The Second Prince

The Second Prince
Membantu Reza


__ADS_3

Syuting berakhir pada malam hari, Azka masih harus pulang dan beristirahat. Dalam perjalanan kembali, dia tertidur diatas mobil, ia cukup kelelahan hari ini.


Yah, kebiasaan yang dulu ia nikmati dengan tenang, kini harus berubah setelah ia berpindah ke dunia yang berbeda ini.


Jika dulunya dia akan duduk dengan tenang ditemani oleh buku bacaan, maka sekarang dia akan duduk dengan suasana ribut dan membaca naskah drama. Dia harus bisa masuk kedalam karakter yang diperankan olehnya


Ini benar-benar tidak mudah baginya, namun ia harus merasa beruntung karena memiliki Reza disampingnya yang akan membantunya.


Oh, bahkan pemuda itu akan meneriaki Azka jika hanya terjadi kesalahan kecil, misalkan ekspresi tidak sesuai dengan emosi tokoh, ada kesalahan saat ia mengatakan sesuatu, tatapan mata yang tidak tajam atau lembut saat bicara, dan masih banyak lagi.


"Besok karena akhir pekan, jadwal syuting mu juga tidak ada. Namun, syuting diganti dengan pemotretan dan syuting iklan yang sudah kita sepakati seminggu yang lalu. Ini hanya iklan Mie instan dengan rasa terbaru dari Indonesia-Food," jelas Joan saat melihat Azka terbangun di tengah perjalanan.


Jarak antara rumah dan lokasi syuting sangat jauh, mereka menghabiskan waktu 3 jam perjalanan untuk pergi ke lokasi syuting atau sebaliknya saat kembali ke mansion keluarga Alexander.


Karena waktu akan habis dijalan, Joan menyewa apartemen yang dekat dilokasi, hanya di akhir pekan saja Azka akan pulang dan bertemu keluarga. Sama seperti hari ini


"Syuting iklan? .. Bukankah itu sama saja?" ucap Azka


"Tentu saja beda, kau akan syuting iklan dan bukan syuting film. Beda oke?" balas Joan tidak setuju


"Meskipun beda, namun tetap saja sama-sama syuting. Manager mu ini sangat aneh," ucap Reza


Azka mengangguk, "yah. Dia sangat aneh," ucapnya setuju


Joan menoleh kearah Azka, "siapa yang aneh?"


"Hantu yang aneh." balas Azka singkat


"Hantu?" Joan segera melirik ke sekelilingnya, namun mobil itu tak ada siapapun. "Apa benar-benar ada hantu disini?"


"Hmm, kau hantu nya." balas Azka, ia kembali menutup matanya dan tak mempedulikan Joan yang mengusap kedua tangannya dengan takut.


Melihat Joan yang ketakutan, Reza tiba-tiba memiliki ide.


Pemuda itu memanfaatkan kesempatan, karena Joan tak bisa melihatnya, dia mulai mengganggu pemuda itu.

__ADS_1


Pergi ke belakangnya, Reza meniupkan udara ke belakang telinga Joan beberapa kali.


Joan tiba-tiba merasakan udara dingin di belakang telinganya, ia segera menggosoknya. Namun, semakin ia merespon, semakin sering pula udara dingin itu terasa.


'Apa benar-benar ada hantu di mobil ini? Kenapa bulu badanku terangkat semua? .. Mengapa jadi merinding seperti ini?' . Joan menggosok tangannya lebih sering, tentu saja karena Reza terus mengganggu pemuda itu selama sisa perjalanan pulang.


Saat mobil memasuki pekarangan rumah yang luas, mobil itu melewati beberapa pohon hias di kedua sisi jalan, gerbang utama dan rumah berjarak 300 meter, tentu saja seseorang akan merasa sedikit lelah jika berjalan kaki dari gerbang sampai ke halaman rumah.


Yah, itu karena Mansion keluarga Alexander sangat luas dan mewah, memiliki gaya Eropa. Mansion ini lebih mirip kastil dari pada rumah biasa.


Jangan khawatir, tentu saja karena sang pemilik mansion bahkan tinggal diatas uang. Mereka tak kekurangan uang, mau itu Levi atau Axila, apa yang mereka lakukan selalu menghasilkan lembar-lembar uang.


Dalam rumah, mungkin hanya Azka saja yang penghasilannya nya paling sedikit dari mereka semua.


Sebenarnya tidak juga, uang yang ia hasilkan sendiri dari YouTube tidakkah sedikit, belum lagi dari ia mendapat endors dari beberapa brand dan lainnya. Ditambah dengan syuting film dan iklan, yah bisa dijumlahkan sendiri. Dalam sebulan, paling sedikit yang ia terima 300 Juta rupiah.


Belum lagi, uang jajan dari kakak perempuan dan kakak iparnya.. Uang bukanlah apa-apa bagi seorang Azka


Karena besok adalah akhir pekan, bukan berarti Azka bisa tidur semaunya.


Ini karena, dia telah membuat rencana dengan Reza. Pemuda itu ingin bicara dengan kakaknya, dan besok adalah hari yang pas.


Drutt... Drutt...Drutt!


Tiitt... Tiitt ..Tiitt!


Alarm di ponselnya berdering, bahkan jam weker di atas nakas juga ikut berdering.


Tangannya dengan lemah terangkat, menekan tombol off dan menghentikan ponselnya terus berbunyi. Namun tangan itu juga meraba-raba diatas nakas dan mencari jam weker yang terus berbunyi.


Setelah menemukannya, Azka menekan tombol yang berada di bagian atas jam. Ia kemudian melanjutkan tidurnya, tentu saja karena dia masih mengantuk dan merasa sangat lelah


"Bangun! ..Pemalas, ayo bangun! Dasar pemalas! Cepat bangun hei!" suara Reza terdengar di telinga nya


Azka menutup telinganya dengan bantal yang lain, namun tidak bisa menghentikan Reza untuk membangunkan nya.

__ADS_1


"Kau sudah berjanji padaku, cepat bangun!" Tak kehabisan akal, Reza naik keatas tempat tidurnya Azka dan menindih tubuh yang berada dibawah selimut itu.


Harus diketahui, jika seseorang ditindih oleh hantu, ia akan merasa sangat berat ditubuhnya,, dan tubuhnya tidak akan bisa bergerak serta akan merasa kram.


Hal itu, sama seperti yang dirasakannya Azka saat ini.


"Dasar gila! Cepat minggir, tubuhku kram!" omel Azka, tubuhnya tida bisa digerakkan saat ini, meskipun dia mau bergerak pun sangat sulit.


"Kau bangun juga? ..Ayo bangun pemalas. Kau sudah berjanji akan membantuku bicara dengan Kenzo, cepat bangun!" Reza malas memarahi Azka yang belum bangun.


"Baiklah-baiklah! Cepat menyingkir dari tubuhku! Kau sangat berat," balas Azka.


Reza akhirnya menyingkir dari gulungan selimut berisi Azka. Pemuda berwajah imut itu merenggangkan tubuhnya karena merasa sangat pegal


Dengan setengah tertidur, dia berjalan kearah kamar mandi dan menggosok gigi serta mencuci wajahnya dengan air dingin agar terasa lebih segar.


Namun sebenarnya ini mengganggu nya. Benar-benar sangat mengganggu, dia tidak bisa tidur lagi meskipun dia menginginkan nya.


'Reza sialan!' Namun karena dia telah berjanji pada pemuda itu, Azka tidak bisa melakukan apapun selain mengikuti ucapan nya dan menempati janji itu.


Disisi Reza, dia sangat bersemangat. Sudah dua tahun, meskipun dia akan terus bicara pada kakaknya, namun pria tampan itu tak pernah bisa mendengar setiap ocehannya.


Namun hari ini, dia akhirnya bisa bicara dengan kakaknya melalui Azka. Ini hari yang paling membahagiakan selama dua tahun terakhir ini.


Azka kembali kedalam kamarnya, mengganti pakaian tidurnya dengan baju dan celana yang lebih santai, dia menggunakan celana bola dan baju kaos polos lalu menggunakan salah satu sepatu yang berada dalam lemari, berjalan keluar dari kamar dengan perasaan jengkel.


Ini masih subuh, baru pukul 05:00 saat alarm nya berbunyi. Dan harus keluar kamar saat 10 menit kemudian


Azka melakukan pemanasan ringan sebelum berlari ringan keluar dari sekitar rumah, ia keluar dari gerbang utama dan berhenti di sekitar depan mansion keluarga Reza.


Dengan sengaja, pemuda dengan wajah imut itu melirik sebentar ke pekarangan sebelah, mencari-cari dimana pria yang menjadi kakak laki-laki Reza.


Tiba-tiba, suara Reza terdengar bersemangat.


"Dia datang! dia datang!" pekiknya dengan gembira

__ADS_1


Azka kemudian mengalihkan pandangannya, benar saja. Ia menemukan setitik bayangan hitam yang sedang berlari kecil keluar dari pekarangan mansion sebelah


Jantung Azka berdetak lebih cepat, dia merasa gugup. Oke?


__ADS_2