The Second Prince

The Second Prince
Membuat curiga


__ADS_3

Karena akhir pekan, Levi maupun Axila tak pergi ke kantor mereka dan bekerja. Yah, pada akhirnya mereka juga masih manusia yang membutuhkan waktu untuk beristirahat, bersantai dan menghabiskan waktu dengan keluarga.


Musik dengan irama yang semangat membuat ibu muda itu tertawa sambil memegang handycam, merekam kegiatan kecil yang mereka lakukan.


Levi sedang menari sambil memegang tangan Rose, seakan mengajak bayi kecil itu berdansa bersamanya. Tawa ceria Rose tentu saja terus terdengar, anak itu menampilkan gigi susunya yang kecil dan imut itu.


"Hahahaha..." tawa terus terdengar dari ruang keluarga, terlebih tawa bayi kecil itu yang membuat suasana sangat hangat.


"Oh, Azka... Cuaca sangat cerah, kenapa kau menggunakan baju yang panjang?" Axila tiba-tiba mengarahkan kamera pada Azka yang sedang asik menonton ayah muda dan bayi yang sedang menari.


"Benar, kau harusnya menggunakan baju kaos, seperti hari ini panas. Kau malah terlihat sedikit aneh," sambung Levi yang hanya melirik kilas sambil terus menari dengan putri kecilnya.


"Hahaha," Azka tertawa canggung, tidak mungkin dia mengatakan habis dicekik oleh Kenzo, bukan?


Meskipun kehilangan ingatan tubuh ini, namun sebagian seorang Pangeran yang telah berlatih selama bertahun-tahun, Azka bisa merasakan jika kakak perempuan dan kakak iparnya ini merupakan seseorang yang berbahaya bagi sebagian orang. Yah, aura mereka yang mengatakan nya.


Terlebih, dari kejadian tadi dia bisa merasakan jika ada orang yang selalu menjaganya diam-diam dari kejauhan.


"Azka, kenapa tidak jawab?" nada Axila masih santai.


Pemuda berwajah cute itu menggeleng pelan, "aku hanya ingin menggunakan nya saja. Entahlah kenapa," balasnya.


Namun sepertinya pasangan suami-isteri itu tak percaya, Axila langsung berpindah tempat ke sofa dimana Azka duduk.


"Ehh?... Tak ada apapun," Azka langsung menghindar, membuat pikiran Axila yang sejak tadi santai langsung serius.


Levi yang menari juga menghentikan langkahnya, tatapan nya jadi serius pada Azka yang menghindari. Jika tak ada apapun, mengapa pemuda itu malah menghindari kakaknya?


Meskipun Azka cepat menghindari, namun pemuda itu kalah dengan Axila yang gerakannya secepat cahaya.


Axila langsung menekan dada Azka di sofa, "jangan bergerak!"


"Aku baik-baik saja, lepaskan! ... ini sakit, aghh!" Axila menekan dada Azka dengan tenang yang lebih lagi, membuat pemuda itu tak bisa bergerak dibawah kakaknya.


Axila langsung menarik kerah sweeter yang digunakan oleh Azka. Karena pemuda itu mengenakan sweater berkerah tinggi yang menutupi lehernya, Axila dengan mudah menariknya kebawah dan melihat leher Azka yang putih namun mengapa leher putih itu malah sedikit kemerahan?


"Ehh, apa yang terjadi? .. Kenapa lehermu kemerahan?" tanya Axila

__ADS_1


Azka mendorong Axila untuk menghindari kakaknya. "Aku baik-baik saja," pemuda itu bergeser ke sisi sofa yang lain.


"Kenapa?" tanya Axila lagi.


"Aku baik-baik saja, kenapa Noona malah memaksaku menjawab." balas Azka


Levi dan Axila saling pandangan, jika ia menjawab baik-baik maka yang terjadi adalah sebaliknya. Ada sesuatu yang terjadi sebelumnya


Merasa jika dirinya akan ditanya lagi, Azka melarikan diri dari ruang keluarga. "Aku harus ke kamar mandi," menggerakkan kakinya lebih cepat keluar dari sana.


Karena dalam rumah ini terdapat lift yang menuju ke lantai tiga, Azka memasukinya dan menekan tombol lantai dua, dimana kamarnya berada.


Saat dalam kamarnya, pintu juga ia kunci dari dalam. Setelah itu, Azka berdiri didepan meja rias dimana produk perawatan wajah nya berada. Jangan heran, meskipun anak laki-laki namun memiliki meja rias didalamnya adalah hal yang biasa baginya, tentu saja skincare dan beberapa makeup juga juga berbagai jenis parfum berada disana.


Menurunkan kerah sweeter, ia melihat lehernya yang masih memerah padahal sudah dilapisi dengan Foundation agar menutupi bekas tangan Kenzo yang tadi mencekiknya.


"Apa kurang tebal?" gumam Azka, pemuda itu mengambil Foundation dan kembali meratakan di sekitar lehernya.


Harus dikatakan, kulit Azka ini sangat lembut dan bercahaya. Apa lagi wajahnya, itu terlihat mulus tanpa pori-pori, cerah dan bercahaya, tak ada noda jerawat atau apapun diwajahnya. Sangat indah seperti kulit seorang bayi


Huh... produk perawatan nya tidaklah murah, banyak angka nol di rekeningnya yang harus keluar saat membeli produk perawatan kulit.


Dengan 'Holy Water' yang dikonsumsi secara rutin, tentu saja kesehatan dan kulit mereka dirawat dari dalam.


............


"Azka, kau sudah siap?" Joan mengetuk pintu kamar nya beberapa kali dari luar.


Clekk!


Pintu terbuka, menampilkan pemuda yang sudah siap untuk pergi.


Yah, pada akhirnya dia masih harus pergi karena sebelumnya manager nya, Joan telah menyetujui untuk pemotretan ini.


Azka meninggalkan rumah dengan mobil Van miliknya, mobil itu berwarna hitam.


Didalam mobil, terdapat beberapa barang milik Azka, ada pula beberapa baju yang digantung di bagian belakang mobil, sudah disetrika rapi dan dibungkus agar tak kusut lagi.

__ADS_1


Yah, sama seperti mobil Van aktor lainnya, punya Azka juga sama.


Mereka menempuh waktu selama 45 menit, ditambah dengan kemacetan dibeberapa titik. Saat mobil berhenti, pintu dibuka dari luar


"Ohh.. lihat siapa yang datang," sambut seseorang yang sudah menunggu didepan pintu.


Kameraman milik Azka juga sudah bersiap dengan kamera, tentu saja karena Azka juga harus upload vidionya ke YouTube seperti sebelum-sebelumnya.


"Ahh, halo." sapa Azka dengan sopan


"Ohh... Ada Azka disini... Ganteng banget sih kalo liat langsung dari pada dari Televisi, ih." puji seorang wanita yang ikut menyambutnya.


Azka menundukkan kepalanya dengan sopan, menyapa mereka satu persatu.


Beberapa kameraman dari tempat itu juga telah bersedia ditempat mereka masing-masing. Merekam apa yang dilakukan oleh sang aktor yang diundang hari ini


Azka kemudian menyapa semua staf disana dengan sopan, ia kemudian dipersilahkan untuk mengganti pakaiannya dengan pakaian yang sudah mereka sediakan.


Azka kemudian berdiri di tempat dengan latar belakang putih, berpose dengan beberapa gaya. Kemudian memegang parfum yang dipromosikan, matanya tertuju pada kamera.


Dengan pencahayaan yang bagus, ditambah dengan pose Azka yang keren, membuat hasil gambar sangat bagus.


Kipas angin juga dinyalakan, membuat beberapa helai rambut Azka berterbangan. Hal ini malah membuatnya semakin keren


Azka kemudian harus berganti pakaian selama beberapa kali, menggunakan tas, sepatu, jam tangan dan lainnya.


"Oke, kerja bagus!" ucap sang fotografer


"Dia memiliki wajah yang sangat tampan, dengan kulit yang begitu indah, malah membuat semua yang ada pada tubuhnya terlihat sangat bagus. Aku benar-benar sangat iri," ucap seseorang yang melihat-lihat hasil jepretan di komputer.


"Yah, dia memang memiliki wajah yang sangat bagus. Aku ingin tahu, apakah dia pernah melakukan bedah plastik?" sambung yang lain


"Dengan campuran Indo-Korea saja, anak ini tak memerlukan bedah plastik. Ayah dan ibunya juga pasti memiliki fitur wajah yang bagus, itulah kenapa hasil mereka malah begitu indah!" sambung yang lain


"Memang, hasil wajahnya yang indah ini pastilah dari gen yang juga berkualitas!"


Bener orang yang menonton dari belakang terus berkomentar tentang wajahnya Azka, dan bukan tentang produk-produk yang sedang Azka gunakan untuk promosi.

__ADS_1


Yah, bagaimanapun. Brand yang menandatangani kontrak dengan Azka bukanlah sesuatu yang main-main, ini adalah brand Indonesia yang sangat populer.


__ADS_2