
Pagi akan menyapa ketika Yi-Feng keluar dari Ruang Teratai, itu sekitar pukul 04:45 am. Diluar sana masih gelap, sunyi yang menyapa dia sekarang ini.
Yongxi masih tidur tetap, anak itu memiliki selimut di kakinya, sedangkan kaki dan tangannya terlentang dengan bebas. Pemandangan biasa yang akan terjadi pada anak-anak
Yi-Feng keluar dari kamar, membuka jendela dan berdiri sebentar dilantai balkon sebelum ia melompat naik keatas atap.
Pemuda itu berbaring diatas genteng, melihat langit yang masih memiliki bintang yang menghiasinya. Itu terlihat indah, namun sebentar lagi akan menghilang karena matahari akan muncul menggantikan nya.
Ia mengeluarkan ponselnya, lalu memutar instrumen dari piano. Mendengar nya sambil menikmati ketenangan, mengingat berbagai hal di dunianya sebelumnya.
Ada wajah seorang gadis yang muncul di pikirnya, senyum dan tawa gadis itu seperti melodi yang indah, dia ingin memiliki keindahan itu untuk dirinya sendiri... Namun, hal itu berubah tiba-tiba ketika Dia menghilang
Tak ada kabar yang didapat, apalah daya dia yang mencintai sepihak ini?
Dia berjanji pada dirinya sendiri, tidak akan membuat hati ini terluka lagi untuk kedua kalinya. Ketika wanita itu menghilang, rasa pedih itu datang dengan begitu menyakitkan.. Jika--jika dia berhasil menemukan nya, dia akan menempati Dia disampingnya, mengurungnya untuk dirinya sendiri, dan tidak akan membuatnya hilang dari pandangan nya lagi.
__ADS_1
Liburan? Hahahaha... Omong kosong! Bahkan bsaat dia berada di China, dia tidak bisa menemukannya Nya. Apa yang harus dilakukan saat negara ini begitu luas? ..Dimana dia bersembunyi? ..Apa yang terjadi padanya? .. Apakah dia dalam keadaan baik-baik saja?.. Tuhan, ini benar-benar menyiksanya dari dalam!
Sebagai Azka, pikirannya berkelana di zaman modern. Ia mengingat beberapa hal lainnya, dan menyesali karena dulu tidak mengurung Dia disisinya dan malah-- sudahlah. Dia tak bisa melakukan apapun sekarang, entah apa yang terjadi pada tubuhnya di Zaman Modern.
Ia tiba-tiba merasakan kehadiran orang lain disana. Namun dia tidak lagi waspada, ia menurunkan kewaspadaannya setelah menyadari siapa yang datang.
"Salam , Yang Mulia... Saya kembali," suara pria yang mendominasi terdengar di udara, kepalanya tertunduk dengan satu kaki yang ditekuk. Ia berada tak jauh di samping Yi-Feng
"Kau kembali? ..Lalu, bagaimana dengan perang di timur laut?" tanya Yi-Feng, tatapannya tertuju pada pria muda yang umurnya sekitar 28-30 tahun tersebut.
Meskipun menggunakan pakaian hitam, namun wajahnya tidak ditutupi oleh apapun, itu polos sehingga menunjukkan wajah jantan itu.
"Tak apa,,,lagi pula tidak banyak hal yang terjadi saat Anda pergi, Pilar Mo Chen[1]." balas Yi-Feng.
Pria itu mengangkat kepalanya dan melihat kearah Yi-Feng, tampaknya anak ini telah menunjukkan lebih banyak emosi saat dia pergi ke Timur laut.
__ADS_1
Sejak kecil ia menjaga Yi-Feng dari jauh, baru kali ini pemuda itu mau mengatakan sesuatu yang lumayan panjang padanya.
Yi-Feng adalah seorang anak Indigo, sama seperti dia. Itulah mengapa Ibu Baptis (Liu-Mei/Axila) menyerahkan Yi-Feng padanya untuk dijaga dari jauh. Semuanya berjalan seperti biasa, ia melihat banyak hantu namun kertas jimat juga selalu terpasang bahkan selalu diganti oleh Biksu dalam beberapa bulan sekali. Anak yang sebelumnya ceria menjadi seorang yang pendiam, lalu berubah menjadi seorang yang antisosial. Dia selalu mengurung dirinya didalam buku, seolah-olah hanya itu saja dunia yang berjalan sedangkan dunia nyata terhenti untuknya.
....
"Selir Agung Lu tampaknya mulai bergerak, Yang Mulia." ucap Mo Chen
"Yah, dia mulai bergerak dengan selingkuhannya. Apa kau menyadari sesuatu?" Yi-Feng kembali menoleh pada Mo Chen yang sekarang sudah duduk kearah timur, dengan wajah serius.
"Anda menyadarinya?" tanya Mo Chen dengan kejutan dimatanya. Ia langsung kemari setelah kembali dari Timur laut, tanpa beristirahat di kediaman. Dia hanya tahu dari bawahannya jika ada beberapa tikus liar yang memiliki 'niat' untuk Pangeran Kekaisaran. Tikus-tikus ini mengikuti mereka hingga ke Villa, namun belum mengambil langkah selanjutnya . Mereka masih diam sambil mencari waktu yang pas.
Yi-Feng mengangkat bahunya, "Ayo 'berburu mangsa'. Sepertinya seru, aku ingin mengambil langkah ini sebagai latihan ku," ucap Yi-Feng datar, membuat udara yang sejuk dipagi hari malah menjadi dingin seperti di musim salju
"Berburu? ..Saya akan menemani Anda 'Berburu' dengan senang hati, Yang Mulia." balas Mo Chen sambil tersenyum.
__ADS_1
.......................
Mo Chen adalah anak yang dirawat langsung oleh Liu-Mei, atau Axila. Dia yang paling termuda dari 6 lainnya, dan juga merupakan seorang Indigo. (Muncul dalam novel sebelumnya, "Perjalanan Waktu Putri Mahkota")