The Second Prince

The Second Prince
Membuat takjub dengan rasa baru [2]


__ADS_3

...Happy Reading.......


..._____________________________________________...


Yi-Fang yang hanya mengamati terus memperhatikan setiap langkah yang dilakukan oleh kembarannya. Setiap gerakan yang dilakukan oleh Yi-Feng terlihat sangat anggun bak seorang gadis yang sedang memasak.


'Jika Yi-Feng adalah seorang gadis dan bukan adikku, seperti aku akan mengambilnya sebagai- Bodoh! Bagaimana bisa aku berfikir seperti itu? Ini menjijikkan!' dengan cepat ia menepis pikiran liarnya, Wajahnya bahkan terlihat memerah dan merasa malu, tapi siapa yang bisa menolak untuk melihat hal manis ini? Adiknya bahkan sangat anggun melebihi seorang wanita bangsawan!


Sementara Yi-Fang sendiri sibuk dengan buah-buahan, ia menyusun potongan apel kedalam panci, lalu memasukan air yang menenggelamkan buah-buahan itu. "Yu-Cheng, masak ini hingga daging apelnya lunak," perintahnya.


"Baik, Yang Mulia." Balas Yu-Cheng patuh, ia meletakkan panci diatas tungku dengan api yang sedang menyala.


"Untuk apa memasak apel itu?" tanya Yi-Fang yang membutuhkan penjelasan.


"Jus dan teh apel. Kita memerlukan sari nya, jadi harus dimasak agar bisa diambil sarinya" jelas Yi-Feng.


"Jus? Teh apel?.... Aku baru pertama kali mendengar namanya, apa ini sesuatu yang baru?" tanya Yi-Fang.


Yi-Feng mengangguk, "Tentu saja, ini karena akulah orang pertama yang membuatnya. Kita bisa membuat Pie apel dilain waktu, yang kemudian ditaburi dengan madu yang manis itu akan terasa sangat lezat."


"Belum juga kau menyelesaikan yang ini, kau malah membuatku semakin penasaran. Lebih baik, buat sekaligus saja dan berhenti membuatku penasaran!" Yi-Fang


"Ckck.... Enaknya hanya memerintah, memangnya aku pelayan mu? Kau harus membayar dengan sesuatu untuk Pie apelku nanti!" balas Yi-Feng menunjuk kakaknya dengan jarinya.


Meskipun tindakan nya terlalu lancang dan tak sopan, Yi-Fang tersenyum karena adiknya ini terlihat imut saat sedang kesal. Apakah ini sisi lain dari adiknya juga?.. Entah, tapi dia menyukai sisi ini.


"Aku akan memberikan apapun yang kau mau," balas Yi-Fang


"Sungguh? apapun yang aku inginkan?" tanya Yi-Feng dengan nada ragu hanya untuk memancingnya.


"Tentu saja! Sejak kapan aku mengingkari janjiku!" Yi-Fang kesal mendengar adiknya sendiri meragukannya.


Happ!


Umpan dimakan, inilah yang dia inginkan. Otak kecilnya dengan cepat memikirkan apa yang harus ia minta dari pemuda ini, seringai licik terlihat.

__ADS_1


Membuat Yi-Fang merasakan udara dingin dipunggung nya, firasatnya mengatakan akan terjadi sesuatu yang buruk. Hal ini menjadikan Yi-Fang menjadi berhati-hati dan waspada.


"Baiklah jika kau memaksaku, aku akan membuatkan mu Pie apel. Namun, sepertinya aku kehabisan apel, semua yang digunakan saat ini harus ditunjukkan pada Ayah Kaisar," ucapnya dengan nada sedih


Mendengar jika apel yang digunakan tidaklah cukup, Yi-Fang segera bertindak.


Ia dengan cepat memerintahkan pelayan nya untuk membelikan satu keranjang apel, Yi-Feng mengambil kesempatan ini untuk meminta kesatria tersebut membelikan beberapa bahan yang lainnya dalam membuat Pie apel.


"Kau, kemarin sebentar" tunjuk Yi-Feng pada seorang pelayan.


"Hamba, Yang Mulia." pelayan itu mendekat tanpa bertanya.


Yi-Feng, "Perhatian apel rebus ini, jika dagingnya telah matang maka panggil aku."


"Yang Mulia, bukankah ini tanggung jawab ku?" tanya Yu-Cheng saat pekerjaan nya diambil oleh pelayan lain, ia merasa tak suka!


"Kau bertugas membuat permen apel, Ayo bekerja!" Ucap Yi-Feng menyemangati mereka semua.


Yi-Feng kembali sibuk dengan apel dan kentang, permen apel ditangani oleh Yu-Cheng.


Melihat buih-buih putih dalam panci, ia membiarkannya hingga berwarna sedikit kecoklatan sambil terus diaduk.


Melihat waktu yang sudah pas, ia mengambil satu tusuk sate apel dan melumuri seluruh permukaan apel dengan gula.


"Yu-Cheng, lakukan hal ini lagi hingga selesai. Aku akan melihat kentang lagi," ucap Yi-Feng.


Yu-Cheng, "Baik, Yang Mulia."


"Ambil beberapa tusuk sekaligus dan masukkan kedalam panci, biarkan tusuk bambunya saja yang berada dipermukaan lalu lumuri semua sisi dengan merata. Hal ini akan mempermudah dan mempersingkat waktu dari pada mengambil satu-persatu tusuk," saran Yi-Feng


"Baik, Yang Mulia. Hamba akan menyelesaikan nya dengan baik," ucap Yu-Cheng percaya diri.


Yi-Feng mengangguk, ia menepuk pundak Yu-Cheng dua kali sebelum berjalan kearah Yi-Fang yang dari tadi terus memperhatikan mereka.


"Ini," ia menyerahkan satu tusuk permen apel pada kakaknya, yang baru saja ia buat sendiri.

__ADS_1


"Untuk apa kau berikan padaku?" tanya Yi-Fang dengan heran.


Yi-Feng, "Tentu saja untuk kau makan"


Yi-Fang, "Memangnya aku anak kecil?"


"Ya sudah jika tak mau, aku juga ingin." Mengacuhkan saudaranya, ia menggigit satu potong sebelum akhirnya satu tusuk permen itu tak berada lagi pada tangannya.


Permen itu sudah berpindah tangan ke Yi-Fang, ia bahkan langsung melahap semua potongan apel tersisa.


Yi-Feng akan protes, namun melihat reaksi saudara kembarnya yang terlihat menikmati, ia menghentikan ucapannya.


"Bagaimana, jelaskan padaku rasanya," tanya Yi-Feng, ia ingin mendengar komentar kembarannya.


"Rasa manis dan gula yang dikombinasikan dengan rasa apel yang sangat padat, benar-benar menakjubkan! Ini adalah permen terkena yang pernah Ku makan!" ucap Yi-Fang dengan bersemangat seperti anak kecil


Yi-Feng tersenyum, ia kemudian membiarkan Kakan nya yang sedang rakus itu memakan beberapa permen lagi yang sudah siap dengan bantuan Yu-Cheng.


Yi-Feng pergi ke pelayan yang bertugas pada kentang, ia menunjukkan bagaimana memotong kentang dengan menusuknya kedalam tusuk bambu seperti membuat sate, kemudian kentang dipotong memutar lalu ditarik sedikit kebelakang. Hal ini membuat kentang terlihat lebih cantik dan menarik, serta ketebalan nya juga tipis.


"Jika kau memotongnya dengan terlalu tebal, saat digoreng dalam minyak panas tidak akan menjadi renyah. Buatlah lebih tipis lagi, hati-hati agar tidak melukai tanganmu." Yi-Feng dengan berbaik hati memperingatkan mereka tentang bahayanya pisau yang tajam.


Ada pula nugget kentang, ia mengajari mereka membuatnya. Pertama masak kentang hingga matang, lalu hancurkan dengan bantuan lesung kayu yang digunakan untuk menumbuk hingga kentang hancur.


Ada pula bahan yang digunakan, 3 butur telur, 10 sendok terigu, bawang merah dan bawang putih yang dihaluskan, , sedikit Lada bubuk secukupnya, Garam, Daun seledri yang di cincang kasar. Semua ini dimasukkan kedalam kentang lalu dicampur rata kemudian akan digoreng dalam minyak panas.


Ada pula apel yang direbus, daging apelnya telah matang.


"Bisakah aku mendapatkan satu kain putih bersih yang belum pernah digunakan?" tanya Yi-Feng.


"Mengapa kau memerlukannya?" Yi-Fang penasaran, jadi ia bertanya.


"Untuk memisahkan sari apel dan daging buahnya. Kita juga tak tahu apakah ada kotoran yang masih menempel, hal ini hanya untuk memastikan saja" jelas Yi-Feng


"Baiklah, cepat siapkan pesanan adikku." Ucap Yi-Fang datar.

__ADS_1


__ADS_2