
Azka, dia berada disamping Axila dan tak melepaskan wanita itu. Ini cukup menyebalkan bukan?
"Kenapa kau ketakutan, apakah aku terlalu menyeramkan?" tanya si hantu, dia tidak lagi menggunakan wujud menyeramkan nya tapi normalnya agar bisa bicara dengan Azka, sehingga mau membantunya menyelesaikan kekhawatiran di dunia.
"Pergi! Aku tak mau mendengarmu!" ucap Azka
hantu, "Woy, kau harusnya membantuku, bukannya menghindari ku ,Tahu!"
Azka, "Aku tak mau, pergi!"
"Aku tak akan pergi sebelum kau membantuku, mengerti?" ucap si hantu lagi.
"Aku tak mau! Pergi kau!" pekik Azka yang ketakutan.
Levi dan Axila saling pandangan, di sana juga terdapat beberapa pelayan yang menyaksikan Azka yang ketakutan dan terus berteriak ketakutan.
Ini aneh dan tak normal seperti biasanya.
Axila disisi Azka, ia bisa mendengar jika si hantu sedang bicara namun tak bisa melihatnya. Dia cukup kesal, oke?
Dia tahu jika ini bukan lagi adiknya dan malah keponakannya ya g sedang menempati tubuh adiknya, namun dia tak bisa mengungkapkan identitas nya pada Azka yang baru ini, oke?
Dia akan mengatakan nya jika pemuda ini juga mengatakan yang sebenarnya pada dia, jadi dia akan menunggu saja.
"Cih, menyebalkan! Padahal kau lah yang bisa melihatku dan bulan orang lain. Aku janji tak akan menakuti mu lagi seperti tadi malam, oke? Jadi aku minta, tolong bantu aku." ucap si hantu lagi
"Aku tak mau. sudah kubilang, aku tak mau! ..Kau sangat menyebalkan!.. Pergi kau!" ia membuka matanya dan melototi hantu yang saat ini sedang berada didepan nya. Namun hanya dua detik setelah itu menyembunyikan wajahnya lagi di belakang punggung Axila.
__ADS_1
Levi menatap Axila, "Sayang."
Axila menoleh, "kenapa?"
"Apa sungguh ada hantu di sini?" tanya Levi ragu
"Hmmtt, ada." balasnya sambil mengangguk
Meskipun Levi tak percaya, namun jika Axila juga mengatakan hal yang sama maka tak bisa diragukan. Dia tahu Axila bukanlah seorang Indigo, namun isterinya ini bisa membaca pikiran seseorang dan mengetahui apa saja yang ada dipikiran orang tersebut. Dia menebak, istrinya sekarang pasti sedang berada dalam pikiran adik iparnya dan mendengarkan ucapan 'dia' sehingga tadi ketika didalam kamar Azka, Axila begitu nyambung saat bicara dengan si hantu.
Apakah ini hantu perempuan atau laki-laki, Levi juga penasaran. Oke?
"Hei, kau pergilah. Azka tak akan mau kau disini, dia akan terus ketakutan dan ini cukup menyebalkan. .. Sebelum dia mengatasi ketakutannya, jangan pernah muncul di rumah ini. Jika tidak, aku akan memasang jimat pengusir hantu di seluruh rumah dan kau akan kesakitan saat datang. Pergi!" ucap Axila kesal, 'adiknya' ini sangat ketakutan dengan hantu lalu kenapa hantu ini tak kunjung pergi juga?
"Kau pikir aku takut? ..Aku tak takut, biarkan adikmu ini membantuku, baru aku akan pergi dari rumah ini. Huhh!" hantu itu memalingkan wajahnya, dia pergi dan duduk di sofa yang berada tak jauh dari Azka dan melihat Azka yang masih ketakutan.
"Maafkan aku, tapi aku sangat takut.. hikss.. .hikss" isaknya
Levi kesal, dia tak masalah dengan Azka yang manja karena pemuda itu memiliki wajah imut dan menggemaskan, jadi jika memiliki sifat manja malah cukup menyenangkan karena merasa memiliki anak laki-laki yang lucu.
Tapi, dia keberatan dengan Azka yang ketakutan ini. Oke? Azka yang ini tidaklah menggemaskan, tapi menyebalkan!
Menghirup udara dengan nafas yang panjang, ia menggerakkan tangannya dan memanggil pelayan. Segera setelah itu, pelayan yang sejak tadi mengamati dengan dia mendekat.
"Ya, Tuan, apakah anda membutuhkan sesuatu?" tanya si pelayan.
"Panggil Damian, suruh dia mengambil obat penenang. Setelah itu panggil pendeta, biksu atau apapun itu dan melihat bagaimana hantu ini bisa di usir. Aku tak mau melihat Azka terus ketakutan seperti ini!" perintah Levi.
__ADS_1
"Baik, Tuan. Saya permisi," pelayan itu segera menjauh dan pergi ke ruang tamu, dimana Dr. Damian beristirahat, setelah mengetuk pintu dan menyampaikan pesan Tuannya ia segera berbalik pergi dan mengatakan hal lain pada kepala pelayan.
Damian yang menerima pesan dari Levi segera mengemasi tas obatnya, saat dia masuk ke ruang tengah, ia bisa melihat tiga anggota keluarga.
Dr. Damian, "Anda memanggil saya, Bos?"
"Ambil obat penenang, aku tak bisa melihatnya ketakutan seperti itu. Biarkan dia tidur saja," ucap Levi terdengar sedikit kejam namun dia memiliki niat yang baik, oke?
"Baik, Tuan." Segera perintah dilaksanakan, Damian mengambil suntik dan menyesuaikan dosis obat, setelah itu dia mendekati sang Nyonya.
Axila mengerti, dia memegang satu tangan Azka dan diberikan pada Dr. Damian, Azka yang menyembunyikan wajahnya dibelakang punggung 'kakaknya' tak tahu apa yang sedang terjadi. Yang dia tahu, sesuatu menusuk di tangannya seperti jarum, setelah beberapa menit matanya terasa kantuk lagi, dia akhirnya tertidur karena obat penenang yang diberikan oleh Dr. Damian.
Setelah Azka tertidur, dia kembali di gendong kedalam kamarnya yang berada di lantai dua oleh para pelayan. Sedangkan kedua kakaknya malah berdiskusi tentang apa yang terjadi pagi ini.
"Hantu ini, bagaimana cara mengusirnya?" tanya Levi yang tak mengerti
"Ada caranya, namun Azka juga harus bisa mengatasi kemampuan nya ini. Tapi yang terjadi, malah dia ketakutan, yang harus kita lakukan sekarang adalah bagaimana membantunya bisa mengendalikan kelebihannya ini." ucap Axila, dia sedang memikirkan bagaimana cara Azka mengatasi kemampuan nya.
"Kau benar. Dia baru saja kembali dan masih dalam masa pemulihan, mendapatkan kemampuan ini pasti sulit baginya. Kasihan dia," ucap Levi iba.
'Dia bukan baru mendapatkan kemampuan ini, tapi sudah sejak masih kecil, oke?' batin Axila. Bagaimana pun, dia masih ingat dengan jelas saat dia kembali ke kerajaan Xian dalam bentuk Roh, dan hanya Keponakannya lah yang bisa melihat dan mendengar nya. Anak kecil itu cukup membantunya berkomunikasi dengan sang Kakak dan Ayah Kaisar nya.
Saat Azka bangun lagi, telinganya telah disumbat menggunakan Headset yang telah diputar musik ringan agar dia tak mendengarkan ucapan si Hantu yang mungkin saja masih berada disekitarnya.
Axila juga menyuruhnya agar ketika si hantu muncul dihadapannya lagi, cukup tutup matanya dan abaikan si hantu. Ini berjalan selama beberapa hari sambil Axila membantu Azka mengendalikan kemampuan baru ini.
Namun, entah bagaimana kabar jika Azka bisa melihat hantu bocor, media kembali berbondong-bondong mencari tahu kebenaran namun Azka belum juga muncul dihadapan publik.
__ADS_1
Levi sangat marah saat berita ini tiba-tiba tersebar, sementara dia dan istrinya masih mencari cara agar Azka bisa mengendalikan kemampuan nya.