The Second Prince

The Second Prince
Alergi [2]


__ADS_3

Pernyataan Yi-Feng tentang menurunkan demam dengan cara kompres dengan kain yang basahi membuat Lio-Guan mengerutkan keningnya. Dia tiba-tiba teringat mendiang Ibu Suri, sang nenek Kekaisaran yang merawat mereka saat masih kecil.


Saat mereka demam, wanita tua itu berada disamping dengan satu mangkuk air dingin, kemudian ada kain yang dibasahi dan menaruhnya diatas kening.


Cara Yi-Feng mengatasi demam mirip dengan nenek kekaisaran nya. Ini membuat pikirannya kembali disaat-saat itu.


Saat pelayan membawa air dan kain, Yi-Feng menggunakan kekuatannya untuk membuat air biasa memiliki suhu yang rendah dan menjadi air es. Kain kemudian diperas setelah direndam dalam air es, lalu ditempelkan di kening Li-Fei.


"Jika kain tidak lagi dingin, masukan kedalam air ini dan lakukan seperti barusan kulakukan. Ini akan membantu Feife lebih cepat sembuh," ucap Yi-Feng pada pelayan yang berada dibelakang Selir Mo.


"Baik, Yang Mulia." balas wanita itu patuh.


Kemudian, terdengar suara pintu yang dibuka, seorang pria tua berpakaian pejabat warna putih diikuti oleh pria yang usianya lebih muda, masuk kedalam kamar.


" Baginda, Yang Mulia, Selir Mo dan para pangeran, saatnya memeriksa denyut nadi Putri Li-Fei," ucap pria tua yang sepertinya merupakan dokter, dan dibelakang merupakan asistennya.


Yi-Fang menarik adiknya mundur, padahal sat itu Yi-Feng mau melakukan tindakan lanjutan, memberikan obat penurun panas dan infus.


"Ehh? ...Ada apa?" tanya Yi-Feng


"Biarkan Dokter kekaisaran yang merawat Feife, meski kau tahu ilmu medis, jangan buat masalah disini." ucap Yi-Fang


Yi-Feng, "Kau meragukan ku, Kak?"


"Ya, aku meragukan mu .. Feng'er, bagaimanapun sister Feife sedang sakit. Aku juga tak pernah memberikan mu buku ilmu medis, jangan lupa jika hampir semua buku dalam perpustakaan mu berasal dari ku." ucap Yi-Fang memperingatkan, dia hanya tak ingin adik kembarnya membuat masalah.


Yi-Feng di sisi lain, di mengerutkan keningnya.


'Aku ini adik dari Axila, aku juga berasal dari masa depan yang pengetahuan nya lebih baik dari zaman ini. Lagi pula, demam dapat diatasi dengan minum antibiotik, tak lupa juga aku ini pernah mempelajari penanganan pertama saat disekolah!' batin Yi-Feng.


Dan soal memasang infus serta mengatur kecepatan cairan infus telah ia pelajari. Menjadi adik ipar dari seorang Bos Mafia membuatnya memiliki banyak hal untuk dipelajari, dia juga pernah mendapatkan peran dalam drama "Posesif Brother".

__ADS_1


Drama yang menceritakan bagaimana lima orang kakak laki-laki sangat posesif pada adik perempuan mereka yang merupakan anak bungsu, drama keluarga konglomerat yang keturunannya menjadi kumpulan anak jenius. Karakter nya dalam drama menjadi anak ketiga, seorang dokter muda yang sangat berbakat.


Berada di dunia akting membuat Azka juga memiliki secara bertahap memperhatikan karakternya dalam peran, misalkan dia akan belajar ilmu kedokteran dari sang ahli. Dia diajarkan untuk mendiagnosis penyakit ringan seperti demam, batuk, pilek dan lainnya. Dia juga belajar melakukan pertolongan pertama jika adegan berada dalam keadaan darurat, menggunakan stetoskop yang ditempelkan pada dada lalu mendengarkan jantung yang bekerja, mengukur denyut nadi, tekanan darah. dan lain sebagainya.


Hal seperti ini, bisa dia tangani dengan baik. Oke? .. Meskipun bukan dokter yang sebenarnya, namun dia bisa melakukan hal-hal ini dengan baik, bahkan mendapatkan pujian dari dokter! Semua orang memujinya sebagai seorang aktor jenius, banyak hal yang dia tahu.


Dia bisa menjadi dokter, koki profesional karena Azka memang sangat suka masak, dia bisa menjadi seorang pebisnis, bisa jadi seorang gangster, dan lainnya!


Namun apa dikata, dia hanya bisa menutup mulutnya dan melihat tabib menempelkan jarinya dipergelangan tangan Li-Fei, dia mengukur denyut nadi anak itu.


Diam-diam mencibir dalam hati, 'Jika mereka mampu, kenapa Feife masih demam? ..Lagi pula, anak ini menunjukkan tanda-tanda alergi, oke?'


"Bagaimana kondisinya?" Yi-Feng sudah tak bisa menahan dirinya lagi


"Maaf Yang Mulia, namun kondisi tubuh Putri Li-Fei semakin memburuk. Terlebih, Putri Li-Fei tak mau minum obat, jika pun dipaksa maka akan dimuntahkan lagi beserta makanan yang dimakan, saya akan meresepkan obat baru." balas Dokter Zhang, yang merupakan kepala dokter kekaisaran.


Kening Yi-Feng kembali mengerut, Ida maju selangkah kemudian menatap wajah Li-Fei yang pucat, anak itu juga terlihat sangat lemah.


"Benar, Yang Mulia." balas wanita itu


"Dokter Zhang, bagaimana menurutmu?" tanya Yi-Feng, yang mendapatkan tatapan dari semua orang


"Maaf Yang Mulia, apa maksud Anda?" tanya Dokter Zhang


"Anda merupakan seorang Dokter, jadi mendiagnosa adikku bukanlah hal yang berat bukan?" ucap Yi-Feng santai


"Yi-Feng, apa maksud mu? ... Dokter Zhang jelas merupakan dokter kekaisaran yang paling terampil, bagaimana bisa dia tak mendiagnosis Fei'er dengan baik? ...Mungkinkah sakitnya Fei'er karena sesuatu?" ujar Permaisuri


"Tentu. Namun, ini sudah lebih dari 24 jam, namun Feife belum mendapatkan penanganan yang benar-benar baik dan hanya dipaksa minum obat pekat yang pahit. Lambat dalam mendiagnosis akan menjadi buruk, apa Ayah Kaisar tahu ini?" ucap Yi-Feng


Dokter Zhang menatap Yi-Feng dengan pandangan meremehkan. 'Apakah dia seorang dokter? .. Jelas-jelas kami saja masih belum bisa mengetahui penyebab Putri Li-Fei sakit, namun dia mengatakan seolah-olah mengetahuinya? Cihh'

__ADS_1


"Yang Mulia, apa maksud Anda, Anda mengetahui penyakit dari Putri Li-Fei?" tanya Dokter Zhang.


"Tentu, aku tahu penyakitnya, namun penyebab nya akan ku ketahui setelah ini." balas Yi-Feng santai


"Lalu, bagaimana menurut Anda? ..Anda perlu mengingat ini, sebagai seorang Dokter saya akan mengingatkan jika; Anda akan bertanggung jawab atas setiap kata yang Anda katakan! .. Pangeran Muda, dapatkah Anda bertanggung jawab atas perawatan Putri Kekaisaran?" Dokter Zhang sudah mencibir dalam hati, dia telah bersiap agar Pangeran ini mempermalukan dirinya.


"Tentu," ucapan Yi-Feng yang santai membuat suasana didalam kamar itu menjadi tegang.


Yi-Feng mendekat, lalu mengeluarkan stetoskop dari ruang dimensi, namun ia melakukan seakan mengambilnya dari cincin ruang.


"Apa itu?" tanya Yi-Fang


"Stetoskop, ini merupakan alat ya g digunakan untuk mendengarkan suara organ di dalam tubuh, seperti denyut jantung, nadi, organ pencernaan, dan paru-paru. Tidak hanya itu, alat ini juga dapat mendengar suara aliran darah bahkan bunyi detak jantung janin yang masih berada di dalam kandungan," jelas Yi-Feng.


Pemuda itu mengambil tempat disamping Li-Fei, membuka sedikit baju bagian atasnya namun tangannya langsung dihentikan oleh Lio-Guan, "apa yang kau lakukan?"


"Aku perlu menempel bagian ini pada dadanya, lalu mendengarkan organ Feife bekerja." ucap Yi-Feng, Lio-Guan mengangguk paham


Saat Yi-Feng akan kembali bekerja, dia kembali dihentikan oleh Selir Mo. "Yang Mulia, apakah Anda yakin?"


Yi-Feng mengambil nafas, dia harus membuat dirinya sabar. Adegan ini mirip dengan salah satu akting dalam "Posesif Brother", yang dimana dia selalu dihentikan oleh para aktor lain saat sedang mendiagnosis adik perempuan mereka yang sedang sakit.


"Tentu, aku sangat yakin ...Lalu, aku memiliki seorang Guru yang merupakan multi talenta, dia mengetahui banyak hal di Dunia ini, bahkan Guruku itu dapat menyembuhkan segala macam penyakit, dan jika dia yang menangani seseorang maka orang itu akan selamat meski telah berada di depan pintu neraka." ucap Yi-Feng, memaksa dirinya tersenyum pada Selir Mo.


Sekali lagi dia mendapat anggukan dari wanita itu. Kembali dia akan melakukan hal yang tertunda, Yi-Fang kembali memanggil namanya.


"Feng'er, bukankah gurumu itu-"


"Apa lagi? ..Tidak bisakah kalian semua menyimpan pertanyaan untuk sementara? Kalian mengganggu konsentrasi ku, oke?!" suaranya meninggi dalam kamar itu, membuat semua orang menatapnya dengan terkejut.


"Jika kalian menghentikan ku lagi, lihat bagaimana aku akan melempar kalian semua dari ruangan ini!" aura pemuda yang sedang kesal memberikan sedikit tekanan pada mereka, semua orang tiba-tiba mengunci mulut rapat-rapat dan hanya bisa mengamati apa yang dilakukan oleh pemuda itu

__ADS_1


__ADS_2