The Second Prince

The Second Prince
Ledakan amarah Yi-Feng [1]


__ADS_3

...Happy Reading.......


..._____________________________________________...


Yi-Fang tak bisa menahan dirinya lagi, sudah beberapa kali mencoba masakan buatan kembarannya, ia tak ragu saat Kue baru saja keluar dari Oven.


Saat kue masuk kedalam mulutnya, dengan harum, rasa dan tekstur yang begitu menggoda, siapa yang bisa menahannya?


Dua Pie pertama yang keluar dari oven segera ia rebut, lalu setelah Pie sudah tak mengeluarkan kepulan asap putih lagi, segera ia santap sebagai sarapan. Apa lagi dengan rekomendasi dari Yi-Feng, teh apel menemani Pie untuk sarapan keduanya.


Sisa adonan segera diselesaikan oleh empat pelayan dengan kerja sama dengan sang Kepala Koki.


Mereka juga tak lupa jika tujuan hari ini adalah rapat dengan para menteri dan pejabat untuk mendiskusikan tentang Desa Lin.


Alasan hari ini mereka begitu sibuk secara pribadi karena ingin Desa Lin masuk kedalam wilayah kerajaan Xian, pastinya akan ada Pro dan Kontra sehingga dengan membuat semua ini, para pejabat dan menteri akan mendukung keputusan Kaisar.


Tidak, lebih tepatnya keputusan yang dibuat oleh keempat pria berbeda generasi semalam.


Setelah berganti pakaian dengan yang lebih formal, kedua pangeran segera pergi ke Aula dimana singgasana berada.


Saat memasuki Aula, semua orang berbisik karena melihat Yi-Feng yang juga ikut andil hari ini. Tentunya terkejut karena baru pertama kali melihat Yi-Feng secara langsung di Aula hari ini, selain itu mereka hanya mendengar rumor jika Pangeran kedua Kekaisaran telah sembuh dari penyakitnya.


Ini karena rumor selalu mengatakan jika Pangeran Kekaisaran sedang sakit dan tak bisa meninggalkan Istana Bulan selama bertahun-tahun, ada pula yang mengatakan jika Pangeran sebenarnya telah meninggal sehingga tak menunjukkan diri didepan publik, dan ada banyak rumor lainnya yang sangat banyak beredarnya di sekitar istana dan masyarakat.

__ADS_1


"Rapat akan dimulai...!" Ucap pelayan pribadi Kaisar.


Setelah suara itu terdengar, semua orang yang sedang ribut menutup mulut mereka dengan tenang, menunggu Kaisar memulai rapat hari ini


"Tujuan rapat hari ini, tentu semua orang sudah mengetahuinya. Saya tak perlu menjelaskan lagi tentang hak ini....


Lalu, semalam Kaisar ini, Pensiunan Kaisar dan Putra Mahkota telah mendiskusikan tentang Desa Lin, kami sepakat agar Desa Lin masuk kedalam wilayah kerajaan kita.. Jika ada usulan, silahkan" ucap Kaisar, Lio Guan


"Baginda... Pejabat ini tak setuju dengan keputusan Baginda. Bagaimana bisa bukit dan gunung kita yang begitu subur di tukarkan dengan Desa Lin yang adalah desa terkutuk.. Baginda, mohon pertimbangkan keputusan Anda" seorang baru saja bicara adalah salah satu pejabat, Sensor Yang.


"Pejabat ini juga tak setuju Baginda, Mohon pertimbangan nya"


"Mohon pertimbangannya" Banyak yang menyuarakan ketidak setujuan ini.


Lio Guan mengangguk, "Silahkan!"


memperbolehkan Menteri Liu bertanya, ternyata masih ada yang ingin menanyakan pendapat Kaisar sendiri. Ini bagus


"Baginda, mengapa Baginda, Yang Mulia Pensiunan Kaisar dan Putra Mahkota, menyetujui agar Desa Lin masuk kedalam wilayah Kerajaan?" Tanya Menteri Liu dengan sopan.


"Karena mereka penghasil kentang dan Apel, mereka juga lemah sehingga membutuhkan Kerajaan kita untuk melindungi mereka. Ada pula, Putraku Pangeran kedua telah menemukan metode yang bisa membuat mereka bangun dari penderitaan." Ucap Lio Guan dengan bangga.


"Baginda... Pejabat ini juga tak setuju, bagaimana pun orang-orang dari sana adalah para sampah yang tak memiliki elemen, mereka tak layak kita selamatkan" Ucap Sensor Yang lagi, sepertinya dia benar-benar menantang keputusan ini. Apakah telah terjadi sesuatu sehingga orang ini terus menantang keputusan Kaisar?

__ADS_1


Dari waktu ke waktu, Yi-Feng hanya terus menonton dari sisi ayahnya, keningnya akan mengerut saat alasan yang diungkapkan oleh Sensor Yang semakin tak masuk akal


Apakah Hak Asasi Manusia belum diterapkan di negara ini?


"Apa maksud Anda, Pejabat?... Apa hanya karena mereka tak memiliki elemen dalam diri mereka sehingga disebut sampah dan tak boleh diselamatkan?" Sela Yi-Feng tak senang.


"Yang Mulia Pangeran Kedua, Anda mungkin tak mengetahui tentang hak ini, namun.. Desa Lin adalah tempat orang-orang terbuang, bahkan kerajaan mereka saja menolak untuk membantu mereka... Mereka layak untuk-"


Pangg!!


Gebrakan meja menghentikan Sensor Yang untuk bicara, semua orang juga terkejut dengan aksi dari Pangeran Kedua ini.


"Layak untuk mati?... Jadi maksudmu mereka tak layak berada di kerajaan ini?.. Siapa kau yang berani bertindak melewati batas, HUHH?!!" Emosi Yi-Feng benar-benar tak dapat dikontrol untuk saat ini karena dipancing oleh pria b3ngsek ini.


"Yi-Feng.. tenangkan dirimu."


"Yang Mulia, tenangkan diri anda."


Yi-Fang yang berada disampingnya tentu sangat kaget dengan nada saudaranya yang tiba-tiba meledak.


"Pejabat ini tak berani, Yang Mulia" pejabat Yang langsung bersujud karena ledakan amarah yang tiba-tiba ini. Dia tak takut pada Pangeran kedua, namun takut pada Kaisar dan Putra Mahkota. Tentu karena Yi-Feng yang adalah pangeran kedua merupakan anak emasnya Kaisar. Jika menyinggung Pangeran ini, maka sama saja dengan menyinggung Kaisar secara langsung. Ini sangat berbahaya bagi statusnya


Seluruh Aula tiba-tiba menjadi hening, mereka dapat melihat secara langsung jika yang mengambil tindakan untuk menenangkan lebih dulu untuk Pangeran kedua adalah Putra Mahkota. Ini berbahaya!

__ADS_1


__ADS_2