The Second Prince

The Second Prince
Swalayan?


__ADS_3

Yi-Feng melanjutkan perjalanan hari ini, dia berkeliling dan melihat-lihat toko-toko yang berada di pasar ini.


Yu-Cheng membawa pria cantik itu ke toko-toko milik mendiang Ibu Suri.


Pemuda itu benar-benar kagum pada Nenek buyut Kekaisaran ini, apakah dia seorang dokter? .. Tentara wanita? .. Pebisnis? ..Atau apa?. Mengapa dia terlihat luar biasa di dunia ini?


Dia bisa mengobati penyakit, bisa melakukan otopsi, dan bisa membuat obat. Harus seorang dokter ahli yang melakukan nya, bukan? ..Namun, ada banyak hal yang tak bisa dijelaskan dalam waktu yang bersamaan, jika dia memang dokter, lalu dokter apa dia?


Dia bisa membentuk pasukan khusus sendiri, membuat derajat wanita yang dipandang sangat rendah oleh masyarakat menjadi lebih baik, wanita mulai bisa melakukan hal yang mereka suka tanpa dikekang oleh pihak keluarga. Meskipun dalam lingkungan yang kecil. Namun itu lebih baik dari pada ratusan tahun yang lalu


Bahkan berbisnis, wanita ini melakukannya dengan sangat baik. Terdapat beberapa toko kelas atas dan kelas menengah dan toko untuk kalangan bawah yang menyediakan berbagai barang dengan kualitas sesuai dengan kelas dan uang seseorang.


Ada toko kosmetik, pakaian jadi ataupun pesanan, toko kain dengan berbagai jenis kain, pabrik anggur, toko obat-obatan, dan masih banyak lagi.


Kali ini, Yi-Feng pergi ke toko yang menjual beberapa barang acak. Ini adalah toko kelas menengah, yang dimana siapa saja bisa membeli barang acak disini. Banyak orang yang masuk kedalam dan keluar dari sana, membeli kebutuhan yang mereka perlukan.


Saat memasuki toko, ia sedikit terkesima dengan apa yang dilihatnya. Toko ini memiliki desain interior yang sama persis seperti bagian dalam swalayan dan supermarket. Tata letaknya sama persis, bahkan cara penyusunan nya juga sama persis.


Terdapat rak dengan dua sisi, bagian belakang maupun bagian depan.


Yi-Feng berkeliling dengan Yu-Cheng, sama seperti saat berbelanja di supermarket, terdapat keranjang yang diberikan untuk bisa digunakan untuk menyimpan barang belanjaan didalamnya, sebelum kemudian akan dihitung di kasir dengan harga yang sama.


Terdapat juga harga tiap barang yang ditempelkan kertas, sehingga seseorang dapat mengetahui harga barang tersebut.


Ada seorang wanita yang mendekati mereka, wanita tersebut mengenakan pakaian pekerjaan toko. Ia tersenyum dan menyapa pelanggan dengan sopan, "Salam Tuan muda yang terhormat, apakah Anda membutuhkan sesuatu?"

__ADS_1


Yi-Feng menoleh, "Aku masih berkeliling dan tak tahu harus membeli apa, apakah Anda bisa merekomendasikan barang bagus yang bisa saya beli?"


Pelayan tadi tersenyum ramah, "Saya akan membantu Anda menemukan barang yang mungkin Anda sukai, Tuan muda. Anda bisa mengikuti saya... Apakah Anda tertarik dengan makanan ringan atau sesuatu?" ia berjalan dibelakang Yi-Feng.


"Ohh.. makanan ringan apa saja yang kalian miliki? ..Saya ingin membelikan nya untuk putri saya, bisakah Anda rekomendasikan nya?" balas Yi-Feng. Dia merasa nyaman saat berbelanja, wanita ini lumayan juga bekerjanya


Namun, Yi-Feng jadi mengingat zaman modern. Akan ada pramuniaga yang akan berada dalam swalayan atau supermarket dibeberapa titik, sehingga jika pelanggan tidak dapat menemukan barang yang ia cari, mereka akan menghampiri dan bertanya dimana letak barang itu berada.


Sistem kerja ini, sama persis seperti yang berada dimasa depan nanti.


Karena Yi-Feng mengatakan ingin makanan ringan, pramuniaga ini membawa mereka ke rak makanan ringan. Terdapat beberapa makanan ringan disana, meskipun tidak seperti yang berada di zaman modern, namun ini lumayan juga.


Itu adalah deretan kue kering Cina dan barat, kue basa, permen dengan berbagai bentuk dan beberapa rasa, kue kelapa, dan masih ada beberapa jenis lagi. Yi-Feng mengambil masing-masing satu lalu mencobanya, ia memilih yang menarik perhatiannya lalu memasukan nya kedalam keranjang belanja.


Mereka pergi ke bagian lain dan berkeliling untuk melihat beberapa barang


Wanita itu tersenyum, "Tebakan Anda benar, Tuan muda. Ini merupakan sabun batangan, ini merupakan produk yang biasanya mungkin anda temukan dalam kamar mandi Anda sendiri. Apakah Anda tertarik untuk membelinya? .. Jangan ragu, Ayah dan saudara laki-laki saya bahkan menggunakan nya untuk mandi, ini lebih efektif dari pada menggunakan kelopak bunga untuk mandi. Bisa digunakan oleh pria maupun wanita.


Kami baru saja mengeluarkan sabun wangi baru, ini merupakan wangi jeruk... Anda mungkin menyukainya," pramuniaga itu bahkan tidak ragu untuk mempromosikan produk mereka.


Jika Yi-Feng membelinya, dia akan mendapatkan tambahan koin untuk gajinya. Hehehee...


'50 koin tembaga perbatang?'. Dia sedikit bingung, mengapa dia tak tahu jika jika ada mata uang koin tembaga? ..Yang ia tahu, hanya perak dan emas saja. Namun ia terdiam, Yi-Feng mengangguk lalu ia mengambil 5 batang sabun dengan wangi yang berbeda, ini hanya untuk mengujinya saja. Dia tahu, pasti sabun ini adalah buatan sang Nenek buyut Kekaisaran sebelumnya yang akhirnya dikembangkan oleh orang-orang ini. Pasti juga memiliki pabriknya sendiri, namun ia juga penasaran, selain sabun mandi, apa lagi yang dibuat oleh wanita itu?


"Selain sabun mandi, apakah ada shampo?" Yi-Feng iseng bertanya

__ADS_1


Senyum wanita itu semakin melebar, "Tentu saja. Shampo berada tepat di samping rak ini, Anda bisa melihatnya sendiri."


Yi-Feng mengalihkan pandangannya pada deretan botol keramik dengan tiga ukuran, besar-sedang-dan kecil. Tangannya terulur mengambil dua botol ukuran sedang, memasukan nya kedalam keranjang belanja yang dipegang oleh Yu-Cheng


Yi-Feng juga menemukan sabun pasta yang biasanya digunakan untuk mencuci baju atau mangkuk dan peralatan dapur lainnya. Mungkin saja Nenek buyut Kekaisaran ingin membuat deterjen namun itu sangat sulit, sehingga yang bisa ia buat hanyalah sabun pasta berwarna putih kehijauan ini saja, itupun pasta sabun diletakan dalam pot kecil untuk dijual.


Yi-Feng benar-benar kagum dengan Transmigrasi ini, sepertinya dia harus mencari orang ini ketika ia kembali ke dunianya nanti. Namun, kemana dia harus mencari wanita itu, dia bahkan tidak tahu siapa teman transmigrasi ini.


Ini sulit!


Yi-Feng kemudian mengetahui jika toko acak yang pernah ia datangi sebelumnya merupakan cabang toko milik neneknya yang digunakan untuk menjadi mahar saat menikah dengan Kaisar sebagai seorang Selir.


Namun, alasan sebagai mahar hanyalah kedok belaka, toko-toko itu sebenarnya merupakan tempat penghasil uang untuk menggaji para pasukan dari tim kecil miliknya diwaktu dulu. Setelah membuat perkumpulan wanita dengan beberapa wanita lain, mereka dilatih dengan giat dan keras lalu mulai bekerja dibawah perintah Nya saat itu. Ia menggaji mereka dari hasil toko-toko ini tanpa bantuan negara. Pasukan kecil itu akhirnya mulai berkembang menjadi sedikit lebih besar, namun mereka tetap merahasiakan keberadaan mereka. Hanya nama 'Dewi kematian' lah yang diketahui oleh masyarakat. 'Dewi Kematian' adalah nama perkumpulan mereka saat itu, bahkan Sampai saat ini masih tetap berjalan namun dibawah perintah Pensiunan Kaisar saat ini tanpa diketahui oleh siapapun.


Sebenarnya, perkumpulan 'Dewi Kematian' sendiri adalah prajurit Elite yang tersembunyi, mereka akan mematuhi perintah dari orang yang memegang 'segel' yang saat ini hilang bersama kematian Putri Mahkota Xian Liu-Mei. Sebelumnya mereka juga dipimpin oleh Liu-Mei dalam peperangan dan membuat Kekaisaran memiliki nama di seluruh Benua Utara.


Segel itu berukuran kecil, lebih mirip cap dengan ukuran yang lebih kecil dari pada segel kerajaan.


Namun, disegel itu terdapat banyak ukiran rumit yang dibuat oleh Nenek buyut Kekaisaran. Hal ini disengaja agar tak ada yang bisa meniru segel ini. Lalu, segel ini juga diselipkan pada gagang Pedang yang digunakan oleh Putri Liu-Mei saat menebas musuh dimedan perang


(Kembali ke topik!)


............


Saat mereka berjalan kearah kasir, terjadi keributan didepan sana. Terdapat sekelompok orang yang menonton pertengkaran antara dua orang wanita

__ADS_1


"Sudah kubilang, dia pasti mencuri dompetku." tuduh wanita dengan pakaian yang lebih bagus


"Bibi, sudah berapa kali aku bilang. Aku tak mencuri dompetmu," sangkal wanita lain yang terlihat lebih muda dari yang lain.


__ADS_2