
Film yang dibintangi oleh Azka tinggal beberapa episode akan tamat, mereka para aktor dan aktris juga sering di wawancarai bagaimana rasanya berada di drama ini.
Yah, berbeda dari sinetron yang memiliki ratusan bahkan ribuan episode, drama ini hanyalah 17 episode dengan durasi 1,17 menit penayangan.
Sekarang, "Crazy Love" sudah berada di episode 13, dan para penggemar juga semakin antusias dengan endingnya.
Feby, karakter yang dibintangi oleh Nikita juga memiliki banyak sekali penggemar, namun dia masih kalah dengan Dita, yang merupakan antagonis di "Crazy Love"
ketika ditanya tentang perasaan memerankan karakter ini, masing-masing dari mereka menjawab.
Nikita: "Aku sebenarnya sangat gugup, apa lagi jika berhadapan dengan Alfa (Adit). Seperti yang kita tahu, dia selalu saja mengkritik apa yang kulakukan, bahkan akan menghentikan adegannya untuk diulang meskipun sutradara tak mengatakan apapun. Yah, semua orang tahu bahwa akting adalah hal biasa bagi Alfa sendiri."
Dita: "Karakter Lily sebenarnya sangat bertentangan denganku, dan Alfa juga sering melakukan hal yang sama. Kami sering kali mengulang adegan karena Alfa dan bukan Sutradara. Ku pikir, Alfa yang seharusnya menjadi sutradara."
Alfa: "Maaf membuat kalian tak nyaman, tapi inilah aku. Saya lebih suka mengkritik lawan main saya dari pada di kritik oleh produser sendiri. Hehehee... Dan lagi, karakter Adit juga merupakan seorang yang dingin, ini membuatku sering kesulitan, ada banyak kesalahan ku disini juga. Aku akan lebih memperhatikan ya lagi"
Azka: "Aku tak ada ada masalah dengan karakter yang ku bintangi, karena sepertinya Aditya sama seperti ku jadi aku pikir tidak sulit. Yah, kupikir hanya itu saja."
Mereka masih melakukan wawancara dengan lancar, semua orang merasa senang dengan hal ini namun sebelumnya ada kejadian tak terduga yang membuat mereka, tim "Crazy Love" panik.
Beberapa waktu yang lalu...
Dewi merupakan kepala stylish dari Nikita, dia yang membuat wanita muda itu menjadi cantik dan percaya diri dengan style nya. Bahkan, dimana pun Nikita berada maka Dewi harus berada disana. Apa lagi, hari ini merupakan hari yang penting untuk mereka, para aktor/aktris "Crazy Love" karena wawancara ini juga sangat penting.
Nikita ingin memiliki penampilan sempurna, dia tahu bahwa semua orang akan melihatnya dan pasti akan memperhatikan setiap sudut dari dirinya.
Namun, ketika Nikita tiba dan harus mulai di hias, mereka mendapatkan kabar bahwa Dewi mengalami kecelakaan dan saat ini sedang berada di rumah sakit.
Nikita menjadi gila, dia harus siap beberapa jam lagi namun sekarang malah- Arhhh! Ini menyebalkan!
Nikita tak mempercayai orang lain selain Dewi, ini karena dia pernah memiliki stylish lain namun orang itu malah mempermalukan Nikita di hadapan publik, dia menjadi olok-olokan banyak orang karena style nya yang memalukan.
__ADS_1
Dewi sudah mengikutinya sejak lama, bisa dibilang Dewi merupakan orang kepercayaan Nikita, bahkan paling dipercaya dari pada yang lain.
Kru yang mendengar juga ikut khawatir dan prihatin pada wanita itu.
Dita menawarkan agar Nikita menggunakan layanan dari stylish nya, namun wanita itu menolak dengan lembut. Sebenarnya, dia tak percaya pada Dita karena dilihat dari manapun, Dita dengan dengan Azka bahkan sangat akrab.
Azka menerima Dita dengan ramah, sedangkan memperlakukan dia dengan begitu dingin. Ditambah, tuntutan dari Agensi agar dia dan Alfa dekat, mereka harus selalu terlihat bersama dan dekat bahkan sedikit intim, ini untuk menarik perhatian para penggemar.
Dia benci melihat Azka yang tersenyum lebar dan tak kaku saat berhadapan dengan Dita, dia benci melihat Azka yang bahkan bisa tertawa lebar dengan wanita lain dan bukan dirinya.
Terlebih, umur Dita lebih tua 2 tahun darinya, namun ia masih memiliki wajah baby dan menggemaskan, para penggemar juga sering mencocokkan Dita dan Azka dari pada mereka berdua, karakter utama dalam "Crazy Love"
Disaat kritis, dimana Nikita sudah mulai menggila, pintu tiba-tiba diketuk.
Asistennya masuk, "Nikita, jangan begitu khawatir. Meskipun Dewi mengalami kecelakaan, namun dia masih bertanggungjawab dengan mengirimkan keponakannya untuk datang. Gadis ini sangat bagus, bahkan desainnya sudah pernah masuk kedalam kompetisi internasional, meskipun tak mendapatkan juara di tiga besar, namun dia berada di 10 besar. Jangan khawatir, sebentar lagi dia akan tiba"
"Aku tak percaya, namun jika j4lang itu memang masih memikirkan ku maka dia memang harus memberikan ku wajah. Jangan sampai keponakannya membuatku malu, jika tidak mereka akan berada dalam masalah!" Umpat Nikita.
Nikita menatap wanita muda itu dari pantulan di cermin. Wanita itu terlihat masih sangat muda, dia memiliki wajah yang sedikit gemuk di pipinya, ada pula lesung pipi disana saat dia tersenyum pada semua orang dan menyapa mereka. Terlihat cantik dan menggemaskan, namun juga aura yang kuat secara alami, membuatnya menjadi kecantikan yang menggemaskan namun dingin.
"Maaf terlambat, perkenalkan saya Cai Ni, keponakan dari Tante Dewi." ucapnya. Ia tak mengatakan nama aslinya, hanya nama China saja pada orang-orang ini. Lagi pula, dia berada di sini dengan terpaksa
Terlebih, tak siap jika harus bertemu lagi dengan 'Orang itu'
Sebelumnya, dia bersantai dalam kamar dengan mengerjakan desain gaun terbaru untuk ikut dalam lomba desain seperti biasa. Sebagai Stylish, dia sudah terbiasa namun tak pernah merasa cukup dengan pencapaian nya. Semua ini, jika menang maka hanya akan menambah kan uang di rekeningnya. Ingatlah, dia seorang wanita yang mandiri.
Namun, ia tiba-tiba mendapatkan kabar jika bibinya mengalami kecelakaan, meskipun begitu wanita itu masih saja menyuruhnya untuk datang ke lokasi, dimana wawancara eksklusif ini dilakukan.
Dengan rendah hati, bibi yang sebenarnya tak dekat dengan dia meminta tolong. Bibi akan membayarnya dengan mahal pula, ini untuk pertama kalinya wanita ini minta tolong.
Baiklah, karena dia pernah memperlakukan ku dengan baik, ayo terima saja. batinnya.
__ADS_1
Namun, ketika tiba di lokasi, dia tiba-tiba tersentak kaget dan ingin melarikan diri saat melihat bayangan Joan disana yang mendampingi Azka.
Ingin melarikan diri, namun Bibinya kembali menelpon dan menangis memohon. Terpaksa, dengan hati-hati dia masuk kedalam ruangan ini. Berusaha agar tidak ketahuan oleh Joan
Namanya sebenarnya adalah Fayana Li, namun dia menggunakan nama Cai Ni sebagai nama panggung yang dikenal oleh banyak orang.
Berdiri dihadapan Nikita yang sangat cantik meski tanpa riasan dan dandanan, dia tetap terlihat sangat cantik.
"Nona Nikita, ayo mulai." Dan tanpa beristirahat, Fayana langsung membuka kotak dimana semua peralatan makeup berada, entah itu miliknya atau milik Nikita sendiri.
"Cai Ni, kan? Gue akan jujur, gue nggak bercanda sama lu, kalau lu nggak bisa buat gue puas." Mata Nikita membawa api tak terlihat, "Lu bisa ngucapin selamat tinggal sama karir lu ini."
Fayana Li tersenyum, "Jangan khawatir, Nona. Saya tak akan mengecewakan bibi saya dengan penampilan Anda." Balas Fayana dengan gaya formal.
Wanita ini ingin menghancurkannya? Apa dia bermimpi?.
Namun, Fayana tetap tersenyum dan mulai bekerja.
Fayana Li tak membawa peralatan khusus apapun, dia datang dengan keadaan darurat.
Nikita melihat bawah Cai Ni ini terlihat sangat alami, dia bahkan tidak gugup saat berhadapan dengan seorang aktris. "Kau terlihat sangat cantik, apa kau seorang model?"
Fayana tetap berkonsentrasi namun dia masih menjawab, "Tidak. Masuk kedalam showbiz sangat rumit untuk saya, Nona." 'Apa lagi jika harus terlihat oleh Azka. Tidak boleh lagi.'
Satu jam lebih telah berlalu, Nikita menatap dirinya didepan cermin dan tak bisa untuk memuji dirinya sendiri.
Kecantikan polos sudah biasa baginya, namun saat ini riasannya berbeda. Bebas dan dingin, kecantikan penuh pesona anggun seperti seorang bangsawan Eropa.
Ketika dia tampil didepan kamera setelah dipanggil, tatapannya langsung mencari Azka dan ingin melihat seperti apa responnya.
Dia puas saat melihat Azka menatapnya dengan sedikit lebih lama seperti biasa, meskipun kembali melihat kearah kamera dan tersenyum. Azka juga memujinya cantik, ini sudah membuatnya merasa puas.
__ADS_1