The Second Prince

The Second Prince
Chapter 38


__ADS_3

Duduk dalam Jet dengan tenang, Azka melemparkan pandangan keluar jendela dan melihat awan-awan tebal yang mereka lewati.


Tekanan udara yang rendah membuat Azka merasakan sensasi baru.


Pemuda tampan itu telah merasakan kembali ketenangan setelah mereka meninggalkan bandara, si hantu tampan sudah tak lagi mengikutinya dan bisa saja mencari orang lain yang juga bisa melihat "Dia"


Hanya sedikit orang yang bisa melihat "mereka yang tak terlihat", beberapa orang bisa membantu menyelesaikan masalah "mereka" namun beberapa lainnya tak berani dan ketakutan.


Axila memperhatikan Azka dari samping, sambil bersandar pada Levi, ia menatap adiknya dengan sedikit khawatir.


Dia tahu, jika yang menempati tubuh adiknya adalah jiwa lain, namun karena Azka belum mau memberitahu kebenaran padanya, dia juga menutup mulut dari hal ini.


Namun, dia sedikit khawatir dengan adiknya yang asli, dia juga tahu jika Azka yang sebenarnya saat ini mungkin saja sedang berada di dunianya dulu, seperti yang dikatakan oleh Axila asli.


Dan pada akhirnya, mereka saling bertukar tempat.


"Axila" mengatakan jika Azka akan berada disana sampai tiba waktunya dan ia akan kembali ke Zaman Modern.


Axila sudah menebak, yang sekarang menempati tubuh adiknya sekarang pastilah keponakannya, sang pangeran kedua yang pernah melihatnya dulu, saat ia berpamitan dengan keluarganya. (Part 142&144_Perjalanan Waktu Putri Mahkota)


Mereka berdua sama-sama transmigran, Azka mungkin saja akan terkejut mengetahui hal ini nantinya.


"Kau mengkhawatirkan nya lagi?" tanya Levi sambil bermain dengan rambut Axila.


"Dia kehilangan sebagian ingatannya, jadi aku sedikit khawatir. Itu saja," balas Axila.

__ADS_1


"Tenang saja, ingatannya pasti akan kembali. Jangan khawatir, oke?" ucap Levi menenangkan istrinya yang diangguki oleh Axila sebagai jawaban.


Tangisan Rose yang telah bangun membuat pramugara yang menjaganya segera membawa bayi itu pada Axila dan Levi.


Melihat wajah ibu dan ayahnya, tangisan bayi itu terhenti, pramugara juga mengambilkan susu yang telah dihangatkan untuk Rose.


Bayi itu tertawa pelan lalu menerima botol susunya, ia mulai minum susunya sendiri, sesekali akan terdengar tawanya karena Levi membuat wajah konyol pada putri tercintanya itu.


Azka memperhatikan dari samping, keluarga kakaknya terlihat harmonis dan bahagia.


Berbeda dengan dia yang dulu tak sedekat itu dengan orang tuanya, terlebih ibunya yang sedikit keras padanya dan juga saudara kembarnya.


Ayah Kaisar nya adalah seorang yang penyayang, bahkan memanjakan keduanya dulu. Berbeda dengan ibu mereka yang sedikit keras, tak boleh melakukan ini dan itu padahal Ayah Kaisar tak melarang.


Aturan menjadi seorang Pangeran juga harus mereka turuti, mereka belajar tata Krama kerajaan saat masih kecil. Belajar berpedang, kultivasi, mengendalikan elemen dan lain sebagainya.


Itu adalah masa lalu, dia tak ingin mengingat saat-saat itu lagi meskipun ia merindukannya.


Sekarang, dia berada di dunia asing yang lebih maju dan penuh dengan kejutan. Dia ingin menjalani kehidupannya dengan baik di dunia ini.


Mengambil segelas air, ia ingin meneguknya namun sesuatu sepertinya terjadi.


Emosinya yang tadi sedikit tak terkontrol membuatnya berhasil membekukan air dalam gelas.


"Ehh?" ia terkejut, membuat Axila dan Levi yang berada di bangku sebelah menoleh.

__ADS_1


"Ada apa?"


"Apa terjadi sesuatu?" Tanya keduanya.


"Ti-tidak, semuanya baik-baik saja" ucapnya dengan cepat.


"Aku ke toilet sebentar," pamitnya dan dengan cepat berlari ke toilet.


Axila dan Levi saling pandang, apa yang terjadi pada bocah itu?


Sementara Azka yang dengan cepat bersembunyi dalam Toilet, duduk diatas kloset yang tertutup.


Dia benar-benar terkejut dengan apa yang barusan terjadi.


Pertama, dia bisa melihat hantu seperti yang terjadi didunia nya sebelumnya. Lalu sekarang air membeku ditangannya?


Jangan bilang ... Elemen yang adalah miliknya dulu, kini juga ikut dengan nya sampai ke dunia ini.


Azka menatap tangannya dengan tak percaya, untuk menguji perkiraan nya, tangannya yang lembut menekan kran yang berada dibawah cermin.


Mengikuti intuisi, tangannya menyentuh air yang sedang mengalir. Hal tak terduga terjadi, air itu membeku ditangannya!


"I-ini ... bagaimana ini bisa terjadi?" ucapnya terkejut.


Ia membawa satu bongkahan es kecil kedepan matanya, ini benar-benar es!

__ADS_1


Elemennya masih terbawa ke dunia ini.


__ADS_2