
"Pangeran ini lah yang mengusulkan untuk menerima Desa Lin menjadi bagian dari Kerajaan!.. Pangeran inilah yang menyetujui untuk melepaskan bukit dan gunung untuk kerajaan Wang!.. Pangeran inilah yang akan bertanggung jawab terhadap Desa Lin!.. Pangeran inilah yang membuat keputusan ini, meminta sebagai hadiah ulang tahun yang selama ini tak pernah Pangeran ini rayakan!..
Lagi pula, kenapa jika pangeran ini menginginkan Desa Lin, kalian pikir kalian hebat sehingga bisa mengendalikan seluruh wilayah?!.. Lalu mengapa gunung itu tak digunakan sumber dayanya?!.. Mengapa dibiarkan kosong?.. Mengapa tak ada penduduk yang tinggal disana?.. Jika kalian ingin mempertahankan wilayah itu, lepas jabatan kalian dan pergi kesana. Pangeran ini yang akan mengurus kalian di gunung itu!" dengan emosi yang meletup-letup seperti gunung berapi yang sedang erupsi, Yi-Feng benar-benar mengungkapkan kekesalannya.
Bahkan, hanya dengan satu tarikan nafas yang panjang, ia mengungkapkan kekesalannya.
Jika topeng tak berada di wajahnya, semua orang bisa melihat jika wajahnya sedang memerah karena marah!
Yi-Fang bisa melihat kemarahan adiknya, ia juga melihat telinga itu memerah. Lalu, mereka adalah anak kembar, yang perasaan nya sedikit terhubung sehingga kemarahan Yi-Feng juga terasa olehnya.
Mungkinkah ini yang dinamakan telepati?
Lio Guan menatap putra keduanya dari atas singgasana, benar-benar terkejut dengan ledakan amarah dari pemuda ini. sebenarnya dia juga kesal dan marah namun sebelum kekesalannya meluap, Putra keduanya telah menyela terlebih dahulu.
Apakah ini putranya? Dia benar-benar bisa semarah ini?..
"Dan lagi, Pejabat. Anda pikir mereka yang berada di Desa Lin menginginkan agar mereka dibuang? Tidak!.. Mereka juga ingin terlahir dengan elemen, bisa melindungi diri sendiri dan orang terdekat mereka!.. Lalu, Aku membaca catatan penduduk, setiap tahun dari tahun ke tahun, banyak orang yang terlahir tanpa elemen lalu mereka dibuang oleh keluarga mereka, tak memiliki tujuan sehingga pergi ke Desa Lin...
Jumlah ini semakin bertambah, yang lemah dilempar keluar dari wilayah kerajaan, dan yang kuat tetap berada di wilayah kerajaan!..
Apakah ini yang disebut dengan kekuatan orang kuat?.. Lalu, siapa yang ingin anda lindungi?" Ucapan Yi-Feng terdengar seperti sindiran, bahkan matanya juga mengarah pada orang-orang dibawah sana.
Semua menteri dan Pejabat menundukkan kepalanya, tak ada yang berani mengangkat wajah saat ini.
__ADS_1
"Aku bertanya, namun tak ada yang menjawab?.. Sebenarnya, kalian ini orang kuat atau pengecut?.. Tak mempedulikan teriakan minta tolong dari orang-orang lemah, heh... dasar pengecut!" ejek Yi-Feng secara terang-terangan.
Sensor Yang tak lagi bersuara, bahkan dia gemetaran saat ini ditempat nya. Tubuhnya mengeluarkan keringat dingin, dia benar-benar tak bisa melakukan apapun dibawah tekanan yang begitu kuat dari Kaisar dan Putra Mahkota.
Rasa panas dan dingin menyerangnya secara bersamaan! Tubuhnya benar-benar bergetar ketakutan.
Sepertinya, dia benar-benar telah menyinggung dua penguasa ini. Meskipun matanya tak bisa diangkat untuk melihat ekspresi Kaisar dan Putra Mahkota, namun dia tetap merasakan tatapan tajam bak berlatih yang diarahkan padanya
Lio Guan mengambil nafas agar bisa sedikit menenangkan dirinya, "Pangeran kedua lah yang meminta keputusan ini, dia memohon agar bisa membantu Desa Lin setelah melihat catatan para penduduk yang semakin menurun elemen nya... Apa yang dikatakan oleh Putraku memang benar..
Sudah ku putuskan, Tanggung jawab Desa Lin akan jatuh pada Pangeran kedua Yi-Feng." ucap Lio Guan dengan tegas.
"Hamba menerima tanggung jawab yang diberikan oleh Kaisar," ucap Yi-Feng
Mereka menyebar diantara para pejabat dan menteri, membawa teko dan menuangkan dua cangkir kepada semua orang, termasuk untuk Kaisar setelah diterima oleh Pelayan Pribadi Kaisar, ini karena semua pekerjaan harus ia lakukan karena merupakan pelayan pribadi dari Kaisar.
Dua cangkir diantara ada teh apel dan jus apel.
Setelah sepuluh Pelayan keluar, ada lagi rombongan pelayan yang masuk dengan membawa sesuatu berbentuk seperti mawar yang berukuran satu telapak tangan orang dewasa, ini adalah Pie apel.
Semua orang saling pandang dengan terheran-heran, namun tak ada yang bertanya hingga Mentri Liu mengangkat suaranya.
"Yang Mulia, apakah ini?" pertanyaan belum ni tertuju pada Yi-Feng.
__ADS_1
"Yang berwarna pekat seperti teh adalah Teh Apel yang Pangeran ini buat secara pribadi, lalu yang sebelahnya adalah Jus Apel. Keduanya terbuat dari apel, lalu yang berbentuk Bunga yang cantik seperti Mawar adalah Pie apel mawar, juga dibuat menggunakan apel sebagai bahan pokoknya.. Silahkan dicoba," setelah dijelaskan sebentar ia mempersilakan semua orang untuk minum dan makan.
Semua pejabat dan Menteri saling pandang, lalu terdengar pujian dari Putra Mahkota dan Kaisar.
"Dengan harum yang menggoda, lalu rasa apel dan teh bercampur jadi satu, benar-benar sangat nikmat.. Rasa Apel sangat mendominasi, namum rasa dari teh juga tak hilang.. Ini benar-benar sangat nikmat.. Terima kasih Feng'er, telah membuatkan Teh yang begitu nikmat untuk Kaisar ini." Puji Lio Guan.
Tunggu, apakah telinga mereka tak salah dengar?
Kaisar berterima kasih hanya karena dibuatkan Teh oleh Putra keduanya?
Apakah matahari terbit dari barat?.. Ini sangat langka!
"Kesukaan ku adalah Pie apel mawar, Ayah Kaisar harus mencobanya.. Ini adalah kue pertama yang dibuat oleh adikku secara pribadi. Rasanya, jangan diragukan lagi" puji Yi-Fang juga
Mendengar hal ini, Lio Guan segera mengambil Pie yang sudah dipotong dengan ukuran yang lebih kecil, lalu memasukkan kedalam mulutnya.
Matanya segera terbuka lebar, rasa manis dengan aroma dan rasa buah yang sangat mendominasi... Kuenya juga lembut, benar-benar sangat enak!
Semua mata tertuju pada reaksi Lio Guan sebagai Kaisar, dengan sedikit rasa penasaran mereka meneguk sendiri Teh Apel, lalu menikmati Pie apel yang enak, ada pula Jus apel yang nikmat.
Semua Pujian tertuju pada Yi-Feng sebagai Pangeran kedua, jadi ternyata alasan mengapa ia bersikeras untuk mendapatkan Desa Lin karena ini?
Sepertinya, memang keputusan yang benar Mereka juga malu setelah diejek oleh Pangeran kedua sebagai seorang pengecut!
__ADS_1
Sensor Yang sangat malu dengan ucapannya, ini ternyata alasan mengapa amarah Pangeran kedua meledak. Sepertinya, dia dalam masalah sekarang!