun lagi?"


Li-Fei dengan cepat menundukkan kepalanya untuk melihat wajah Yi-Fang, "Yang Mulia, Anda mengatakan bayi merah, apakah dulu saya juga digendong oleh Anda?"


Yi-Fang mengangguk, "saat kau masih bayi merah, kau langsung menangis saat masuk kedalam gendongan ku. Semua orang langsung menjadi panik saat itu, aku tidak berani lagi menggendong mu sejak saat itu karena takut kau akan menangis. Sekarang, kau semakin bertambah berat yah?" Tidak lupa bahkan Yi-Fang menggoda anak itu dan membuat Li-Fei memiliki pipi yang kembali merah


Li-Fei berkata dengan malu, "Kalau begitu, Yang Mulia bisa menurunkan ku. Aku bukan lagi bayi merah yang menangis dan sudah besar, jadi aku bisa berjalan sendiri dan tidak membuat mu lelah "


"Berapa berat badanmu? Aku bisa membawa zirah besi saat berlatih yang memiliki berat hingga puluhan kilogram dengan mudah, kau benar-benar sangat ringan untukku bawa," balas Yi-Fang sambil memukul pantat Li-Fei.


Ada alasan kenapa dia tidak menurunkan Li-Fei, ini karena jika dia melakukannya maka kecemburuan yang timbul dalam hati Li-Fei akan bertambah begitu melihat bahwa Yongxi tetap berada dalam gendongan adik kembarnya sampai tujuan.


Tanpa sadar, mereka telah tiba di gerbang samping. Disana ada beberapa pelayan pria yang menurunkan permainan kecil dari gerobak, sedangkan beruang masih berada diatas gerobak.


"Wah... Papa, apakah yang hitam dan besar itu Beruang?" Yongxi menggoyangkan kakinya dan meminta turun.


Yongxi berkeliling gerobak dengan mata yang terus tertuju pada beruang hitam yang tampak sangat ganas tersebut, lalu ada banyak pertanyaan yang dia ajukan karena rasa penasarannya.


Li-Fei yang mengetahui menu makanan enak yang dibuat dari daging beruang segera pamer, setidaknya dia mengetahui beberapa hal yang pantas untuk dibanggakan pada Yongxi.


Lu Yuanxi juga keluar dari halaman dalam untuk melihat beruang yang dikatakan oleh pelayan, dia berfikir bahwa beruang yang berhasil ditangkap memiliki ukuran yang kecil, namun ternyata tidak!


Beruang itu memiliki ukuran yang sangat besar, lalu mengetahui bahwa yang berhasil menaklukkan beruang tersebut adalah Yi-Feng, hati Lu Yuanxi semakin memanas.


Tatapannya tertuju pada Yi-Feng dan tersenyum, ia mengucapkan selamat sebelum akhirnya berbalik dan pergi ke halaman dalam lagi.


Ketika berbalik, dia segera menggerutu. 'Siap! Padahal aku sudah mengirim begitu banyak orang, bagaimana dia bisa selamat? ..Dasar sampah!'


Yi-Feng hanya melirik sekilas saja, namun tidak dengan Yi-Fang yang terus menatap Lu Yuanxi sampai pria itu menghilang dibalik tembok.


Anak-anak dibiarkan dihalaman samping dengan pelayan dan ksatria disana, Yongxi yang penasaran pergi menyentuh beruang dan bermain-main disana.

__ADS_1


Dua kaki, satu depan dan satu belakang dikirimkan ke Istana Xiang yang berada di ibukota sambil mengatakan pesan jika para putri dan pangeran akan kembali besok, hari ini mereka masih ingin bersenang-senang.


Lio-Guan yang mendapatkan kabar merasa sedih dalam hatinya, saat pagi hari tadi dia merasa khawatir yang datang tiba-tiba, sepertinya terjadi sesuatu pada salah satu putranya.


Lalu, begitu pengantar pesan memberikan surat yang ditulis oleh Yi-Fang, Lio-Guan merasa sedikit sedih dalam hatinya karena belum melihat putra keduanya, apa lagi Yi-Fang mengatakan juga bahwa ada penyerang yang terjadi namun bisa diatasi dengan cepat dan tuntas.


Yi-Fang juga menuliskan bahwa adiknya berhasil menaklukkan seekor beruang hitam yang besar dan ganas, dia telah menitipkan kaki beruang pada pengantar pesan tersebut.


Pada makan malam, ada daging beruang dimenu makan, itu dibuat dengan mewah. Lio-Guan makan dengan perasaan puas, putra keduanya sudah cukup kuat untuk bisa membunuh beruang


Namun tidak dengan Foodie tua yang menerima makan malamnya, "Aiya... bagaimana ini bisa tidak enak? apakah koki kita tidak lagi kompeten? Makanan yang mewah ini tidak begitu enak, aku ingin makan daging yang dibuat oleh cucu kedua ku!" pensiunan Kaisar dengan enggan memakan daging yang berada dimenu makan malamnya.


'Kelinci yang sangat umum saja memiliki rasa yang enak, bagaimana dengan beruang yang sulit didapatkan seperti ini? ..Oh cucuku, pulanglah cepat agar pria tua ini makan dengan puas, ah!' keluh pensiunan Kaisar dalam hati


Permaisuri yang menerima daging beruang sebagai makan malam nya merasa bangga dalam hatinya, 'kedua putraku tidak melupakan ibu mereka disini, ah! Mereka tetap mengingatkanku meski beruang merupakan hewan yang susah dibunuh. Anak-anak yang berbakti,' puji Permaisuri


Kedua Selir juga mendapatkan daging beruang di menu makanan mereka, Selir Mo sangat senang karena beruang ini dibunuh langsung oleh Pangeran Kekaisaran


Tidak dengan Selir Agung Lu yang hanya melirik daging tersebut, dia memberikan daging itu pada anjing kesayangan yang dia pelihara dan merasa jijik untuk memakannya.


Sedangkan Yi-Fang, ketika mereka kembali dan melewati anak-anak itu, dia segera menutup pintu dan melotot pada Yi-Feng yang kini menatapnya dengan bingung.


"Kakak, ada apa?" tanya Yi-Feng bingung


"Mayat di gunung, seseorang mengetahui kau pergi kesana?" ucap Yi-Fang


Yi-Feng mengangguk, "penyerang ini telah direncanakan. Seseorang ingin membunuhku karena merasa terancam."


"Siapa?"


"Orang yang sama, dia gagal membunuh mu dan merasa terancam jika rencananya telah diketahui oleh ku. Namun, aku kehilangan ingatan tapi dia tidak membiarkan ku lepas begitu saja, aku masih menjadi ancaman untuknya."


Mendengar penjelasan Yi-Feng, Yi-Fang teringat pada kejadian dimana dia diracuni. "Bajingan!!"

__ADS_1


__ADS_2