
...---Zaman Kuno ---...
...____________________________________________...
Keinginan Yi-Feng untuk pergi ke laut sangat kuat, meskipun sudah lewat beberapa hari, namun ia masih keras kepala.
Tak ada pilihan lain, Yi-Fang berusaha untuk menyelesaikan kasus sebelumnya.
Dan sekarang, tentu saja mereka saat ini sedang dalam perjalanan ke laut.
Li-Fei, anak itu selalu terkurung didalam Istana dan tidak mendapatkan ijin untuk pergi ke luar. Jika pun keluar dari Istana, haruslah menemani Ibu Selirnya ke Kuil untuk berdoa.
Anak-anak dalam Istana, meskipun mereka bersenang-senang namun tetap saja akan selalu berada dalam pengawasan, dan tidak diijinkan pergi keluar sendiri meskipun itu ditemani oleh pelayan atau pengawal.
Jika Kaisar keluar dengan alasan sesuatu, maka disanalah mereka bisa keluar juga.
Berbeda dengan anak-anak yang sudah dewasa, mereka diperbolehkan untuk keluar dan berkeliling di Ibukota. Seperti Yi-Feng atau Yi-Feng dan Lu Yuanxi.
Namun, karena hari ini kedua Kakak kembar itu akan pergi ke laut, dan Xixi (Yongxi) juga ikut, Li-Fei merengek ke Ayah kekaisaran nya untuk diijinkan ikut. "Ayah Kekaisaran, aku juga ingin ikut.. Tolong ijinkan aku ikut, bagaimana bisa Kedua kakakku pergi tapi aku tidak? ..Xixi juga ikut, lalu siapa yang akan menemaniku bermain? ..Aku tidak mau ditinggal sendirian lagi... Aku mohon, Ayah... Biarkan aku ikut" seperti itulah rengekan nya.
Dia terus mengganggu Ayah kekaisaran nya saat Lio-Guan muncul di Kediaman Selir Mo. Bahkan, Lio-Guan tidak bisa tenang karena anak perempuan nya itu terus mengikutinya kemanapun dia pergi di tempat itu.
Dengan pasrah, Lio-Guan menginjikan anak itu ikut. Namun, pengawal juga ditambahkan untuk melindungi mereka.
Tiga anak dan satu cucu baptis.
Saat mereka akan berangkat, kebetulan Lu Yuanxi lewat dari depan mereka.
__ADS_1
"Pangeran Yuanxi, kami akan pergi ke Laut dan piknik disana. Kau ingin bergabung?" tawar Yi-Feng sambil tersenyum
Lu Yuanxi menatap mereka semua, pada dua anak perempuan yang juga menatapnya dengan mata bulat mereka, dan pada Yi-Fang disana yang terlihat tidak keberatan.
"Aku tertarik untuk ikut, namun... Apakah aku tidak mengganggu kesenangan kalian?" ucap Lu Yuanxi, terdengar putus asa namun dia sebenarnya sedang menyinggung mereka.
Sebelumnya, dia telah mendengar dari salah satu orang yang ditugaskan untuk mengawasi mereka. Dan ia mendengar jika Yi-Feng ingin pergi ke Laut, dia juga akan membawa yang lainnya agar mereka semua bersenang-senang.
Namun, dia tidak di undang? .. Bukankah ini seperti sedang menghinanya? .. Itulah sebabnya dia dengan sengaja melewati mereka setelah kembali dari tempat latihan para prajurit, ia mengambil jalan memutar agar bisa melihat bagaimana respon mereka ketika melihatnya.
Dan sepertinya, rencananya berjalan cukup lancar. Pasti Pangeran Yi-Feng tidak enak hati padanya sehingga dia dengan cepat mengundangnya disini.
"Tentu saja tidak, akan lebih seru dan ramai jika terdapat tambahan orang. Ini akan lebih menyenangkan, kita bisa bermain dengan gembiranya ketika tiba di pantai, ayo.. Siapkan dirimu, kita berangkat sebentar lagi...Kami akan menunggumu di gerbang Istana nanti, kau harus cepat, oke?" ucap Yi-Feng dengan panjang. Ini adalah kata terpanjang yang pernah dia lontarkan saat bersama Yuanxi.
"Ah, jadi sungguh aku boleh ikut kalian?" ucapnya tidak percaya.
"Apa kau tuli? .. Feng'er sudah mengatakan nya. Jika aku tidak ingin ikut, maka berhentilah di tempatmu. Kami tidak rugi meskipun kau tidak ikut," ucapan Yi-Fang yang cukup pedas membuat pemuda lain mengepalkan tangannya hingga berbekas dan kukunya hampir menembus kulit tangannya.
"Emm.. Aku akan mengganti pakaian ku, aku harap aku tidak menghambat perjalanan ini. Aku akan cepat," ia kemudian membungkuk memberikan hormat pada kedua Pangeran yang lebih berkuasa itu sebelum akhirnya pergi dengan cepat dan mengganti pakaiannya.
Yi-Feng tersenyum dalam melihat punggung Lu Yuanxi yang mulai menjauh, dia akhirnya memakn umpan? Sepertinya, ini cukup menyenangkan.
Sebelumnya, karena dia pergi berlatih dengan para pengawal, dia menggunakan baju yang polos, itu juga berkeringat dan kotor. Tidak mungkin, seorang Pangeran kerajaan sepertinya akan menggunakan pakaian seperti ini saat keluar dari Istana.
Yang lain, yang ditinggal juga berjalan pelan ke Gerbang Istana. Disana, sudah ada kereta kuda yang menunggu semua orang, serta kuda-kuda lain milik Yi-Feng dan Yi-Fang.
Yi-Feng sengaja tidak mengajak pemuda itu dan ingin melihat bagaimana reaksi nya. Ternyata cukup cepat dia mengambil jalan dan memakan umpan. Dalam hatinya, Yi-Feng sangat senang. 'Tidak akan ada pintu yang terbuka untuk kalian berdua.'
__ADS_1
Maksudnya, Lu Yuanxi tidak akan pernah menemukan jalan keluar karena dia telah mengambil langkah yang salah. Dia mengikuti rencana Selir Agung Lu, sehingga Yi-Feng akan membuat segala rencana mereka gagal. Dan tidak akan ada jalan keluar untuk mereka karena sudah ada hukuman untuk mereka di lain hari.
Yi-Fang disisi lain, dia merasa sedikit kesal karena ada tambahan orang lagi, jika itu orang lain, dia akan setuju saja. Namun, ini adalah Lu Yuanxi. Dia tak menyukai pemuda itu
Sejak Selir Agung Lu mengangkat anak itu menjadi Anak angkat, dan Lu Yuanxi mendapatkan gelar Pangeran Kerajaan, anak itu selalu saja ingin merebut perhatian Ayah Kekaisaran nya.
Terlebih karena adiknya yang memiliki kelebihan untuk melihat hal-hal lain, membuatnya mengurung diri di Istana Bulan. Pangeran ini (Lu Yuanxi) malah bertingkah seolah-olah dia lah Pangeran Kekaisaran, dan selalu saja mengambil apapun yang merupakan milik adik kembarnya.
Yi-Fang mulai membenci anak ini sejak Lu Yuanxi mengambil tempat duduk, yang merupakan milik Yi-Feng di ruang perjamuan. Meskipun dia menegurnya, Selir Agung Lu selalu saja membuat alasan yang tepat sehingga Ayahnya menginjikan tempat itu diduduki oleh Lu Yuanxi.
Malam itu, saat Yi-Feng tiba-tiba muncul di ruang makan dan mengganti bangku duduknya, Yi-Fang sangat senang.
Terlebih saat Yi-Feng membuang bangku yang selama ini digunakan oleh Lu Yuanxi, dan bahkan menghinanya disana. Yi-Fang benar-benar sangat Puas!
Hal-hal kecil yang dulunya direbut oleh Lu Yuanxi akhirnya berbalik kembali pada adik kembarnya. Hal ini membuatnya sangat senang, ia membayangkan bagaimana wajah pemuda itu saat hal-hal yang dulu diberikan sekarang mulai berhenti dan tak ada lagi untuknya.
....
Ketika Lu Yuanxi muncul, Yi-Fang langsung naik keatas kuda, duduk di pelana dan melirik pemuda itu dengan kesal. "Bisakah kau mempercepat langkah mu? .. Sebentar lagi mulai siang, dan hari cukup panas. Aku tidak ingin berlama-lama di jalanan."
Lu Yuanxi memberikan salam sebelum akhirnya ia meminta maaf. Setelah itu, mereka pergi.
Satu gerbong kereta berisi dua Putri dan sisanya adalah Kuda yang ditunggangi oleh tiga Pangeran. Serta para pengawal dan pelayan yang ikut dari belakang
Ketika mereka melewati Pasar ibukota, semua orang sangat terkejut melihat tiga Pangeran sedang bersama.
Sangat langkah melihat mereka bersama, ini adalah pemandangan yang sangat langkah!
__ADS_1
Yongxi, anak itu membuka jendela kecil dan dari waktu ke waktu, dia akan mengajak Ayah baptisnya bicara. Lalu akan terdengar suara tawa dari dalam gerbong kereta dari waktu ke waktu.
Dua anak itu cukup banyak tertawa sebelum akhirnya tertidur karena perjalanan ke laut cukup memakan waktu.