
Mo Chen sebelumnya membunuh dua pembunuh bayaran yang melarikan diri, sehingga dia tidak tiba dengan cepat. Ia sangat berterima kasih pada Xin Yuan karena telah tiba tepat pada waktunya, jika tidak maka Pangeran Kekaisaran mungkin saja berada dalam kondisi terluka.
Sebagai rasa terima kasih, Mo Chen memotong babi hutan yang sempat mereka dapat sebelumnya, ukuran babi hutan meskipun tidak benar-benar besar namun memiliki daging yang lebih banyak dari pada kelinci dan burung pegar. Lagi pula, permainan kecil yang mereka dapatkan sebelumnya berada ditengah-tengah pertarungan sehingga dia tidak bisa untuk berfikir bahwa darah para bajingan itu telah menodai sarapan mereka.
Mo Chen memadamkan api, ia juga membawa dua orang lainnya untuk berganti tempat. Terlalu banyak pembunuh bayaran disana, tidak mungkin mereka makan ditengah-tengah para mayat itu.
Bau darah bisa tercium dari jarak jauh oleh hewan liar, tidak aman membiarkan dua orang lainnya beradu disana terlalu lama. Biarkan saja hewan-hewan itu datang dan berpesta ria, yang penting mereka harus menghindar dulu.
Setelah berganti tempat dan memanggang daging babi yang memiliki banyak daging, lemak yang dipanggang tentu saja akan jatuh kedalam api, ini menciptakan aroma yang enak sehingga tidak bisa mencegah perut mengeluarkan suara.
Daging yang telah matang memiliki ketebalan yang lebih tipis, dagingnya hanya setebal 1 cm, itulah mengapa cepat matang.
Yi-Feng mengeluarkan 3 piring, lalu ada mangkuk yang kemudian dicampur antara kecap, cabai dan saus tomat.
"Ayo, mari makan." ajak Yi-Feng pada dua orang lainnya
Yi-Feng lah yang lebih dulu makan, tangan ia basuh dengan air terlebih dulu sebelum mengambil daging lalu dicocol pada kecap dan dimakan. "Emmm, ini sangat enak. Haruskah kita memasak nasi juga?" ia menatap kearah Mo Chen dan meminta persetujuan nya.
"Yang Mulia, kita tidak bisa masak nasi tanpa beras dan panci." balas Mo Chen, sudah terbiasa dilayani namun ia juga memiliki kebiasaan untuk melayani dirinya sendiri. Memasak nasi bukankah hal yang sulit dilakukan olehnya
"Emmm.. baiklah, ayo makan daging saja." ia menyerah, meskipun dia bisa melakukan hal itu dengan mudah namun akan terlihat aneh Dimata anak ini. Xin Yuan melayani dirinya sendiri, daging telah matang sehingga dia meniru apa yang dilakukan oleh Yi-Feng
__ADS_1
Awalnya, dia pikir Yi-Feng adalah seorang Tuan muda dari keluarga kaya di kota karena pakaian yang digunakan oleh Yi-Feng memiliki bahan yang halus dan tampak mahal meskipun terlihat lebih sederhana dan memiliki banyak musuh sehingga mereka mengejarnya sampai ke gunung barat. Dia tak berharap mendengar pria lain memanggil dengan "Yang Mulia" pada pihak lain.
Xin Yuan mengingat-ingat apakah dia telah berlaku tidak sopan pada Pria yang lebih muda, namun sepertinya tidak ada yang tidak sopan. Sejak awal, dia telah berperilaku baik pada pihak lain, ia juga selalu menjaga mulutnya ketika menceritakan alasan dia memasuki gunung sendirian.
Yi-Feng melirik Xin Yuan sebentar, namun tidak memikirkan apapun. Dia memakan sarapannya sampai kenyang, begitu juga dengan dua lainnya bahkan masih ada sisa daging disana.
Kebanyakan orang di zaman kuno lebih suka makan daging yang memiliki rasio lemak yang banyak, sangat berbeda dengan dia yang lebih menyukai otot dari pada lemak. Setelah menghabiskan satu kaki babi hutan dan iga babi bakar, perutnya telah terisi penuh.
Xin Yuan dan Mo Chen menatap Yi-Feng dengan heran karena pemuda itu tak menyentuh bagian lain dari babi selain iga dan satu kali depan saja.
Xin Yuan sudah sering makan daging hasil buruan nya memang bukan hewan besar karena mereka hanyalah permainan kecil. Itu dijual ke pasar yang ada di dermaga, satu ekor kelinci yang beratnya mencapai 2-4 kilogram dibayar 25 koin tembaga yang bisa ditukar dengan tepung, jika dia berhasil menangkap lebih dari tiga ekor kelinci dan permainan lainnya maka ia akan memiliki 3-4 koin perak. Itu bisa membeli tepung, minyak, beras, selain sayuran yang murah, tidak ada lagi yang ia beli. Daging bisa didapatkan dari menjerat atau menangkap permainan kecil.
Namun, selama hampir 12 tahun ini dia tidak pernah makan daging seenak ini. Meskipun jarang makan daging babi karena dianggap lebih mewah dari pada kelinci, ayam dan lainnya, namun ia sudah memakan nya ketika berada di rumah keluarga Xin dulu dan keluarga Zhang. Daging babi hutan yang dibakar tidak pernah benar-benar enak, namun mengapa kali ini rasanya begitu lezat?
Wajah menggemaskan adiknya tiba-tiba melintas dibenaknya, 'Apa Qian'er sudah makan dengan baik pagi ini? Aku makan daging yang lezat, namun bagaimana dengan adikku?'
Perlahan-lahan Xin Yuan meletakkan piring, ia menyeka tangannya yang berminyak. "Yang Mulia Pangeran, apakah.. Bisakah saya- membawa sisa daging ini untuk adik saya? ..Saya khawatir, dia tidak maka dengan baik pagi ini" Xin Yuan menundukkan kepalanya, wajahnya merah karena malu bercampur takut mengatakan sesuatu yang salah pada Pangeran.
"Ehh, kau ingin membawanya untuk adikmu?" Yi-Feng melihat kembali lada daging yang masih mentah dan belum di panggang, masih tersisa satu kaki babi yang masih utuh, ada pula hati babi yang tidak dipanggang. Selain itu, semua jeroannya telah dibuang, "bawa saja.. silahkan. Adikmu pasti menyukainya, bawa juga dengan kecap racikanku... ini akan menambah rasa nikmat," ia menyetujui permintaan anak itu.
Xin Yuan langsung berterima kasih karena kebaikan Yi-Feng. Setelah mereka menyelesaikan sarapan yang hanya daging babi hutan, mereka menelusuri hutan untuk mencari dua orang lainnya.
__ADS_1
Dalam perjalanan itu juga mereka tidak memiliki tangan kosong, ada sekelompok babi hutan yang sepertinya merupakan keluarga. Ada juga kelinci, musang dan lainnya namun tidak menemukan tanda-tanda hewan besar yang ganas.
Hari telah beranjak siang, dan mereka berhenti lagi karena melihat adanya sekelompok rusa didepan sana.
"Yang Mulia, tunggu sebentar." bisik Mo Chen yang menghentikan Yi-Feng yang sudah mengambil langkah kedepan
"Apa yang terjadi?" balas Yi-Feng menatapnya heran.
Xin Yuan langsung mengerti apa yang terjadi, "rusa memiliki indera pendengaran yang sangat kuat. Mereka bisa mendeteksi jika adanya bahaya yang mendekat," gumam Xin Yuan pelan.
Yi-Feng memiliki indera pendengaran yang sangat baik, tentu saja mendengarnya. Ia mengangkat kepalanya dan melihat bahwa beberapa ekor rusa telah mengangkat kepala mereka dan mengintai sekitar
Sekarang dia mengerti, dia yang terlalu tergesa-gesa sebelumnya. Ini karena tidak adanya pengalaman dalam berburu sebelumnya.
Mo Chen mengangkat busur dan meletakkan anak panah di senar, ia kemudian menariknya sambil terus membidik seekor rusa yang memiliki tubuh gemuk. Kekuatan di senar yang begitu kuat membuatnya sangat kencang, setelah anak panah dilepaskan senar itu bergoyang beberapa kali.
Anak panah menembus angin, membelanya menjadi dua dan mengarah pada rusa tadi dengan kecepatan tinggi. Setelah sepersekian detik, ada ringkikan dari rusa tersebut, namun semua temannya melarikan diri dengan cepat karena merasa terancam dan meninggalkan nya.
Yi-Feng menoleh pada Mo Chen, "kerja bagus! Kita berhasil menambah satu lagi," ia cukup puas dengan berburu hari ini. Dia tak mengharapkan bisa menangkap beruang, harimau atau serigala.
Namun, kesenangan itu tidak berlangsung lama karena adanya auman dari hewan liar lain.
__ADS_1
"Apa itu?" Yi-Feng melihat kearah dua orang dengan bingung, Xin Yuan menggeleng tidak tahu
"Beruang, ada beruang tidak jauh dari sini." ucap Mo Chen yang membuat Yi-Feng terkejut