The Second Prince

The Second Prince
Chapter 58


__ADS_3

Mama Maria telah kembali ke pekerjaannya dan meninggalkan keluarga Alexander. Karena tanggung jawabnya sebagai seorang Dokter, ia harus kembali untuk menyelamatkan nyawa lain.


Levi dan keluarga sederhana sarapan tanpa Azka, ini memang terlihat sedikit tak adil namun pemuda itu baru saja tidur beberapa jam lalu. Kurangnya jam tidur membuatnya tak ingin lepas dari tempat tidur yang nyaman untuk sementara waktu.


"Sayang, biar aku yang membawa Rose hari ini. Oke?" ucap Levi disela makannya


"Kau yang membawanya? .. Baiklah." balas Axila, ia menoleh pada Rose yang sedang menikmati buburnya sambil bermain dengan mainan bebek kecil berwarna kuning.


Levi menatap istrinya dengan intens, Axila terlihat semakin cantik ketika bertambah umur. Wanita itu telah memotong rambutnya yang panjang, kini hanya sebatas lehernya saja


Dandanan Axila dulu terlihat dewasa, wanita ini juga jarang tersenyum saat itu. Namun sekarang, setelah mereka memiliki Rose, Axila yang memotong rambutnya malah terlihat seperti gadis kuliah yang baru saja memasuki masa-masa dewasanya.


"Jam berapa kau pulang hari ini?" tanya Levi. Dia memiliki sedikit rencana


Axila berpikir sebentar, "Lebih awal dari biasanya, jadwalku tidak padat dan sedang kosong. Mungkin sekitar jam empat?" tebak Axila. "Memangnya ada apa?"


Levi mengangguk, "Baiklah. Aku akan pulang lebih awal juga. Aku pikir, kita sudah lama tidak berkencan seperti dulu, bagaimana jika berkencan lagi?" Levi menyimpan pisau dan garpu yang ia gunakan untuk makan (Makan ala Eropa, biasanya menggunakan pisau dan garpu untuk makan). Menggunakan tangannya sebagai topangan kepalanya, ia menatap Axila dengan tatapan menggoda


"Kencan lagi? ... Sepertinya menyenangkan, lalu bagaimana dengan Rose?" Axila menoleh pada putrinya yang telah menghabiskan bubur dan sedang bermain dengan buah apel dimeja makannya.


"Kita bawa saja dia. Aku pernah melihat satu keluarga seperti itu, mereka terlihat manis." ucap Levi, dia mengingat kembali saat dimana setelah makan siang ditemani klien di Mall. Ia tak sengaja melihat satu keluarga dengan beranggota tiga orang, mereka bersenang-senang disana. Terlihat sangat manis jika dia membayangkan keluarga itu adalah mereka


"Baiklah. Itu ide yang tak buruk, aku bisa." balas Axila sambil tersenyum manis.


"Ouhhh... mengapa kau terlihat sangat manis jika tersenyum, kiss me." pinta Levi, pria itu memajukan bibirnya dan minta dicium sambil menutup matanya


Axila terkekeh pelan, ia memajukan tubuhnya sedikit dan mengecup bibir suaminya yang manja ini.


Saat merasakan bibir istrinya yang lembut dan manis itu, Levi mengulurkan tangannya dan menahan tengkuk Axila dan memperdalam ciuman mereka tanpa memperhatikan jika para pelayan berada disana. Terlebih ada Rose disana

__ADS_1


"Papapapapa..." ucapan Rose yang tak jelas menarik pasangan itu kembali ke dunia nyata.


Levi dan Axila melepaskan penyatuan merek dan menoleh pada Rose yang bertepuk tangan sambil menatap mereka, dia seolah bertanya "apa yang sedang kalian lakukan?"


"Khahahaha.." Levi terkekeh saat melihat rasa penasaran putrinya yang tertuju pada keduanya. Levi mengalihkan pandangannya pada Axila yang wajahnya kini telah memerah, istrinya terlihat sangat imut.


Axila segera mengalihkan perhatiannya dengan wajah yang masih merah, segera meneguk jus apel dengan cepat. Bagaimana mereka bisa melupakan Rose yang berada disana?


"Kami akan mengantarmu ke kantor, ayo." ajak Levi setelah melihat jika istrinya yang imut ini telah selesai dengan sarapannya.


"Emm." Axila mengangguk, segera mereka meninggalkan mansion itu dengan mobil Levi.


Axila tak lupa mengingatkan pelayan untuk menyiapkan sarapan saat adik kesayangannya itu bagun nanti.


Karena Axila memiliki perusahaan sendiri, Levi dan Rose mengantarnya sampai ke depan pintu masuk gedung kantor sebelum akhirnya berpisah. Levi duduk dengan Putri kesayangannya, menggelitik wajah bayi itu dengan hidung mancungnya.


Sepanjang jalan, Rose banyak tertawa karena ayahnya yang tampan itu.


............


Sedangkan di rumah, setelah pasangan itu pergi di pagi hari, pemuda tampan dengan wajah imut baru saja bangun dari tidurnya saat waktu menunjukkan pukul 10:17


Azka yang telah bangun bergegas ke kamar mandi saat merasakan panggilan alam. Setelah urusannya selesai, pemuda itu mulai dengan rutinitas pagi nya.


Gosok gigi, cuci muka dan mandi. Setelah semua selesai, dia mengenakan pakaian yang terlihat santai. Hanya baju biru laut dan celana pendek, rambutnya juga dikeringkan dengan Hair dryer.


Diatas meja rias yang terdapat banyak jenis perawatan wajah, parfum dan lainnya. Dengan perlahan mulai menggunakan skincare, seperti yang telah diajarkan oleh Axila


Dan untuk wangi parfumnya, ada Vanilla yang menjadi pilihannya. Ini karena Vanilla memiliki wangi yang lembut dan enak, dia yang datang dari zaman kuno sangat menyukai wangi ini. Ada juga beberapa yang memiliki harum lembut, dia menyukainya

__ADS_1


Azka pergi ke balkon kamarnya, pemuda itu melihat pemandangan dari atas sana. Terlihat beberapa tukang kebun yang sedang mengurus beberapa tanaman dan bunga, ada pula yang baru saja menyimpan alat potong rumput, mematikan keran air, dan lainnya.


Dia mengingat ucapan Reza semalam, ternyata memang benar. Diseberang sana, meski jaraknya cukup jauh dia bisa melihat mansion sebelah. Luas mansion kakak iparnya adalah 2 hektar, jadi jarak antara mansion ini dan sebelah cukup jauh.


Saat menoleh kesamping, ia mendapati teropong disana. Teropong ini biasanya digunakan oleh Azka yang asli untuk melihat bintang


Saat ini, Azka yang sekarang memiliki sedikit rasa penasaran. Ia mendekati teropong, lalu mengarahkan pada mansion sebelah untuk melihat lebih jelas.


Disana, dia melihat seorang pria yang usianya sekitar 30-an. Pria itu sedang duduk di balkon seperti yang ia lakukan saat ini, namun bedanya pria itu memegang laptop dipangkunya dengan ekspresi serius. Sepertinya sedang bekerja


Lalu, saat ia menggeser sedikit, terlihat Reza yang berada disana juga. Memiliki sedikit jarak, namun ia sedang melihat kearah saudaranya yang sedang bekerja dengan serius. Ekspresi Reza terlihat sedikit sedikit, bibirnya bergerak mungkin sedang bicara meski tak bisa didengar oleh saudaranya.


Azka ingat saat Reza bercerita tentang ayah dan saudaranya. Keluarga mereka memiliki perusahaan hiburan, itulah mengapa Reza menjadi seorang aktor juga, dia memiliki dukungan yang sangat kuat di bidang industri hiburan.


Sedangkan kakaknya tak seperti Reza, pria itu bekerja seperti pewaris lainnya. Dia menjadi seorang CEO di perusahaan mereka, memiliki banyak penggemar diluar sana meski tak menjadikan aktor.


Ayah Reza tak ingin anaknya menjadi seorang aktor, namun keinginan nya yang kuat membuat pria itu mengikuti keinginan putra bungsunya. Membiarkan putra sulungnya yang mewarisi sebagai perusahaannya, sedangkan Reza memiliki saham disana yang dikelola oleh kakaknya. Bisa dibilang, Reza juga menjadi anak yang manja


Sampai suatu hari, dia membawa kembali kekasihnya, Viona. Yang merupakan seorang model dan calon aktris juga.


Namun, ayah dan kakaknya menentang hubungan mereka. Reza terlibat beberapa pertengkaran dengan keluarganya, hingga keras kepalanya membuatnya berada dalam keadaan Vegetatif saat ini.


Barulah, dia menyadari wajah asli Viona. Dia membenci wanita itu, namun tak bisa melakukan apapun karena dia berada dalam bentuk Roh.


Beruntung keluarganya kaya raya, sehingga perawatan nya juga terus berlanjut selama dua tahun ini.


Tokk... tokk...tokk...


"Siapa?" tanya Azka, ia mengalihkan pandangannya pada pintu.

__ADS_1


Suara perempuan terdengar dibalik pintu, "Tuan muda. Ada tuan Joan dibawah, ingin menemui Anda." ucap pelayan


"Baiklah, aku akan turun." balas Azka sebelum akhirnya berbalik dan menuruni tangga dan melihat pria yang menjadi manager Azka disini


__ADS_2