The Second Prince

The Second Prince
Tomat tidak ada? Peluang bisnis!


__ADS_3

Yu-Cheng dan beberapa ksatria yang menyamar sebagai orang biasa mengikuti Ayah dan anak ini, mereka merasa tak berdaya saat Yi-Feng menyeret mereka kearah tempat para pedagang yang menjual sayuran.


"Tuanku, apa yang akan Anda cari? Mari biarkan bawahan ini yang membelikan nya untuk Anda," ucap seorang ksatria


"Mentimun, tomat, telur dan beberapa bahan untuk membuat burger," balas Yi-Feng. Ia kembali memegang erat tangan Yongxi dan pergi kearah penjual yang memiliki mentimun, lalu pergi mengambil selada.


Para ksatria saat ini berubah menjadi keranjang belanja, mereka membawa beberapa keranjang kecil dimana barang-barang yang dibeli oleh Yi-Feng kini berada ditangan mereka, beruntung Yu-Cheng selalu siap sedia sehingga barang-barang ini masuk kedalam cincin ruang dengan perlahan.


Para ksatria merasa bersyukur, meskipun mereka memiliki Cincin ruang, namun jika Pangeran Kekaisaran menyuruh untuk memegang semua ini maka, tak ada pilihan lain. Tangan mereka harus penuh dengan sekeranjang sayuran, ah!


"Katakan, dimana aku bisa menemukan tomat? Mengapa sulit sekali menemukan tomat?" tanya Yi-Feng pada salah seorang ksatria


"Yang- Tuanku, saya juga tidak tahu tomat yang Anda maksud. Biarkan bawahan ini pergi dan menanyakan pada beberapa pedagang sayur, barangkali mereka memiliki nya." jawab ksatria itu


"Baiklah, pergi dan tanyakan. Usahakan agar kau menemukan nya, jika iya maka belilah beberapa keranjang kecil. Mengerti?" ucap Yi-Feng lalu ia berbalik pergi


Dia harus pergi ke toko daging lagi dan membeli daging sapi. Dizaman ini, sapi lebih disayang karena berguna untuk mengangkut orang-orang, sapi menarik kereta dan juga digunakan untuk membajak sawah dan kebun, jadilah sedikit orang yang menyembelih sapi untuk dikonsumsi. Inilah yang membuat harga daging sapi lebih mahal dari pada daging babi, namun burger lebih enak dengan daging sapi.


Lagi pula, bukankah dia seorang pangeran? Mengapa sedikit uang ini membebaninya?


Daging, sayuran dan kebutuhan lainnya memiliki lokasi yang terpisah, bahkan pasar hewan berada lebih jauh di pasar.


Disalah satu kios daging yang menjual daging sapi, pemuda itu menggendong Yongxi didepannya dengan satu tangan. "Berikan saya 10 kilogram daging, ini harus rasio tanpa lemak, oke?"


"Pelanggan yang terhormat, saya bodoh dan tidak tahu apa yang Anda maksud. 10 kilogram ini, berapa kati?" penjualan bertanya dengan canggung, kata-kata pelanggan ini membuatnya bingung. Lagi pula, apa itu 'kilogram?' Yang dia tahu adalah 'kati'


"Kati? Apa itu kati?" Yi-Feng bertanya dengan bingung pada Yu-Cheng disampingnya


"Yang mu- Tuanku, beberapa orang tidak tahu apa itu kilogram, mereka lebih sering menyebutnya dengan kati. Sebenarnya, 1 kati sama dengan 0,5 ons. Jadi, 1 kilogram sama dengan 2 kati," jelas Yu-Cheng dengan sabar


"Begitu? Aku paham." dia kemudian berbalik pada penjual, "aku ingin 20 kati daging tanpa lemak, ayo Siapkan untuk saya." ucapnya dengan lancar


"Baik, saya mengerti. Pelanggan yang terhormat, tolong tunggu sebentar, akan saya siapkan dengan cepat!" pria itu bersemangat, ia segera mengangkat pisaunya yang tebal dan mengkilap, lalu membilasnya dengan air dan lap yang bersih sebelum memotong beberapa bagian dari daging sapi didepannya, menimbang dengan cermat didepan pelanggan yang terlihat memiliki status ini.

__ADS_1


Yu-Cheng di belakang segera maju dan menerima daging sapi yang dimasukkan kedalam keranjang bambu, yang memiliki anyaman lebih rapat. Daging juga segera disimpan kedalam cincin ruang, sebelum akhirnya mereka pergi setelah membayar


Dua ksatria yang pergi mencari tomat kembali dengan penyesalan, tidak ada pedagang yang menjual tomat ini. Bahkan mereka tidak tahu apa tomat ini, apakah buah atau sayuran?


Setelah mendengarnya, Yi-Feng mengerutkan keningnya. 'Belum ada tomat? ... Apakah, tomat belum ditemukan di zaman ini? Tapi, bagaimana bisa?'


Meskipun begitu, dia adalah orang yang terlahir di zaman modern lalu berpindah ke zaman kuno ini. Dia tak tahu apapun tentang hal-hal yang masuk kedalam Kekaisaran, jika tidak ada tomat sekarang maka kemungkinannya Tomat memang belum dikembangkan di kekaisaran ini. Namun, bisa saja di kerajaan lain sudah ditemukan.


Kalau begitu, apakah dia harus meminta Ayah Kaisar untuk menurunkan perintah pada para pedagang yang berpergian ke luar negeri? Dan mencari tomat disana?


Lalu, apakah ada buah-buahan lain seperti stroberi, blueberry, Blackberry dan buah-buahan lain belum ada di kekaisaran ini?


Jika bisa, ini adalah peluang bisnis!


Yi-Feng tersenyum rendah, "tak apa. Ayo pergi, ini sudah cukup." Ucapnya


Mereka kemudian pergi berkeliling dan mencari restoran yang kemungkinan akan dijual, Lalu membelinya kemudian merenovasi dan membuka restoran baru.


Mereka berfikir; "Jika Pangeran Kekaisaran menggunakan statusnya untuk membeli toko, semua orang pasti akan datang dan menyerahkan dengan tangan terbuka. Namun, Yang Mulia adalah seorang berhati lembut, dia tak mau memaksa seseorang dengan statusnya, ay!"


....


Cuaca di luar panas, tentu saja karena mereka masih berada dalam musim.panas. Ini membuat Yi-Feng membawa Yongxi ke salah satu kedai teh yang berada tak jauh dari tempat nya.


Sesampainya di kedai teh, Yi-Feng melihat seluruh dekorasinya dan tata letak dari kedai teh ini.


Kedai teh ini sepertinya hampir bangkrut, banyak furniture yang telah dimakan usia, bangunannya juga tampak tua.


'Hah ... Sungguh kondisi yang mencemaskan'


Yi-Feng berfikir sebentar, bukankah dia ingin membuka restoran?


Meneliti lagi tempat ini, kedai teh ini terletak di posisi yang sangat strategis, lebar tanahnya juga lebih dari 30 meter, cukup besar untuk dibangun restoran dengan dua atau tiga lantai.

__ADS_1


Berjalan masuk, Yi-Feng melihat seorang pria yang cukup berumur duduk dengan teh didepannya, ada seorang pria muda yang menemani pria itu minum teh. Pemuda itu memiliki wajah yang cukup tampan, dan memiliki pakaian seadanya tetapi tidak bisa untuk menyembunyikan tubuhnya yang berotot.


"Ayo turun, kita minum teh disini sebentar." Ucapnya lembut pada Yongxi disampingnya


Anak itu turun dari gendongan ayah baptisnya, lalu duduk dengan manis.


Yu-Cheng dengan cepat juga memanggil pelayan, namun hanya agar tempat itu tenang saja.


Namun, pelayan tadi malah melihat kearah sepasang anak dan ayah yang sedang minum teh dimeja lain, tidak ada pelanggan selain orang-orang ini.


Apakah maksudnya, pria didepan nya menyuruh agar ayah dan anak di pojokan sana tidak membuat keributan? Entahlah.


Dia akan bertanya teh apa yang ingin diminum, namun mulutnya langsung kembali ditutup setelah melihat bahwa Yi-Feng melambaikan tangannya dan mengeluarkan peralatan minum teh, ada pula satu botol yang memiliki cairan, sepertinya itu teh?


Yah, Yi-Feng memang mengeluarkan teh apel miliknya. Akan lebih baik minum sesuatu yang manis dari pada pahit. Ingatlah, teh Tiongkok tidak memiliki gula didalamnya, hanya mengandalkan sedikit rasa manis dari daun teh, namun lebih didominasi oleh rasa pahit. Dan sebagai seorang yang telah tinggal di Indonesia selama beberapa tahun, dia selalu minum teh yang memiliki rasa manis dan bukan pahit.


Yu-Cheng mengusir pelayan tadi, kemudian melayani Tuannya setelah Yi-Feng menggunakan kekuatannya untuk membuat teh apel menjadi dingin


Cuaca panas, namun akan terasa lebih baik setelah mencicipi sesuatu yang dingin dan menyegarkan.


Menyesap teh di cangkir nya, Yongxi tersenyum gembira, "Papa, kau yang terbaik! Xixi sangat menyukai teh apel yang dingin ini, tapi-" wajah anak itu kembali murung setelah mengingat sesuatu


"Tapi?" Ulang Yi-Feng penasaran


Yongxi mengangkat wajahnya dan menatap Yi-Feng dengan mata bulat dan cerah itu, "tapi Xixi lebih menyukai es krim cokelat, apakah Xixi bisa mendapat nya lagi?" Matanya berkedip beberapa kali, dia terlihat sangat manis


'Ohh, jantungku... Aku tak bisa menolaknya,' ucap Yi-Feng dalam hatinya.


"Baiklah, sepertinya Papa memiliki Es krim cokelat disini. Sebentar," Yi-Feng dengan cepat mengeluarkan satu bungkus es krim dari zaman modern.


Ia merobek bungkusan nya lalu memberikan nya pada Yongxi, anak itu terlihat sangat senang setelah mengambil satu gigitan kecil.


Yi-Feng kemudian kembali melihat kedai teh yang memperihatinkan ini, 'ayo akusisi tempat ini!'

__ADS_1


__ADS_2