The Second Prince

The Second Prince
Beruang [2]


__ADS_3

Yi-Feng melompat dari pohon, ia mendarat di tanah dengan baik. matanya tertuju pada beruang yang sudah tak bergerak, ukurannya sudah pasti tidak kecil.


Sementara yang lain menatap padanya, mereka penasaran dengan senjata yang digunakan oleh Yi-Feng barusan, namun takut untuk bertanya.


Yi-Feng menendang beruang itu dengan kakinya, lalu menyodok nya dengan senapan ditangannya. Beruang benar-benar tidak bergerak lagi, pertanyaan nya bagaimana mereka membawanya kembali?


Jika hanya dia sendiri saja, beruang ini bisa langsung disimpan di Ruang Teratai, namun sekarang dia bersama orang lain. Cincin ruang tidak akan bisa menampung karena ukurannya hanya 1² meter untuk cincin dengan kualitas rendah, 3² meter untuk kualitas sedang dan 7² untuk kualitas terbaik. Dan semua orang mengetahui hal ini dengan baik.


"Sekarang, bagaimana cara kita membawanya ke bawah?" mereka harus turun gunung dengan beban berat seperti ini, siapa yang mau membawanya?


Zhang Han mengajukan untuk membuat tandu sederhana dari bambu, seharusnya baik-baik saja dengan mereka membawanya.


Ide ini disetujui, lagi pula hari semakin siang dengan musim panas yang menyengat ini, beruntung mereka berada dalam hutan yang memiliki pohon-pohon rimbun, daun-daun nya melindungi orang yang berada dibawah sana dari panasnya terik matahari.


Mereka telah berburu cukup lama, sebentar lagi akan masuk jam makan siang, mereka harus cepat turun gunung karena sudah ada mangsa yang bagus ini. Sudah cukup


Pasangan ayah anak dari keluarga Zhang tidak menyangka akan bertemu dengan seorang Pangeran Kekaisaran, ini sangat tiba-tiba yang bahkan mereka diselamatkan oleh Pangeran dan Pengawalnya ini. Rasa terima kasih benar-benar datang dari hati mereka.


Xin Yuan dan Paman Zhang pergi memotong bambu yang tidak jauh, mereka kemudian membuat tandu sederhana yang kuat.


Sebagai rasa terima, Paman Zhang ingin agar dia dan putranya saja yang membawa tandu, namun kekuatan Zhan Han tidaklah begitu kuat, sehingga Mo Chen yang merupakan seorang pria dewasa menggantikan nya.


Mereka membuat beruang diatas tandu, Mo Chen beserta ayah Zhang Han membawa tandu itu dikedua bahu mereka.


Sedangkan Zhang Han membawa hewan buruan mereka, ada pula beberapa hewan yang berhasil dijerat seperti rusa roe, kelinci, rubah dan hewan kecil lainnya. Tangan Zhang Han sudah penuh, sehingga dia mengingatkan nya lalu dipikul menggunakan bambu yang diletakan diatas bahunya. Ada hewan-hewan itu dikedua sisi bambu yang tergantung

__ADS_1


Rusa roe masih hidup karena itu dijerat, Xin Yuan menggunakan tali yang diikat pada leher rusa tersebut kemudian ditarik, rusa roe sangat bodoh sehingga ia mengikuti langkah Xin Yuan. Tangannya juga tidak kosong, dia membantu membawa beberapa hewan kecil saudara Han dan milik Pangeran Kekaisaran.


Sedangkan Yi-Feng, ditangannya juga tidak kosong karena ada kelinci yang diikat, burung pegar, dan hewan yang berhasil mereka tangkap sebelumnya. Ada pula rusa yang sebelumnya dipanah oleh Mo Chen, itu memang banyak beban namun ia tidak akan membiarkan mereka (ayah/anak Zhang, Xin Yuan & Mo Chen) untuk membawa hewan-hewan ini sedangkan tangannya kosong


Mentang-mentang dia seorang pangeran, dia tidak mungkin menyusahkan orang lain. Yi-Feng masih memikirkan mereka yang membawa lebih banyak beban.


Ternyata, mereka bahkan masuk hampir setengah (1/2) gunung barat, jika masuk lebih dalam lagi maka akan menemukan hewan besar lainnya. Ini sungguh mengancam nyawa bagi seseorang yang memiliki kekuatan lemah.


Butuh berjam-jam sebelum sampai ke desa dimana Xin Yuan tinggal, namun semua orang sudah mulai merasa lelah. Perut juga sudah mengeluarkan bunyi, lambung mulai pedih


"Turunkan bebannya, kita istirahat sebentar. Ayo buat api, kita masak sesuatu untuk makan siang." ucap Yi-Feng pada yang lainnya


Sebagai orang yang lebih rendah, tentu Paman Zhang menyetujui hal ini mau tak mau. Mo Chen juga setuju, mereka meletakkan tandu dan semua hewan buruan ditanah kemudian membuat api.


Beras tidak lagi menjadi hal langka di negara, namun orang-orang di desa kebanyakan akan mencampurkan beras dan gandum untuk dimakan, tidak ada nasi namun bubur. Itulah yang terjadi, sehingga ketika mereka melihat bahwa nasi yang dimasak tidak dicampur dengan gandum dengan air yang lebih sedikit, hati mereka merasa sakit.


Semua yang dikeluarkan oleh Yi-Feng sudah biasa mereka lihat, namun tidak dengan panci putih perak yang terlihat berbeda ini, sangat asing dan terlihat indah. Apakah ini merupakan peralatan memasak orang-orang yang tinggal di Ibukota? ... Terlalu mewah ah!


Mo Chen tidak merasa apapun, karena bawahan nya telah mengatakan bahwa Pangeran Kekaisaran suka memasak, dan rasa makanan yang dibuat oleh Pangeran Kekaisaran selalu memenangkan hati seseorang. Pelayan pribadi nya bahkan tidak akan mengatakan sesuatu ketika Yi-Feng menyuruhnya untuk menyiapkan bahan, ini sudah menjadi kebiasaan Pangeran Kekaisaran untuk memasak makanan nya sendiri tanpa disentuh oleh orang lain.


Xin Yuan merasa heran, bagaimana bisa seorang Pangeran dari Istana di Ibukota mau memasak, ia dengan cepat mengambil langkah untuk membantu. "Yang Mulia, memasak adalah hal yang kasar. Biarkan yang rendah ini yang melakukan nya, saya sudah terbiasa hidup dengan adik dan ibu saya jadi memasak Bukankah hal yang sulit."


Yi-Feng menggeleng tangannya, "tidak apa.. Memasak merupakan hobi Pangeran ini, kalian duduklah dan minum air. Santai dan beristirahat, kalian membawa beban yang lebih berat dari pada ku," ia dengan santai bicara pada Xin Yuan.


Anak itu ingin mencegahnya, namun tatapan Mo Chen mengarah padanya. Xin Yuan mengibaskan tangannya, ia mengambil mangkuk dan dengan santai mengisinya dengan air yang dingin dan menyegarkan tenggorokan yang sedikit kering.

__ADS_1


Melihat perilaku Mo Chen yang tak mempedulikan Pangeran Kekaisaran yang memasak, ayah dan anak Zhang tidak bisa mengatakan apapun. Mereka mengunci mulut dan mengikuti apa yang dilakukan oleh Mo Chen dengan canggung, ini pertama kalinya mereka melihat seorang Pangeran Kekaisaran memasak


Yi-Feng memasak ala anak Pramuka yang meletakkan dua kayu bercabang, dengan satu kaki lagi diatasnya dengan panci yang menggantung diatas api.


Kayu kering yang dimakan api mengeluarkan asap, namun Yi-Feng tampak biasa saja dan menghindari asap yang datang padanya. Beras sudah dicuci sebelum akhirnya dimuat diatas api, panci itu mulai memanas.


dalam waktu 10 menit, beras sudah mendidih dan tak lama kemudian airnya kering, api dipadamkan lalu membiarkan bara nya saja yang membantu proses pematangan.


Mo Chen juga tidak bersantai, karena Pangeran Kekaisaran sendiri telah memasak nasi untuk mereka semua, dia mengambil dua kelinci dan satu burung pegar kemudian dengan bantuan Xin Yuan, mereka membersihkan kelinci tersebut dalam waktu singkat. Jadi ketika bara sudah ada, kelinci juga dipanggang diatasnya.


Dengan tindakan dari Mo Chen yang dikira pelayan Pangeran, ayah dan anak keluarga Zhang juga mengeluarkan ayam hutan dan musang yang mereka miliki.


Mereka akan mulai membersihkan ketika Yi-Feng mencegah keduanya, "apakah dagingnya tidak terlalu banyak? Sudah ada dua kelinci dan burung pegar, kupikir bisa menyimpan punya kalian saja. Kita sudah memiliki cukup daging," ucap Yi-Feng. Bukankah orang-orang ini memasuki hutan dan melawan maut untuk mendapatkan hasil yang kemudian di jual ke pasar atau restoran sehingga memilih cukup uang untuk menopang keluarga? ...Dia sering menggunakan hati saat berhadapan dengan orang-orang yang melawan takdir untuk bisa maju.


"Yang Mulia, bagaimana kami bisa makan sesuatu yang datang dari Anda dengan mudah? ..Kami adalah orang yang rendah, tidak pantas makan sesuatu yang Anda tangkap sendiri." ucap pria itu, yang merupakan ayah Zhang Han, ia bernama Zhang Hai.


"Ehh?" Yi-Feng lagi-lagi tidak mengerti bagaimana hal ini bisa terjadi, apa memang karena dia berasal dari masa depan sehingga memiliki pemikiran yang berbeda atau pemikiran orang-orang di zaman kuno ini memang seperti ini?


Melihat bahwa Pangeran Kekaisaran terlihat heran membuat Mo Chen juga mengangkat suara, orang-orang dari kasta yang lebih rendah selalu berhati-hati dalam melakukan berbagai hal. Bahkan jika itu hanyalah sesuatu yang kecil, mereka akan dengan rendah hati menolaknya dengan mengatakan 'tidak pantas menerima kemuliaan dari Bangsawan'


"Yang Mulia, semua disini merupakan pria bahkan jika itu adalah Xin Yuan. Sebagai seorang pria, tentu saja nafsu makan lebih besar dari pada seorang wanita. Saya pikir, kita bisa membuat sesuatu dari ayam ini dan membiarkan musang itu karena musang membutuhkan waktu yang lebih banyak dibandingkan ayam dan kelinci.... Dan lagi, daging musang memiliki wangi yang khas, itu sepertinya tidak cocok dengan Anda." Mo Chen mengambil jalan tengah, hal ini membuat Zhang Hai merasa lebih baik.


"Ya-ya, ini lebih baik. Kami pria kasar, sehingga nafsu makan kami juga besar. Kami ganti musang dengan kelinci juga, ini lebih baik." Zhang Hai kembali mengajukan permintaan, Yi-Feng juga sedikit mengerti jadi mereka memiliki 4 ekor kelinci dan satu burung pegar sebagai makan siang.


Ada pula sayuran tadi, itu adalah selada sehingga dia mengajari orang-orang ini makan dengan gaya baru. Nasi, daging dan cabai dengan bawang putih tumbuk dibungkus dalam daun selada, barulah kemudian dimakan.

__ADS_1


__ADS_2