The Second Prince

The Second Prince
Chapter 103


__ADS_3

Xin Yuan merupakan anak yatim-piatu, dia tinggal bersama adiknya di rumah yang bobrok dan telah ditinggalkan oleh keluarga Xian di desa.


Sebelumnya, Xin Yuan hidup tenang saat ia masih kecil, ayahnya merupakan seorang nelayan yang terampil dan menjadi penopang keluarga Xia di desa. Namun, kehidupannya mulai berubah saat ayahnya meninggal ketika melaut, kapal mereka diserang olah hiu yang ganas. Demi menyelamatkan saudara nya, sang ayah digigit oleh hiu.


Ia tak tertolong saat mereka tiba di darat, kesedihan menyelimuti seluruh keluarga. Kehidupan ia dan ibunya mulai berubah, sang ibu diperlakukan sangat buruk oleh keluarga Paman meskipun ayah merelakan nyawanya untuk menyelamatkan sang Paman.


Lalu, ketika ia berusia 6 tahun, sesuatu terjadi dan ibunya hamil diluar nikah. Ia tahu persis bahwa keluarga Besar Xin yang telah merencanakan hal ini, ibunya di jual ke seorang pejabat pada suatu malam. Itu hanya digunakan satu malam saja, namun ibunya telah hamil


Keluarga besar Xin mengusirnya karena menganggap Ibu sebagai aib dalam keluarga. Keluarga Xin merasa telah kehilangan reputasi mereka di desa karena kehamilan Ibu Xin Yuan padahal suaminya telah meninggal dua tahun yang lalu.


Jika bukan karena sang Paman, mungkin saja Ibu tidak ada lagi di dunia. Paman hanya membalas budi untuk nyawa ayahnya, paman juga yang mengusulkan untuk memberikan rumah bobrok ini pada mereka.


Ia dan ibunya keluar dari keluarga Xin tanpa membawa apapun, selama lima tahun ini mereka hidup dengan sangat miskin meskipun ibu telah berusaha untuk bekerja lebih keras. Kecemburuan juga menghampiri Bibi ketiga karena suaminya membela Ibu saat itu, selama ini dia telah menyusahkan keluarga nya.


Ibu sakit dua bulan yang lalu, ia meninggal karena tidak memiliki uang yang cukup untuk dibawa ke dokter di kota.


Pada saat ini, suara langkah kaki dan ketukan di pintu dengan keras. "Anak nakal, apa kau dirumah?!" Suara seorang wanita tua terdengar diluar


Mendengar suara itu, Xia Yuan tahu bahwa itu adalah neneknya dari pihak ayah. Adiknya, Xia Qian mengangkat wajahnya yang kurus dan melihat kearah sang kakak.


"Kakak, nenek ada di sini lagi. Dia pasti menyusahakan kakak lagi... Kakak, jangan keluar, oke?" Ucap Xin Qian dengan gemetar, dia khawatir kakaknya terluka oleh sang nenek.


Xin Yuan menghela nafas panjang, meskipun dia dan ibunya diusir 5 tahun lalu, namun rumah tempat ia tinggal sekarang adalah rumah tua yang tidak terpakai milik keluarga Xin.

__ADS_1


Setelah Keluarga meninggalkan mereka disini, mereka tidak memberi apapun, mereka juga tidak peduli apa yang terjadi pada tiga orang yang tinggal didalamnya. Terlebih ketika Ibu meninggal satu bulan lalu, jika bukan karena tetangga yang baik hati, Xin Yuan dan adiknya mungkin akan kelaparan sampai mati.


Tidka membutuhkan jawaban, pintu rumah ditendang terbuka.


Bruakk!!


Yang masuk adalah neneknya, Huo Chunhua diikuti oleh bibi keduanya Feng Xia, dan bibi ketiganya, Li Ying.


Xin Yuan langsung menarik adiknya untuk menyembunyikan anak itu dibelakang punggung nya. Namun itu tidak menghentikan Xin Qian yang sudah terlanjur membenci neneknya yang selalu menyusahkan mereka.


"Apa yang kau lakukan disini? Jangan menggertak kakakku!" Teriak Xin Qian dari balik punggung kakaknya


Xin Yuan mendorong adiknya dan menyuruhnya untuk diam, ia kemudian mengangkat matanya lalu menatap kearah tiga wanita yang berada didepan pintu, "apa yang kalian lakukan? .. untuk apa kalian kemari?"


Dengan itu, Huo Chunhua meminta menantu keduanya untuk memberikan keranjang bambu yang dianyam, keranjang itu berisi beras, tepung, beberapa butir telur dan daging babi.


Xin Yuan mengerutkan keningnya, terlihat jelas bahwa mereka datang bukan dengan niat baik, dia tahu bahwa neneknya pasti memiliki rencana licik disakunya


"Bagaimana aku bisa menerima barang-barang yang begitu berharga? ..Nenek, kamu bisa membawanya kembali. Aku tahu jika niat baik kalian ini pasti memiliki maksud tersembunyi, bukan? ... Bukankah biasanya keluarga besar Xin Anda tidak peduli apakah aku hidup atau mati?" Ucap Xin Yuan dengan tersenyum


"Kau! Dasar anak busuk! .. Bagaimana kau tidak bisa membedakan antara niat baik atau buruk? ..Kami bahkan enggan memakan daging, namun masih membawa nya untuk mu dan anak haram itu!" Li Ying tidak bisa melihat keangkuhan keponakan nya lagi, jadi dia melompat dan membuat ulah.


Xin Yuan tersenyum, "bagaimana aku tidak bisa membedakan nya, Bibi? .. Bukankah aku mengatakan dengan jelas agar kalian membawa semua itu kembali, aku masih bisa mencari makanan di hutan sehingga kami berdua tidak kelaparan." Balasnya dengan pedas. Ekspresi wajah Xin Yuan bahkan lebih buruk lagi, hanya dengan tatapan nya saja telah membuat para wanita ini menjadi lemas kaki nya.

__ADS_1


"Yuan'er, sebenarnya nenek datang kesini untuk mendiskusikan sesuatu dengan mu. Tidak peduli kesalahan apa yang dilakukan oleh Ibumu, kau masih keturunan keluarga Xin ku, jadi aku harus merencanakan masa depanmu dengan baik." Ucap Huo Chunhua, dia memainkan baik untuk mengelabuhi Xin Yuan.


"Nenek, jika kau ingin mengatakan sesuatu, katakan saja dengan jujur. Tidak perlu mengatakan omong kosong ini! ...lagi pula, kau membawa barang-barang mahal ini untukku. Tidak perlu mengatakan apapun, tapi semua orang di desa tahu bahwa saya adalah pemburu yang baik di desa meskipun saya masih muda. Barang-barang ini, bisa saya dapatkan dengan mudah setelah menjual hasil buruan saya ke kota." Ucap Xin Yuan dengan tidak sabar.


Nyonya Huo Chunhua tersenyum canggung, ternyata cucu pertamanya sudah tahu niatnya. "Kalau begitu, nenek tidak akan ragu lagi. Nenek datang hari ini karena ingin berdiskusi denganmu untuk memberikan adikmu pada seseorang untuk diadopsi, sehingga kau bisa kembali ke keluarga Xia dan hid-"


"Cukup!" Sebelum ucapannya selesai, Xin Yuan telah memotongnya. Matanya tiba-tiba menjadi dingin, dan sudut mulutnya mencibir. Dia bertanya-tanya mengapa orangtua ini datang kesini untuk menunjukkan keramahtamahan nya tanpa sebab. Mengapa mereka tidak menunjukkan nya ketika Ibu meninggal satu bulan lalu, ibu mungkin telah hamil diluar nikah namun ia masih tetap menantu pertama keluarga Xin.


Tanpa menunggu nenek terus membujuk nya, ia dengan keras menolak. "Tidak!"


Mata Xin Yuan mulai merah, ia langsung mengusir mereka. "Pergi dari rumahku! Pergi!" Ia menaikan suaranya pada tiga wanita ini


Ia mengeluarkan aura yang kuat, membuat tiga wanita itu ketakutan.


Kemarahan ini, mengapa terlihat familiar?


Pada akhirnya, Huo Chunhua ingat jika aura ini sangat mirip dengan putra sulungnya yang telah meninggal 7 tahun lalu. Sekali lihat saja, dia langsung tahu!


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2