The Second Prince

The Second Prince
Otopsi?


__ADS_3

Kecurigaan Yi-Feng disimpan sebentar olehnya, dia bisa melakukan banyak hal untuk mengetahui siapa Nenek buyut Kekaisaran ini dimasa depan. Namun kecurigaan nya untuk saat ini, Nenek buyut Kekaisaran ini seharusnya merupakan seorang transmigrasi, sama seperti yang dia lakukan saat ini, atau yang dilakukan oleh kakak perempuan di zaman modern.


Sebelum memasuki ruang mayat, Yi-Feng mengeluarkan satu kotak masker medis. Ia mengambil tiga sekaligus, lalu menyemprotkan parfum aroma Vanilla pada masker bagian paling luar sebelum memakainya


Ia melakukan hal yang sama pada tiga orang lainnya, dan menyerahkan masker itu pada sisa penyelidik untuk dikenakan.


"Apa ini, Feng'er" tanya Yi-Fang penasaran


"Masker, ini berguna untuk melindungi Indera penciuman mu agar tak mencium bau mayat yang membusuk. Kenakan saja seperti ini, tenang saja, aku telah menyemprotkan parfum pada masker paling luar sehingga yang akan kau cium adalah aroma yang wangi dan bukan busuk." Yi-Feng kemudian mengambil masker itu lalu mengenakan nya pada Yi-Fang


Sisa orang tak lagi bertanya, mereka mengenakan masker sama seperti yang dilakukan oleh kedua Pangeran ini.


Ternyata memang benar, bau busuk didalam kamar mayat tak tercium dengan baik karena telah dihalangi oleh lapisan masker medis, meskipun masih sedikit tercium sebenarnya.


Namun, yang dimiliki oleh Yi-Feng dan tiga orang lainnya memiliki aroma parfum vanilla yang lembut, tak tercium bau mayat sedikitpun!


Yi-Fang mengakui jika benda yang digunakannya saat ini sangat ampuh!


Namun, dia juga penasaran dari mana adik kembarnya mendapatkan benda ini, kecurigaan kecil dalam hatinya kini semakin membesar. Dia meragukan alasan adik kembarnya beberapa hari lalu, pasti telah terjadi hal besar yang tidak dia ketahui.


Namun untuk saat ini, dia akan diam sebentar. Setelah urusan-urusan rumit ini selesai, dia akan bertanya pada adiknya ini.


Entah kenapa, terdapat rasa sakit dalam hatinya, terasa sedikit perih namun tak tahu apa yang menyebabkan nya seperti ini.


"Bisa aku memeriksa mayat?" tanya Yi-Feng.


"Memeriksa? .. Silahkan," balas Yi-Fang mengikuti sambil terus mengamati dari samping.


Kamar mayat merupakan bangunan 20 meter persegi, dindingnya lebih tebal dan ada lapisan es didalam sini sehingga membuat udara dingin seperti berada dalam musim dingin, namun ini memang berfungsi untuk lebih mengawetkan mayat-mayat didalamnya untuk penyelidikan. Ada pula beberapa jendela untuk membantu penerangan didalamnya.


"Buka dua jendela agar menyamarkan bau busuk ini," ucap Yi-Feng pada Yu-Cheng dan Zhou Yang.


"Baik, Yang Mulia." Balas keduanya patuh, setelah jendela dibuka maka angin berhembus sehingga menyamarkan bau busuk yang tersebar di ruangan ini.


Yi-Feng mengeluarkan satu kota putih dengan tanda + berwarna merah, setelah dibuka ternyata memang berisi apa yang dia inginkan.


Pemuda itu mengambil glove (Sarung tangan karet) lalu mendekat mayat yang identitasnya adalah seorang pria, namun ditutupi oleh kain putih dari ujung kepala hingga kakinya.


"Dia merupakan kepala keluarga dalam insiden ini," ucap Yi-Fang.


"Kepala keluarga? ..Lalu, apakah semua ini anggota keluarga nya?" Tanya Yi-Feng sambil menunjuk pada deretan mayat lainnya.

__ADS_1


"Kau benar. 8 orang lainnya merupakan anggota keluarga, sisanya 10 orang ini merupakan pelayan mereka." Balas Yi-Fang


"Apakah kematian mereka juga sama persis dengan para tuan?"


"Anda benar, Yang Mulia." Balas Penyelidik B


"Kalau begitu, aku akan melakukan pemeriksaan pada pelayan lebih dulu, agak tidak pantas jika memeriksa Kepala keluarga terlebih dulu." Ucap Yi-Feng meninggalkan mayat kepala keluarga.


Penyelidik B membawa Yi-Feng pada mayat pelayan pria yang bernasib sama.


Semua orang bingung, mengapa Pelayan lebih dulu dari pada Tuan? Sebenarnya, apa yang ingin dilakukan oleh Pangeran ini?


"Feng'er, sebenarnya apa yang ingin kau lakukan?" Tanya Yi-Fang mewakili semua orang.


"Diam dan lihat saja apa yang akan kulakukan. Jangan menghalangi ku, oke?" Balas Yi-Feng datar, dia sampai pada mayat pelayan laki-laki.


Saat penyelidik B membuka kain penutup hingga pinggang pria itu, lalu membiarkan Yi-Feng melakukan sisanya. Mereka menonton dari samping


Yi-Feng ketakutan saat melihat wajah korban ini, wajah pria itu sudah menyeramkan, ditambah dia telah meninggal selama 5 hari semakin terlihat menakutkan.


Wajahnya membengkak, matanya menonjol, ada darah dihidung dan mulutnya, anggota tubuhnya begitu tebal dan juga kulitnya berwarna kehijauan bercampur putih. Dia merasa takut sekarang, oke?


Pertama-tama, Yi-Feng mencari luka-luka disekitar mayat. Mungkin mendapatkan sesuatu dengan mata telanjang?


Dia harus akui, jika saat ini dia merasa gugup. Dia bukan seorang ahli forensik yang bisa mengetahui dengan melakukan otopsi, itulah kenapa dia merasa gugup.


Tangannya menyentuh bagian wajah korban, meraba dengan jarinya dengan teliti. Lalu berpindah pada leher, tepat dibagikan dua arteri mematikan namun tak merasakan apapun disana.


Berlanjut pada bagian tangan korban, namun hal yang sama terjadi juga. Berlanjut pada bagian dada dan perut, pemuda itu menekan perut beberapa kali sebelum berhenti.


Namun setelah dia mencarinya tanpa bantuan apapun selama 30 menit, ia tak menemukan hal yang spesial disana selain beberapa bekas luka di beberapa bagian tubuh akibat bekerja keras.


[Hyung, bisa kau membantuku?] Tanya Yi-Feng, berharap Louis bisa membantu


[Bocah bau! Sejak kapan aku mau menjadi Kakak mu? ... panggil Dewa ini 'Guru', jika tidak aku tak akan membantumu. Hmmpp!] Louis mendengus kesal didalam ruang Teratai, pria itu bersantai menonton drama kolosal China sambil makan buah dengan nyaman.


[Baiklah.. Guru yang baik hati dan tak sombong, bisakah kau membantuku, muridmu yang lemah ini?] Balas Yi-Feng pasrah, sifat angkuh Louis tak bisa dilawan, oke?


[Memangnya apa yang kau inginkan? ..Aku membantumu menemukan masalah dalam insiden kematian ini?] Ucap Louis yang menyimpan sebentar iPad dan sedikit mengalihkan perhatiannya pada bocah bau yang menjadi adik dari Tuannya.


[Yah, kau memang tahu segalanya.. Jadi, bisakah 'GURU' membantuku?] Ucap Yi-Feng dengan terpaksa.

__ADS_1


[Baiklah.. karena Dewa ini memiliki suasana hati yang baik maka, Dewa ini akan membantumu menemukan masalahnya.]


[Syukurlah.] Yi-Feng bernafas lega. [Lalu, apa yang harus kulakukan sekarang?]


[Periksa lagi dadanya, terdapat jarum beracun didalam jantungnya.]


'Jarum?' Yi-Feng terkejut, namun ia kembali melakukan hal yang sama pada bagian depan tubuh korban, lebih tepat di dada korban.


Tangannya menyusuri bagian dada dengan instruksi Louis, hingga pria itu mengatakan [Berhenti, jarumnya ada dibawah jari telunjuk dan tengahmu.]


"Disini," gumam Yi-Feng tanpa sengaja.


"Apa yang disini, Feng'er?" tanya Yi-Fang, karena sejak tadi dia terus mengamati adiknya seperti sedang mencari-cari sesuatu ditubuh korban.


"Terdapat sesuatu disini," balas Yi-Feng dengan mengangkat wajahnya dan menatap kearah kakak kembarnya sebentar.


"Sesuatu? ...Apa itu?" tanya semua orang penasaran


"Aku tak yakin, namun..kit Akana mengetahuinya sebentar lagi." balas Yi-Feng


[Sekarang, apa yang harus kulakukan?] tanya Yi-Feng pada Louis


[Pembedahan. Jarumnya berada satu senti dari permukaan kulit, kau bisa melihatnya bekasnya jika kau teliti. Bedah, lalu keluarkan jarumnya dari dalam sana dan perlihatkan pada mereka.] balas Louis, dia bisa melihat apa yang terjadi diluar sana dari pikiran Yi-Feng


[Guru, tolong bantu aku lagi disini. Aku merasa sangat gugup, ini pembedahan pertamaku pada manusia... Selama ini, kau tahu jika yang kulakukan hanya pada Ayam dan ikan yang biasanya kugunaka. untuk masak, bukan?] pinta Yi-Feng dengan memelas, dia tak berbohong oke?


Dia mungkin melakukan pembedahan, namun pada ayam dan Ikan yang biasanya digunakan untuk memasak makanan lezat.


Louis merasa tak berdaya, dia tahu perkembangan Yi-Feng sebagai Azka didunia modern, apa yang dilakukan oleh bocah bau ini, apa yang dia sukai, apa yang tak disukai, dan banyak hal yang dia ketahui.


[Baiklah... Aku membantumu, jangan kaget saat kedua tanganmu bergerak sendiri, oke? .. Biarkan saja, aku yang membantumu.] ucap Louis, dia menggunakan kekuatannya untuk bisa mengontrol kedua tangan Yi-Feng


Saat ini, kedua tangannya tiba-tiba terasa ringan. Sama seperti yang dikatakan oleh Louis, Yi-Feng membiarkan kedua tangannya bergerak sendiri sama seperti yang dikatakan oleh pria itu.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2