
Yi-Feng melihat bahwa kaisar juga berada di dapur istananya yang kecil ini. Dapur ini tak seluas dapur kerajaan, ini hanyalah ruangan yang ukurannya 7x5 meter.
Lalu, mengapa semua orang penting ini berada di dapurnya yang kecil ini bahkan rela berdesakan untuk pekerjaan sepele ini?
Lio-Guan yang baru saja keluar dari aula pengadilan setelah rapat dengan para pejabat nya, segera berlari ke Istana Bulan setelah pelayannya membisikkan sesuatu.
Dia memperhatikan putra keduanya yang belakangan ini telah berubah, anak itu memiliki bakat untuk membuat sesuatu yang lezat. Bahkan, makanan yang biasanya dimasak oleh Koki kerajaan terasa hambar setelah beberapa kali makan masakan putranya itu.
Telur yang pernah dia remehkan dan tak suka, sekarang telah menjadi favoritnya apa lagi jika dibuat menjadi puding telur susu karamel. Makanan penutup ini sering disimpan khusus untuknya.
Saat lelah dengan pekerjaannya yang menumpuk, akan ada puding telur susu karamel yang membuat lelahnya hilang. Bahkan, dia selalu menyuruh pelayannya untuk mengambilkan pie apel dari dapur kerajaan sebagai camilan yang menemani waktu minum teh.
Saat Lio-Guan muncul di pintu dapur, saat itulah semua orang menjadi ketar-ketir.
Yi-Feng sudah tak tahan lagi, dia mengusir mereka yang sangat ribut. Para pelayan yang sejak tadi tak tenang kini mendapatkan sesuatu yang benar-benar membuat mereka takut.
Kaisar adalah orang paling Mulia, mengapa Yang Mulia ini datang ke dapur yang sederhana dan kotor ini? (Yi-Feng be like: Sederhana dan kotor? Kalian sebut dapur pangeran ini kotor? apa kalian kau mati?)
Setelah berhasil menendang para pelayan yang ribut itu, mata Yi-Feng seperti mengeluarkan laser yang tajam. Dia melototi ketiga orang dengan status Mulia ini, suasana dalam dapur menjadi dingin saat Yi-Feng kesal.
"Untuk apa Ayah Kaisar datang ke dapur pangeran ini?" ucapnya kesal, dia ingin membuat cokelat dengan tenang dan menikmati waktu kerja santainya ini, oke? Lalu, kenapa tiga orang ini datang kemari dan membuat kekacauan?
Lio-Guan sepertinya merasakan suasana hati putra keduanya yang memburuk, apakah kedatangan tidak diinginkan? Hatinya merasa sakit, huhuhuu
Yi-Fang entah bagaimana sudah berada dibelakang adiknya, dia memberikan kode pada Ayah kekaisaran untuk melarikan diri dari kemarahan adik kembarnya. Saat Lio-Guan menangkap kode dari putra sulungnya, saat itu juga Yi-Feng sudah berada dalam kungkungan sang Pangeran Mahkota.
Yi-Fang memeluk adik kembarnya dari belakang, sedangkan pemuda cantik itu malah merontah.
__ADS_1
"Kakak, mengapa kau memegangku? .. Lepaskan aku! ... Kalian benar-benar menjadi seorang pengganggu, datang dan buat keributan di dapurku. Lepaskan aku, lihat bagaimana aku akan membekukan mu dalam es ku!" omel Yi-Feng seperti seorang wanita yang sedang Pms.
"Ayah Kaisar, tolong cepat lari dari sini. Jangan buat Feng'er kesal lagi. Anak ini sudah kesal sedari tadi, lari ke paviliun danau sana.." begitu juga dengan Yi-Fang yang berteriak pada Lio-Guan untuk melarikan diri sambil menahan adiknya agar tak lepas, jika tidak Yi-Feng akan seperti kucing yang menggaruk seseorang saat marah.
Lio-Guan yang masih belum mengerti keadaan malah diseret oleh Pensiunan kaisar keluar dari dapur.
"Mengapa kau masih berdiri disana, dasar anak b0doh! ..Bocah bau itu sudah kesal saat aku datang, para pelayan itu tak bisa menutup mulut mereka dengan rapat. Sekarang, kau malah muncul lagi, dan membuat semua orang berlarian."
Lio-Guan pasrah saat diseret oleh ayahnya keluar dari dapur, mereka melarikan diri ke paviliun tengah danau yang ukurannya lebih luas.
Sementara Yi-Fang menenangkan adiknya di dapur, dia dengan cepat menuangkan teh apel yang langsung diterima oleh pemuda cantik itu.
Merasa tak cukup, Yi-Feng meneguk teh langsung dari teko. Ini untuk menenangkan kekesalan yang ada dalam dirinya.
Yongxi yang melihat ayah baptisnya mengamuk sedikit ketakutan, namun dia mengambil satu buah apel yang berada di keranjang dan mendekati ayah baptisnya itu.
Yi-Feng yang mendengar suara bayi yang imut segera tenang, seakan api dalam dirinya langsung padam disiram air es.
"Xixi, kenapa para pelayan menyebalkan itu tak patuh seperti mu yang manis ini, huh? ..Oh, sayangku.. kau benar-benar imut.. maafkan aku telah membuatmu kesal, oke?"
"He'em," mengangguk kepalanya dan masuk kedalam pelukan Yi-Feng.
Yi-Fang yang masih berada disana tercengang dengan perubahan adik kembarnya yang tiba-tiba ini.
Hehehee, sepertinya dia tahu bagaimana mengatasi Yi-Feng jika sedang marah atau kesal. Senyum licik tiba-tiba keluar dari diri pemuda tampan itu
Sementara diluar sana, para pelayan yang tadi membuat keributan di hukum oleh Pensiunan kaisar dan Lio-Guan.
__ADS_1
Masing-masing dari mereka menerima 10 papan kayu dipantat. Setelah itu gaji mereka akan dipotong selama 3 bulan, ini masihlah hukuman ringan, oke?
Mereka harus menerima nasib, ini karena membuat keributan di dapur Pangeran Kekaisaran. Mereka bersyukur karena mendapat hukuman ringan ini, jika tidak nyawa mereka bisa berada dalam daftar malaikat maut.
Setelah beberapa menit ketenangan berada dalam hati Yi-Feng, dia menyuruh A long, Xiaobu dan dua pelayan yang sejak tadi membantu di dapur untuk membawa bahan-bahan cokelat ke paviliun tengah danau.
Alay untuk membuat cokelat juga dibawa kesana. Ada cincin ruang yang bisa digunakan untuk membawa banyak barang sekaligus, jadi untuk apa membawa beban begitu banyak kesana?
Yi-Feng menggendong Yongxi ke paviliun, disampingnya ada kakak kembarnya. Ada pula empat orang lainnya yang membuntuti mereka seperti anak ayam.
Pemuda cantik itu mengabaikan dua tetua yang sedang berada di paviliun, dia malah memilih untuk bermain dengan Yongxi dari pada menyapa kedua tetua yang membuatnya kesal. Lebih tepatnya, para pelayan mereka yang membuatnya kesal
"Feng'er, kami tak salah jadi kau tak bisa marah pada kami, oke?" ucap Pensiunan kaisar
Lio-Guan mengangguk, "Apa yang dikatakan oleh Kakekmu itu benar. Kami tak salah, mereka lah yang membuat keributan ..Kami juga telah memberikan mereka hukuman, jadi jangan marah lagi, oke?" ucap Lio-Guan setuju
Yi-Feng berpikir sebentar, apa yang dikatakan oleh Kakek dan ayah Kaisar nya benar. Mereka tak salah, orang-orang itulah yang salah.
"Baiklah, aku tak akan marah lagi. Maafkan aku juga Ayah, Kakek .. Emosiku tiba-tiba tak bisa dikendalikan setelah mereka sangat ribut, aku minta maaf." ucap Yi-Feng
Dengan demikian, semua kembali tenang. Yi-Feng juga kembali pada suasana yang baik.
"Biji kakao telah dikupas semuanya, apa lagi yang harus dilakukan?" tanya Yi-Fang memecahkan suasana.
"Di harus ditumbuk menjadi bubuk yang halus, baru aku akan melanjutkan proses membuat cokelat." balas Yi-Feng
Lio-Guan tiba-tiba menyeringai licik, 'Harus ditumbuk hingga halus? ... Bukankah ada pekerjaan gratis yang telah membuatku juga ikut menjadi sasaran kekesalan anak ini?'
__ADS_1
"Jika harus ditumbuk halus, ada orang yang sepertinya lebih bersedia untuk melakukannya. Bukan begitu?" tatapan Lio-Guan jatuh pada para pelayan yang berada tak jauh dari tempat mereka saat ini.