The Second Prince

The Second Prince
Sisi timur dermaga


__ADS_3

Ketika makanan datang, gadis kecil itu juga ikut lagi, dan mengantarkan makanan pembuka.


Melihat gadis itu lagi, Li-Fei yang senang melihat gadis yang terlihat sangat hidup itu. Li-Fei, gadis itu memberikan hadiah kecil berupa satu koin emas yang bernilai 10 koin perak, atau 1000 koin tembaga. Li-Fei cukup senang dengan pelayanan Xiaocao, hadiah kecil itu tidak benar-benar dianggap oleh Li-Fei, satu koin emas biasa dia berikan sebagai hadiah pada gadis pelayan lainnya jika dia berdiri dalam suasana hati yang baik.


Gadis pelayan itu sangat berterima kasih, ia membungkuk dengan hormat, mendapatkan satu koin emas adalah kekayaan bagi keluarga nya. Ini bisa menghidupi keluarganya selama satu tahun. Keluarga kecil yang miskin di desa pegunungan, satu koin emas adalah kekayaan bagi seluruh keluarga.


Yi-Feng, awalnya dia benar-benar terkejut dengan uang di zaman ini. Yi-Feng menebak nilai uang di sini, satu koin tembaga memiliki nilai yang sama dengan 1 Yuan di zaman modern. 1 perak sama dengan 100 Yuan, dan 1 koin emas sama dengan 1000 Yuan di zaman modern.


Yah, ini cukup memiliki nilai yang baik.


Menyentuh makanan yang berada di depannya, makanan ini lumayan enak juga, namun tetap saja tidak sesuai dengan selera Yi-Feng.


Sejak dulu, makanan China memang tidak benar-benar membangkitkan selera makannya. Hanya beberapa makanan China saja yang masuk kedalam favorit nya, Hotpot [1], Wonton[2], Ayam pedas kering[3], Bebek Peking[3], dan yang terakhir Ayam pengemis[4].


Namun, kukus kaki beruang ini membuat Yi-Feng penasaran. Di masa depan, beruang adalah hewan yang dilindungi. Tidak bisa diburu kemudian dibunuh seperti di zaman ini. Lagi pula, meskipun ada di restoran tertentu, harganya juga tidak murah


Yi-Feng memakan beberapa hidangan yang terlihat menggugah selera, namun tidak dengan rasanya.


'Nenek buyut itu, kenapa dia tidak membuka restoran juga? .. Semua makanan ini tidak ada yang membangkitkan nafsu makanku.' keluh Yi-Feng dalam hati.


Bukan hanya dia seorang saja lah yang tidak benar-benar menikmati makanan di restoran meskipun terlihat menggugah selera, di samping nya sang kakak kembar juga memiliki reaksi yang sama.


Makanan di depannya menjadi hambar setelah menghabiskan waktu di Istana Bulan dengan makanan lezat yang dibuat oleh adik kembarnya, selain aroma yang enak, rasanya juga memiliki aroma yang kuat dan selalu sangat lezat.


'Haiss... Bahan murah dan umum saja menjadi makanan lezat di tangan Feng'er, mengapa bahan mahal seperti ini malah menjadi hambar?' keluh Yi-Fang dalam hati.

__ADS_1


Bahan yang tidak murah, ada daging beruang, angsa dan lainnya, ini adalah bahan yang memiliki lebih banyak uang di pasar.


Berbeda dengan kelinci, ayam, burung pegar, dan lainnya. Semua itu sangat mudah di temui, namun ketika berada di tangan Yi-Feng, semuanya menjadi makanan lezat yang sangat membangkitkan nafsu makan seseorang.


.....


Setelah para Tuan makan kenyang, barulah pada pelayan mereka bisa makan. Yu-Cheng, Zhou Yang dan tiga pelayan pribadi lainnya, mereka makan dengan cepat di kamar pribadi sebelah.


Setelah itu, mereka masih harus melanjutkan perjalanan. Setelah melewati kota Prefektur, masih ada kota Lang sebelum akhirnya tiba di laut.


Ketika tiba di laut, itu sudah sekitar pukul 3 sore di zaman modern. Mereka tidak akan bisa kembali hari ini ke Ibukota, mereka harus beristirahat di kota Lang malam ini.


Karena hari masih panas di laut, mereka tidak langsung pergi ke pantai dimana bagian yang sudah diamankan oleh para ksatria. Itu lebih jauh dari keramaian, dan aman dari orang ramai.


Pertama-tama, Yi-Fang membawa semua orang ke dermaga dan melihat-lihat disana.


"Apa, ini adalah lokasi dimana Bibi Kekaisaran meninggal?" tanya Yi-Feng tiba-tiba. Karena menurut cerita Noona di zaman modern, ia jatuh kedalam laut di dermaga. Sekarang, dia berada di zaman ini dan berada di dermaga, tentu saja dia ingin melihat lokasi dimana Noona nya meninggalkan dunia ini dan pergi ke zaman modern.


Yi-Fang yang matanya tertuju kedepan menoleh pada adik kembarnya sebentar, sebelum akhirnya mengangguk. "Yah, tepatnya di sisi bagian timur dermaga. Ingin melihat lokasinya?"


Yi-Feng dengan cepat mengangguk, "Tentu. aku sangat penasaran dengan tempat itu, tapi... bagaimana dengan anak-anak? Tidak mungkin kita membiarkan mereka sendiri, bukan?"


"Tenang saja, ada anak itu. Kita bisa pergi ke sana dengan cepat," ucap Yi-Fang dengan menunjuk ke arah dimana Lu Yuanxi sedang berjalan-jalan dengan beberapa ksatria dibelakangnya.


"Aku tidak mempercayainya, anak-anak juga sepertinya tidak benar-benar dekat dengannya. Terlebih, Xixi." Yi-Feng menggelengkan kepalanya dengan tidak setuju.

__ADS_1


"Jika terjadi sesuatu pada dua anak itu, Lu Yuanxi yang akan bertanggung jawab. Tenang saja," namun ide Yi-Fang tidak di terima oleh adik kembarnya. Dia lebih suka membiarkan para ksatria saja lah yang mengawasi kedua anak itu.


Namun, Yi-Fang tetap memanggil Lu Yuanxi dan menitipkan dua anak itu sebentar sedangkan mereka pergi ke sisi timur dermaga.


Lu Yuanxi, dia menatap dua saudara kembar yang menjauh dengan kesal, lalu menatap dua anak perempuan yang sedang diikuti oleh beberapa ksatria di belakang mereka serta dua pelayan wanita yang menjaga dari dua langkah dibelakang.


Oh, dia dibawa ke sini untuk menjaga anak-anak ini sedangkan mereka berdua malah pergi sendiri? ..Lu Yuanxi tersenyum ketir melihat dirinya sendiri.


Tatapan permusuhan diarahkan pada dua saudara kembar yang hanya terlihat punggungnya yang terus menjauh.


Tidak lam, itu hanya 10 menit jalan kaki, mereka tiba di bagian timur dermaga yang pembangunannya sangat baik namun sepi dari orang-orang dan kapal.


"Di sini lebih sepi, apa yang terjadi?" tanya Yi-Feng kebingungan.


Dengan sabar Yi-Fang menjelaskan, "Ini ditutup oleh Kakek Kekaisaran. Karena Di sinilah tempat Bibi Liu-Mei terjatuh didalam laut, dan akhirnya harus kehilangan nyawa.... Kakek dan Ayah sangat frustasi saat itu, mereka lebih milih untuk memperbesar sisi area bagian barat dan membiarkan sisi timur ini tidak digunakan.


Pada setiap tahun, semua anggota keluarga akan datang kemari dan membakar lampion dan membakar uang kertas untuk mendoakan Bibi yang sudah berada di surga."


"Ehh?" Yi-Feng mengedipkan matanya beberapa kali, lalu melihat kearah dimana Kakaknya menunjuk. Itu adalah area kosong, dimana tempat Mendiang Putri Mahkota jatuh kedalam laut.


Dia tahu tradisi ini, lagi pula sering keluar di drama. kolosal China yang sering di tonton oleh Noona di rumah. Dimana, untuk menghargai orang yang telah meninggal, mereka yang masih tersisa di dunia akan membakar uang kertas untuk mendoakan orang tersebut agar bisa memiliki kehidupan tenang di kehidupan selanjutnya.


"Lalu, kapan Anggota keluarga akan datang kesini setiap tahun?" tanya Yi-Feng lagi


"Ini akan terjadi bulan depan, pada hari ke 15 bulan Juni nanti." balas Yi-Fang

__ADS_1


.


__ADS_2