
Yi-Feng mengangkat tirai dan melihat kearah sosok pemuda berpakaian biru yang mengendarai kuda didepan sana, Yi-Feng mengambil gelas besar lalu mengisinya dengan es, yang tentu saja didapatkan dengan kekuatannya.
Pria cantik itu mengisinya dengan buah-buahan dan susu, lalu mengirimnya pada Lu Yuanxi yang berada di luar sana.
Tak lupa juga, pemuda cantik itu mengirimkan es buah pada dua wanita yang berada di kereta depan.
"Pangeran Kerajaan, Tuan saya telah meminta pelayan ini untuk membawakan Anda minuman ini, silahkan dinikmati." Setelah menyerahkan gelas itu, pelayan yang membawa gelas kembali ke tempatnya, mengendarai kuda tepat disamping kereta Para Pangeran.
Lu Yuanxi mengangkat kepalanya dan melihat kearah gelas transparan yang memiliki tetesan air jernih di bagian luar gelas, lalu ini juga dingin. Dia menjadi tergoda untuk meneguknya, namun segera mengalihkan pandangannya kesamping begitu mendengar bahwa Tang Jingmi dan neneknya juga menerima hal yang sama.
Ada sendok disana, ini membuatnya mereka bingung bagaimana cara untuk menikmati sesuatu yang terlihat menggoda ini.
Nenek tua itu, Nyonya Xian (karena dia juga saudara tiri yang lahir dari ayah yang sama dengan kakek Yi-Feng). Mengambil sendok dan bermaksud untuk menyimpan nya dalam mangkuk, namun sendok itu malah terdapat buah yang tersangkut. Wanita tua itu sedikit penasaran, sehingga ia mengaduk dan malah mendapati pemandangan dimana buah-buahan didalamnya jl ga ikut berputar. Merasa lebih tertarik, wanita tua itu mengangkat gelas tinggi-tinggi dan kembali mengaduk untuk melihat pemandangan yang sama. Ini membuatnya merasa sedikit senang, 'mungkinkah aku harus memakan benda-benda ini juga sambil minum?'
Ia coba melalukan apa yang ada dalam pikirannya, ternyata memang benar. Ia menyesap kemudian meneguknya dengan lembut sebelum mengambil buah-buahan yang berada di dasar gelas dengan sendok dan mulai mengunyahnya.
"Ini-sangat enak, ah! Ini, apa semua ini? Apakah buah?" Ia bertanya entah pada siapa
"Sepertinya memang benar, Yang Mulia. Ini terlihat seperti buah-buahan yang dipotong kecil," pelayan pribadi nya menjawab dari samping, ia hanya mampu meneguk ludahnya sambil membayangkan seperti apa rasa dari hal menyegarkan itu.
"Kau benar, Wutong. Ini benar-benar buah, namun karena semuanya berada dalam satu cangkir, semuanya malah memilih rasa yang sedikit berbeda dan unik."
"Nenek benar, ada banyak bahu didalamnya. Semua ini manis dan enak, ditambah perpaduan dengan susu dan es yang membuatnya menjadi lebih segar. Saya merasa lebih baik dari pada sebelumnya," sambung Tang Jingmi
Mendengar bahwa Tang Jingmi juga mengatakan bahwa minuman ini enak, Lu Yuanxi tentu saja ikut penasaran dengan rasanya.
Mengambilkan sendok dan memakan buah-buahan serta minum susu itu, rasa manis yang dingin menyegarkan membuat tenggorokannya lebih baik. Namun, mendengar bahwa kedua wanita didalam kereta terus memuji minuman buah ini membuat Lu Yuanxi semakin panas, dia ingin merebut semua itu dan membuangnya. Namun, melirik ke kereta dibelakang membuat Lu Yuanxi menyimpan hal itu dalam hatinya. Sebagai gantinya, Lu Yuanxi malah memberikan es buah ke pelayan rendahan yang tak berarti baginya. Bukankah ini sama saja dengan menghina Yi-Feng didalam sana? Lagi pula, tak mungkin pria itu melihat dan memperhatikan apa yang dia lakukan karena tawa terus terdengar dari kereta belakang.
__ADS_1
Sedangkan di kereta belakang, Yi-Fang mengambil es buah dan menyesapnya lalu memakan buah yang berada di dasar gelas, bibirnya sedikit merah entah karena apa. Rasa manis yang menyegarkan meresap kedalam hatinya.
Adiknya selalu membuatnya terkejut dengan hal-hal baru yang dia lakukan, namun tanpa dia tahu ternyata ini adalah kedua kalinya Yi-Feng membuat Es buah.
Karena mereka membuat banyak, Yi-Feng yang memiliki hati baik membagikan kepada seluruh rombongan, meskipun mereka tidak puas karena hanya mendapat satu gelas kecil, namun ini sudah cukup menunjukkan bahwa tuan mereka adalah seseorang yang memiliki hati baik dan pengertian.
Semua itu dikemas dalam gelas plastik minuman, setengah ukuran dari gelas Boba. Cukup juga sih
Yi-Feng memang tertawa dengan anak-anak, namun tidak dengan Yi-Fang yang malah terus memasang wajah datar. Ia akan tersenyum sesekali, namun ketika melemparkan pandangannya keluar, meskipun tirai ada namun itu tipis sehingga transparan. Hal itu membuatnya langsung naik darah, 'beraninya anak itu! Dia benar-benar memandang rendah adikku sama seperti seorang pelayan rendahan?'
Yah, tentu saja Yi-Fang langsung bereaksi, ini karena dia melihat bahwa Lu Yuanxi memberikan gelas itu pada pelayan di barisan paling akhir, gelas kaca transparan dan bukan gelas plastik yang ringan itu!
Sesuatu yang belum muncul di negara mereka, bahkan di benua mereka berada sekarang, namun Pangeran kerajaan ini sangat berani? Dia sepertinya benar-benar mencari masalah!
Yi-Feng tak mendengar suara saudaranya, lalu mengikuti arah tatapan Yi-Fang, "Kakak, apa yang kau lihat sejak tadi?"
Anak-anak juga mengantuk, mereka tertidur dengan saling berpelukan. Li-Fei tampak menjaga Yongxi dengan baik, seperti ingin melindungi anak itu jika saja ia mengalami mimpi buruk saat tidur.
Yu-Cheng juga keluar dari kereta dan kembali menunggangi kuda, membiarkan tuannya istirahat dengan tenang. Perjalanan masih panjang, mereka bahkan baru 1/2 jalan menuju kota Prefektur Dai.
Tak ada orang lagi disana yang bisa melihat seperti apa tatapan Yi-Feng sekarang. Tatapan yang begitu dingin, dan senyum misterius keluar dari pria cantik itu. Rencana indah telah ia siapkan untuk pria muda yang berada didepan sana.
Lu Yuanxi tiba-tiba merasa punggungnya dingin, Apakah ada musuh disekitar sini? Ataukah ada sekelompok bandit?
Lu Yuanxi melihat segala arah, namun semua ini hanya orang-orang dari Istana Kekaisaran saja, tak ada rombongan lain.
................
__ADS_1
...Note kecil Author------...
Makasih banget yah buat Kakak-kakak yang sudah kasih dukungan baut aku, nggak tahu harus bilang apa lagi yang pasti terima kasih karena sudah mendoakan yang terbaik buat aku.
Lelah fisik dan lelah batin, tapi nggak papa.
Pada minta Crazy update, aku sih mau-mau aja tapi mohon dimaklumi yah, saat ini sedang sibuk dan tidak bisa ngetik banyak. Bahkan untuk 1 chapter sehari aja rasanya nggak bisa, capek banget.
Kalau saya sudah punya waktu luang, barulah bisa crazy update, jadi maaf yah. Padahal lagi seru-serunya, tapi aku benar-benar minta maaf.
Andai kalo ini Novel terjemahan, aku bisa Crazy update setiap hari tapi masalahnya ini tulisan orisinal dan bukan karya orang lain, jadi saya musti ngarang sendiri lagi.
Ngasih suara dong... Mau Azka di Zaman Modern yang lebih banyak, atau Yi-Feng di Zaman Kuno yang lebih banyak.
Ayo milih, akan saya usahakan untuk memperbanyak update hariannya deh...
Author Tercinta---
^^^Zero^-^^^^
.
.
.
.
__ADS_1