The Second Prince

The Second Prince
Bermalas-malasan


__ADS_3

...Happy Reading.......


...___________________________________...


...Zaman Kerajaan.......


Saat kelompok saudara kandung tiba di Ibukota, mereka kembali ke Istana dan melaporkan kepulangan keduanya beserta kelompok ksatria.


Setelah itu, kedua saudara pergi ke Istana Ibu Permaisuri mereka, untuk memberikan hormat. Wanita yang baru memasuki usia kepala empat tersebut masih terlihat sangat cantik, dia terlihat awet muda namun juga terlihat kerutan di sekitar mata saat ia tersenyum serta beberapa kerutan disekitar wajah dan lehernya, setiap tindakannya terlihat berhati-hati dan sangat lembut, bahkan saat berhadapan dengan dua putranya saja tak bisa mengendurkan aura kecantikan nya.


Saat mereka mengobrol, kedua saudara kandung menerima kabar jika adik perempuan mereka yang lahir dari selir saat ini sedang sakit, anak itu tak mau makan dan minum obat yang diresepkan oleh tabib, dia juga akan terus muntah, sehingga tubuhnya sangat lemah.


Saat ini, semua orang di Istana sedang mengkhawatirkan nya, terlebih dia merupakan anak perempuan satu-satunya di keluarga Kerajaan Xian.


"Aku akan kembali ke Istana Bulan dan bersihkan tubuhku, setelah itu aku akan pergi ke kediaman Selir Kehormatan dan melihat kondisi anak itu ...,Kakak, apa yang ingin kau lakukan setelah ini?" tanya Yi-Feng.


"Aku, sepertinya melakukan hal yang sama. Pakaian ku berdebu, berkeringat dan tak nyaman ...Mari menjenguk Feife setelah itu," balas Yi-Fang.


"Kalau begitu, Ibu akan pergi ke kediaman Selir Mo lebih dulu dan melihat kondisi Fei'er, sebaiknya kalian juga beristirahatlah. Perjalanan dari Minghua sangatlah melelahkan, terutama bagi Feng'er." tatapan mata Permaisuri jatuh pada Yi-Feng


"Ibu Kekaisaran benar, kami merasa lelah. Setelah kami istirahat sejenak, kami akan menyusul ke Kediaman Selir Mo." tiga orang yang sedang mengobrol segera berpisah.


Permaisuri ditemani oleh para pelayan pergi ke kediaman Selir Mo, sedangkan kedua saudara kandung pergi ke kediaman mereka masing-masing.


Yi-Feng segera pergi ke Istana Bulan, yang jaraknya 500 meter dari kediaman Ibu Permaisuri nya. Saat memasuki Istana Bulan, para pelayan segera menyambutnya di gerbang.

__ADS_1


Yi-Feng mengijinkan Yu-Cheng untuk beristirahat di salah satu kamar belakang, yang tak pernah digunakan olehnya. Dia tahu jika pelayan pribadinya pasti sangatlah kelelahan, terlebih dia dan Zhou Yang selalu melayani dia dan kakak kembarnya.


Meskipun pelayan itu menolak, namun Yi-Feng beralasan, "Jika kau sakit dan tak melayaniku, siapa yang akan melayaniku sebaik dirimu?


Aku ini tak cocok dengan semua pelayan yang ada di tempat ini, mengerti? ...Lalu, jika mereka tak sebaik kau dan aku tak nyaman, siapa yang akan bertanggung jawab? Cihh!" omelnya


Yu-Cheng segera membayangkan dalam pikirannya; Meskipun para pelayan melayani Tuannya dengan baik, namun ada yang tak sesuai atau melakukan sedikit kesalahan, pasti akan sangat merepotkan. Lalu, dia juga berpikir bagaimana jika ada pelayan yang memiliki trik di lengan mereka dan berencana untuk mencelakai Tuannya, maka Tuannya ini pasti akan mengalami hal yang buruk.


"Tidak, jangan. Itu tak boleh terjadi ..Yang Mulia, pelayan ini akan segera pergi dan istirahat, saya akan minum pil agar membuat saya kembali bersemangat. Yang rendah ini pergi," Yu-Cheng dengan patuh mengikuti perintah Tuannya dengan beristirahat di kamar kosong belakang istana Bulan.


Sedangkan Yi-Feng pergi ke kamarnya, tak mengijinkan siapapun masuk karena dia memiliki rencana lain.


Saat pintu telah ditutup dan dikunci olehnya, ia segera membayangkan Ruang ajaib, dimensi teratai.


"Apa yang kau lakukan disini?" suara Louis menyambut pria muda itu saat dia tiba disana.


"Tentu saja beristirahat, aku lelah, aku mau berendam air hangat, makan lalu tidur dan bermalas-malasan disini." balas Yi-Feng, dia melepaskan topeng yang terus menempel diwajahnya sehingga menampilkan wajah cantik yang mengalahkan para wanita.


Kulit wajah Yi-Feng terlihat sangat halus, tanpa jerawat dan pori-pori, putih dan mulus. Alisnya tajam dan sedikit tebal, terlihat seperti dilukis oleh seseorang, hidung mancung serta bibir yang seksi, dia benar-benar sangat sempurna!


Louis bahkan mengakui jika wajah Yi-Feng terlihat sangat cantik. Sepertinya cetakan dari Kaisar Lio-Guan dan istrinya tak pernah gagal. Kedua anak mereka adalah produk berkualitas tinggi! Ckckck!


Sedangkan Yi-Feng berjalan kearah Villa, ia memasuki salah satu kamar dan melepaskan pakaiannya. Memasuki kamar mandi, mengatur agar air panas memiliki suhu yang pas baginya.


"Berendam adalah saat yang paling terbaik, terlebih ditemani minuman yang menyegarkan! Sepertinya aku harus ke dapur lagi," tangannya menyambar jubah mandi yang tersedia disana lalu menuruni tangga hingga ke dapur.

__ADS_1


Ada buah-buahan yang berada disana, masih segar meski tak dimasukkan kedalam kulkas. Mengambil kesempatan ini, Yi-Feng membuat jus buah dengan mencampurkan beberapa jenis buah, serta susu dan es batu lalu ia membawanya ke kamar mandi lagi.


Saat sedang berendam dan menikmati jus buahnya, ia mengingat jika salah satu pelayan mengatakan padanya perihal anak perempuan yang dia bawa dari hutan.


"Setelah kepergian Yang Mulia Pangeran dan Yang Mulia Putra Mahkota, anak yang Anda bawa bangun pada hati ke tiga." ucap Pelayan


"Itu berarti, dia bangun dua hari setelah kami pergi, Begitu?" tanya Yi-Feng memastikan.


"Menjawab, Yang Mulia, ucapan anda memang benar," balas Pelayan sopan


"Lalu, bagaimana kondisinya sekarang?" tanya Yi-Feng


"Menjawab, Yang Mulia. Kondisinya telah membaik, namun saat ini dia terlihat ketakutan, dan hamba juga telah memindahkan nya ke kamar barat." Laporan pelayan


"Baiklah, aku akan melihat kondisinya setelah ini. Kau pergilah," usir Yi-Feng halus sebelum dia masuk kedalam kamar.


...


"Aku bahkan melupakannya, beruntung pelayan itu mengingatkan ku padanya. Aku bahkan lupa meminta informasi tentang nya dari kakak, betapa b0dohnya aku ini." gumam Yi-Feng


Pemuda cantik itu memiliki banyak waktu untuk beristirahat di ruang dimensi teratai selama satu hari penuh, yang artinya hanya satu jam di dunia nyata.


Tidur dengan tak teratur, makan dengan perlahan namun menghabiskan beberapa menu yang ia masak, berendam bahkan berenang di kolam air Suci dengan ditemani buah-buahan, anak muda ini benar-benar bermalas-malasan!


Sebelum akhirnya dia kembali ke dunia nyata, lalu bersiap dengan pakaian yang lebih santai namun tak menghilangkan aura pria cantik nya. Dia kemudian pergi ke kediaman Selir Mo ditemani kepala pelayan Istana Bulan

__ADS_1


Saat dia mendekat, dia mendengar suara tangisan Li-Fei yang tak mau minum obat


__ADS_2