
Kini, kedua pria berbeda generasi itu duduk santai dan menikmati angin musim panas. Hari sudah beranjak siang, dan para Koki Kerajaan sedang membuat makan siang di dapur Istana.
Memang, setiap anggota keluarga kekaisaran akan mendapatkan makan setiap harinya dari dapur Istana, namun berbeda dengan Yi-Feng yang malah memasak makanan nya sendiri.
Bukan karena meremehkan para Koki kekaisaran, namun karena rasa masakan yang berbeda tidak terbiasa di lidahnya.
Masakan China itu lezat, namun tidak cocok dengan lidah semua orang. Sama halnya dengan Yi-Feng, hanya ada beberapa yang cocok dengannya. Karena kebanyakan, orang-orang menggunakan bumbu yang sama untuk tiap masakan
Lalu, belum ada saus tiram entah karena memang belum menemukan nya atau karena tak ada yang tahu cara pembuatannya. Namun, yang pasti dia tak cocok dengan selera orang-orang kuno ini.
Yi-Feng mengingat kembali mengapa Pensiunan Kaisar memanggilnya. Ketika ia bertanya, pria itu berdehem sebentar.
"Feng'er, Kakek dengar kau benar-benar sibuk akhir-akhir ini."
Yi-Feng mengangguk, "Kakek benar.... Aku sangat sibuk akhir-akhir ini, restoran sedang dalam tahap pembangunan dan para koki harus dilatih untuk makanan yang akan di rilis nanti."
"Bukankah, akan lebih mudah jika kau menggunakan Koki kekaisaran saja?" Tanya Pensiunan Kaisar
"Kakek, meskipun aku seorang pangeran, namun aku ingin mandiri dan tidak terus bergantung pada apa yang dimiliki oleh Ayah Kaisar. Para koki adalah bawahan Kaisar, bagaimana aku bisa dengan mudah menggunakan kekuatan Ayah Kaisar? ...Aku ingin menggunakan kekuatan ku sendiri untuk membangun namaku." Jelas Yi-Feng panjang
Pria tua itu terdiam, sikap ini mirip dengan keras kepalanya Liu-Mei, putri tercintanya. Ia terdiam selamat beberapa saat
"Kakek tidak melarang mu, hanya saja kesibukan mu ini... Bagaimana cara kakek mengatakan nya? ..Ada seseorang yang tersakiti, kau sangat sibuk dan tidak memperhatikan nya. Kakek hanya ingin, agar kau dekat dengan nya." Ucap Pensiunan Kaisar
__ADS_1
"Seseorang yang tersakiti? ... Apa aku menyakiti perasaan Ibu Permaisuri? Atau, apa aku tidak memperhatikan sesuatu? Kakek, tolong katakan padaku. Aku merasa bingung," ucap Yi-Feng dengan raut wajah yang mendukung.
Namun sebenarnya dia tahu arah pembicaraan ini, sebelumnya dia sudah ditegur oleh Kakak kembarnya, jadi... Apa tujuan Kakeknya memanggil dia adalah karena hal ini juga?
"Hahh... Feng'er, kau masih muda dan belum benar-benar dewasa. Kakek melupakan hal itu. Feng'er, meskipun kau sibuk, bisakah kau meluangkan waktu mu sedikit untuk menemani Jingmi? Kalian adalah sepasang tunangan, sudah seharusnya saling mengenal dan dekat. Ini agar kalian berdua memiliki hubungan yang dekat," Xian Junfang (Nama Pensiunan Kaisar) menasehati cucu kesayangan nya itu.
Yi-Feng terdiam sejenak, dia sudah tebak arah pembicaraan ini dan tak terkejut dengan perkataan dari kakeknya. Dia mengangguk dan dengan patuh menjawab, "Baik, Kakek. Aku akan mulai memperhatikan dia, jangan khawatir." Dia mencoba untuk menghibur pria tua itu
Ini pasti permintaan dari saudara perempuan Kakeknya, si nyonya tua itu. Kakek dekat dengannya dan hanya wanita tua itu seorang yang dianggap Saudara oleh Kakeknya, selain itu semua saudara yang lahir dari ayah yang sama adalah musuh dalam selimut.
Pada siang hari, makanan dari Dapur kekaisaran telah tiba, mereka makan berdua. Kali ini, Yi-Feng cukup menerima rasa otentik yang pas dengan lidahnya.
Setelah selesai makan siang, dia kembali ke Istana Bulan dengan alasan ingin menidurkan Yongxi dan ingin istirahat juga.
'Bahkan kakek sudah meminta hal itu padaku, aku tak bisa melawan sekarang. Jadi, mari turuti apa yang diinginkan oleh wanita tua itu saja' batin Yi-Feng.
Bahkan, ketika surat telah di tulis, Yi-Feng masih mengirimkan Yu-Cheng ke kediaman dimana kedua wanita itu berada. Ini adalah salah satu kediaman di Harem, itu merupakan tempat milik Nyonya tua Xian ketika dia masih gadis. Dia dan cucunya tinggal disana
Ketika pelayan pribadi nya datang dan mengatakan jika ada pelayan yang datang dari Istana Bulan, Nyonya tua Xian merasa sedikit terkejut.
"Bukankah, Istana Bulan adalah tempat tinggal Pangeran kedua Kekaisaran?" tanyanya dengan heran pada pelayan pribadi di sampingnya.
" Sungguh benar, apa yang Nyonya katakan. Istana Bulan adalah tempat tinggal Pangeran kedua Kekaisaran, Xian Yi-Feng." jawab pelayan itu dengan cepat.
__ADS_1
"Kalau begitu, tunggu apa lagi. Panggil dia datang menghadap ku!" ucapnya dengan semangat. Sebelumnya, dia mengeluhkan hal ini pada Saudara laki-lakinya, tidak menyangka jika Junfang bertindak cukup cepat.
Dalam hatinya, dia merasa sangat senang dan puas.
Ketika Yu-Cheng di panggil dan menghadap Nyonya tua Xian, dia memberikan salam sebelum akhirnya menyerahkan surat itu.
"Apakah Bocah- maksud ku, apakah Yang Mulia Pangeran Kekaisaran yang menulis surat ini secara pribadi?" tanya wanita tua itu melirik Yu-Cheng dengan mata ekornya.
"Menjawab, Nyonya. Yang Mulia sendiri lah yang menulis surat ini." Dan tanpa ragu, Yu-Cheng pun berbohong. Kepalanya terus menunduk, sehingga wanita tua itu tidak melihat kebohongan di mata Yu-Cheng
'Lagi pula, wanita tua itu tidak akan mengetahui jika surat ini di tulis oleh ku atau bukan. Yu-Cheng, bukankah kau juga memiliki kaligrafi yang bagus? Kau saja yang menulis nya, oke? Lalu, jika kau mengantarkan nya dan di tanya oleh mereka, katakan saja jika surat ini di tulis langsung olehku.'
ucapan Yi-Feng masih terngiang di benaknya. Setelah Nyonya tua itu menanyakan beberapa hal, Yu-Cheng di ijinkan untuk kembali.
Nyonya tua Xian memanggil cucunya dan dengan bersemangat menyuruhnya agar berdandan yang cantik untuk menemani Yi-Feng minum teh sore ini, Pangeran itu mengundangnya ke Istana Bulan.
Melihat neneknya begitu bersemangat, Tang Jingmi tidak berani untuk menolak. Dia menuruti ucapan sang Nenek.
Ini adalah kali kedua dia menginjakan kakinya di Istana Bulan, sebelumnya dia dan Lu Yuanxi pergi untuk minta maaf, namun tidak bisa berkeliling karena tidak diijinkan oleh sang pemilik Istana.
Kali ini, dia akan masuk lagi namun karena di undang untuk minum teh. Seharusnya, hal ini sangat baik bukan?
Meskipun dia tidak memiliki perasaan yang mendalam untuk Yi-Feng, namun dengan menjadi Istri sah dari seorang Pangeran Kekaisaran yang lahir dari Istri sah, Seorang Permaisuri adalah suatu kehormatan yang sangat langka.
__ADS_1
Kali ini, dia harus berkeliling untuk melihat seperti apa Istana Bulan ini. Karena kabar yang datang mengatakan jika, Istana Bulan tidak kalah mewah dengan Istana milik Kaisar sendiri, tidak kalah dengan yang dimiliki oleh Pangeran Mahkota.
Ini, haruslah benar-benar bagus dan memiliki keindahan tersendiri, bukan?