The Second Prince

The Second Prince
Chapter 22


__ADS_3

Menatap makanan yang sudah tersedia diatas meja, tatapan mereka terlihat seperti bertanya, "apa jenis makanan ini?"


"Apa lagi? Ayo makan," ajak Yi Feng.


Mata kedua pria yang usianya lebih tua dari mereka memancarkan keraguan, namun berbeda dengan Yi Fang. Matanya sangat berbinar, beberapa kali memakan masakan Adiknya membuatnya tak lagi ragu dengan karya tangan dari Adiknya ini. Pastilah sangat enak.


Dengan ragu Kaisar Xian mengambil sumpit lalu mengambil sepotong daging, meletakkan diatas nasi dan mulai menikmatinya.


Daging yang empuk itu terasa sangat enak, ia merasakan nikmatnya surga makanan. Rasa asin, manis dan sedikit asam bercampur menjadi satu, ditambah dengan rempah-rempah yang sangat kental. Sangat sempurna, mengambil daging dari piring yang lainnya, ia merasakan hal yang hampir sama.


Pensiunan Kaisar juga mengalami hal yang sama persis seperti Putranya, "Hahahahaa.... Feng'er.... Kau benar-benar berbakat, hahahahaaa..."


Yi Feng tersenyum kecut, tentu saja dia ini seorang yang berbakat. Tak tahu bagaimana dengan Pangeran Asli, namun yang pasti dia tak mengetahui nya.


Tak semua ingatan berada pada tubuh ini saat ia memasukinya, hanya kejadian-kejadian itu lah yang berputar jika dia memaksakan diri untuk mengetahui masa lalu Pangeran ini.


Yi Fang tentunya juga memuji adik kembarnya, masakan Yi Feng sangat enak baginya. Bahkan jika dia di suruh untuk berburu setiap hari, ia akan dengan senang hati melakukannya.


Namun melihat reaksi wajar Adiknya yang terlihat sedikit berbeda, Yi Fang menutup mulutnya lagi dengan tak bersuara, memilih untuk menikmati masakan ini saja.


"Masakan Feng'er benar-benar sangat enak, sama seperti yang dikatakan oleh Kakak nya.... Aku tak menyangka akan hal ini-"


"Aku benar-benar ketagihan dengan masakan Feng'er sampai-sampai tak mau lagi makan masakan koki kerajaan."


"Aku tak akan mengganggunya saat memasak seperti tadi, daging goreng ini hampir saja gosong tadi-"


"Yah, namun dagingnya jadi lebih renyah di luarnya dan sangat lembut didalam"


Pujian kedua pria itu tak membuat Yi Feng benar-benar merespon mereka, ia hanya tersenyum melihat reaksi kedua pria yang usianya jauh diatasnya ini.


Lagi-lagi Yi Fang memperhatikan reaksi Adiknya itu, kembali terdiam seperti biasanya.


Reaksi yang hampir sama saat beberapa waktu lalu, saat pemuda cantik ini masih mengurung diri. Terdiam, namun saat ini ia melihat senyuman. Tapi itu terlihat seperti senyuman tak nyaman.


"Feng'er, apakah anak itu sudah siuman?" Tanya Yi Fang tiba-tiba, membuat kedua pria berbeda generasi itu juga mengalihkan perhatian mereka.


Yi Feng menggeleng lemah, "Belum, Kak. Sepertinya dia akan siuman beberapa waktu kedepan."


Yi Fang mengangguk, "Aku telah menyuruh orangku untuk mencari tahu latar belakang anak itu, besok kau akan menerima informasi nya."

__ADS_1


Yi Feng tersenyum, "Maaf telah merepotkan kakak, aku minta maaf."


"Tak apa, kau melakukan hal yang baik. Aku mendukungmu."


Suasana kembali hening, tak ada yang bicara lagi, masing-masing berada dengan pikiran mereka sendiri.


"Emm... Aku penasaran, bagaimana bisa Yang Mulia, Kakek dan Kakak bisa datang bersama?" Tanya Yi Feng.


"Kami membicarakan sesuatu sebelumnya, kami datang kemari karena mendengar kabar kau membawa anak kecil kemari," balas Pensiunan Kaisar.


Ahh... Yi Feng mengerti, mereka pasti sedang berdiskusi tadi.


Namun itu bukan urusannya, dia tak ingin mengetahui apapun lagi.


"Kau tak bertanya, apa yang kami bahas Feng'er?" Tanya Yi Fang.


Yi Feng menggeleng, "Itu seperti sangat penting. Aku tak memaksa kehendakku untuk mengetahui apa itu," ucapnya sambil tersenyum.


Apa yang ada di dalam otak kecil Adiknya ini? Bagaimana bisa dia berpikir seperti itu? Dia adalah seorang pangeran di kerajaan ini, tentunya dia juga harus mengetahui nya.


Yi Fang berdebat dengan pikirannya sendiri.


"Hufftt...." Membuang nafas dengan kasar, benar juga. Adik nya selalu mengurung diri di kamar sehingga tak pernah bersama mereka jika sedang membahas sesuatu yang penting di kerajaan, padahal dia seorang pangeran.


Kaisar Xian menghela nafasnya panjang lalu membuangnya dengan kasar, mengapa putranya ini mengatakan nya pada kembarannya? Ia merasa khawatir terhadap putra keduanya, anak ini tak boleh berurusan dengan hal-hal berbaur politik. Namun, sudahlah.


"Mereka ingin bertukar wilayah kerajaan, jika kita menolak maka mereka akan mengibarkan bendera perang," ucap Kaisar Xian.


"Dan lebih menyebalkan nya lagi, mereka adalah kerajaan yang juga di selamatkan oleh Putriku, adik ayahmu." Sambung Pensiunan Kaisar.


"Lalu mengapa tak di terima saja? Tak akan ada peperangan bukan?" Tanya Yi Feng polos.


Yi Fang merasa gemas pada adik kembarnya ini. "Tidak semuda itu, kau mengatakan nya karena kau tak tahu wilayah mana yang ingin mereka tukarkan 'bukan?" Tebaknya.


"Ah... Maafkan aku," ucap Yi Feng cepat.


"Lalu, wilayah mana yang ingin di tukarkan?" Tanyanya lagi.


"Wilayah selatan, lebih tepatnya perbukitan selatan dengan desa Lin yang berada jauh di selatan kerajaan kita," jelas Kaisar Xian.

__ADS_1


"Apakah ada sesuatu yang berharga disana?" Tanya Yi Feng dengan polos.


Yi Fang menatap tak percaya pada Adiknya, "Bagaimana kau bisa tak tahu tempat itu? Apakah kau tak mempelajarinya dari buku?"


'Ahh... Bagaimana ini? Ini adalah pertanyaan menjebak. Aku kan tak tahu apapun tentang wilayah-wilayah kerajaan ini' batin Yi Feng.


"Aku terlalu banyak membaca buku sampai aku tak mengingatnya karena banyak hal yang aku pelajari. Singkatnya, aku melupakan nya," jawab Yi Feng enteng, namun jantungnya berdetak lebih kencang dari yang di duga.


'Sial! Mengapa malah hal itu yang keluar dari mulutku, itu adalah alasan yang konyol!.. Sepertinya dia sangat mengenal Adiknya, aku harus berhati-hati mulai sekarang.'


"Jangan mengatakan hal seperti itu pada adikmu, Fang'er. Buku yang ia pelajari sangat banyak, itu hal yang wajar" lihatlah, bahkan lelaki tua itu mendukung nya.


'Ehh... alasanku yang konyol itu di terima?'


"Hufftt....


Tak ada yang berharga disana, itu bukan tambang emas ataupun giok. Namun itu adalah area yang sangat subur untuk beberapa tanaman langka. Kerajaan Wang ingin membuat area itu menjadi wilayah pertanian mereka," jelas Kaisar Xian.


"Apakah mereka sedang mengalami krisis makanan? Sehingga mereka ingin menukar kedua wilayah ini?" Tanya Yi Feng.


"Sepertinya tidak. Mereka hanya mempersiapkan diri dengan musim salju. Yang kami tahu, mereka sangat kesusahan jika berada di musim salju, lebih tepatnya kekurangan makanan sehingga terkadang kita akan memasok makanan untuk rakyat kerajaan Wang." Balas Yi Fang.


Yi Feng mengangguk paham, "Lalu bagaimana dengan desa itu?"


"Desa Lin, tak ada yang spesial dari desa itu. Mereka yang berada di desa itu adalah orang-orang terbuang, orang-orang yang tak memiliki elemen jika pun ada elemen mereka sangatlah lemah.


Penduduk desa hanya bisa menghasilkan buah apel dan kentang di gunung untuk bertahan hidup-"


"Namun, apel yang di hasilkan tak pernah berbuah manis dan selalu saja tawar, Karena itu mereka tak pernah menjualnya karena tak ada yang tertarik dengan apel yang mereka hasilkan. Kabar terbaru nya, mereka semakin terpuruk karena kerajaan Wang menolak menolong mereka."


"Kita tak mungkin menerima wilayah terkutuk mereka dengan milik kita yang sangat subur itu."


Yi Feng terus mendengarkan setiap ucapan yang keluar dari ketiganya, ia merasa tak adil bagi desa Lin itu.


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2