
Axila terus berjalan mendekat, ketika dia mendengar percakapan mereka.
"Pak Presiden, saya benar-benar minta maaf. Saya tak memperhatikan langkah saya."
"He'em." balas Levi acuh, ia mundur dan melepaskan jas yang sedang dikenakan olehnya lalu memberikan pada asisten di sampingnya
"Bakar itu." ucap Levi datar, dia berjalan menjauh
Wanita lain melihat ini merasa sangat kesal, "Presiden, begini kah cara Anda bermitra dengan perusahaan lain? Anda benar-benar memperlakukan saya seperti kotoran-"
"Nona Jenny, tolong jaga sikap Anda." potong seorang pria yang berdiri di sisi Levi
"Apa maksud mu?" balas Jenny kebingungan
"Nona Jenny, jika Anda berencana untuk menjerat Presiden kami, harap perhatikan langkah Anda. Nyonya kami orang yang- saya tidak bisa mengatakan nya, namun bukankah Anda datang kemari untuk bermitra dengan perusahaan kami?
Jangan kira, karena Anda adalah CFO perusahaan Mega, Anda bisa bertingkah semua Anda dan-"
"Ada keributan apa ini?" suara lain memotong pembicaraan pria lain
Levi dan semua orang disana segera menoleh, melihat wanita cantik yang datang dengan gaya yang mendominasi.
"Sayang? ..Kau disini?" Levi melangkah kedepan dan menyambut Axila dengan senyuman
"Ada keributan apa ini? Lalu, kenapa kau memiliki wangi wanita lain di tubuhmu?" saat bertanya Axila mengalihkan pandangannya pada Jenny yang masih berdiri di tempatnya
"Siapa dia?" lanjut Axila bertanya
"Seseorang yang bukan siapa-siapa." balas Levi tenang
"Apa maksud Anda, Pak presiden?" Jenny memotong ucapan Levi
__ADS_1
Levi mengangkat alisnya dan tak mempedulikan Jenny dan semua orang disana, dia malah mengendus pipi Axila dengan tenang, tanpa di turun tangan pun masalah kecil ini akan selesai
Melihat tingkah atasan mereka yang pamer di hadapan publik, semua orang menundukkan kepalanya dengan semu kemerahan diwajah mereka. Pasangan di depan mereka adalah pasangan tanpa rasa malu
Axila menurunkan kacamata yang ia kenakan, melihat Jenny dari atas hingga bawah dengan tenang. "Nama mu adalah Jennifer, bukan? CFO dari perusahaan Mega, baru bergabung selama 5 bulan dan datang dari Singapura. Apa aku benar?" ucap Axila yang membuat Jenny memiliki keterkejutan di matanya
Saat wanita muda itu masih berfikir, Axio kembali melanjutkan ucapannya. "CEO Mega mengirimu kemari untuk menandatangani kontrak dengan perusahaan ini, aku benar bukan?
Kalau begitu, sepertinya kau harus kembali ke Singapura dalam waktu dekat. Selama 3 bulan, perusahaan kalian selalu saja mencari wajah agar dilirik oleh perusahaan ini. Dan ketika kesempatan datang, kau malah merusak kontrak kerjasama ini?" tanpa menunggu Jenny membalasnya Axila kembali menyerangnya
"Nona Jennifer, saya harap jika Anda ingin mendekati dan menjerat suami saya, gunakanlah otakmu yang pintar itu untuk berfikir ulang. Kau benar-benar menjijikkan
Apa kau pikir, dengan membuang tubuhmu pada suamiku kau akan mendatangkan hasil yang baik? ...Sayang sekali, p4yudar4 mu yang besar itu akan langsung pecah dan kau sangat longgar serta kotor untuk di sentuh oleh pria yang bersih ini." dengan kata-kata nya yang kejam, Axila mampu membuat seseorang mati rasa di tempatnya.
"Ayo kembali," ia langsung menyeret Levi kembali dengan santai
Levi mengikuti langkahnya, namun berhenti di langkah ke tiga. "Katakan pada CEO Mega, jika ingin bekerja sama maka datang sendiri. Jangan mengirimkan kecoak menjijikkan seperti ini lagi dimasa depan." setelah itu, dia menggandeng Axila dan keluar dari gedung perusahaan
Orang-orang di sekitar Jenny juga menggelengkan kepalanya, merasa sayang dengan kecantikan yang sia-sia ini.
"Dia memiliki karir dan wajah yang indah, kenapa mengambil langkah maut ini? ..Ckckck"
"Sama seperti lainnya, tak ada yang berbeda."
"Hanya IQ saja yang mencengangkan, namun EQ tidak mendukung. Dia benar-benar menggali kuburan nya sendiri."
"Aku sudah bosan melihat adegan seperti ini, apa lagi Pak presiden yang mengalaminya langsung?"
Di kantor, semua orang tersisa dan menyaksikan kejadian barusan menggelengkan kepalanya. Sudah terbiasa dengan gadis yang ingin merayu dan menjerat Presiden Alexander, namun malah di pukul mundur hanya dengan satu tebasan.
Jenny merasa sangat kesal, dia mendengar semua hinaan yang datang untuk dirinya sendiri.
__ADS_1
Hari ini, dia mendapatkan kesempatan untuk datang ke perusahaan yang di pimpin oleh Levi Alexander, Bilioner muda yang sangat mencengangkan. Merupakan salah satu orang terkaya di Asia
Banyak rumor telah beredar, dan dia juga tahu bahwa Levi telah berstatus menikah dan memiliki anak, namun hal itu tidak akan menghalanginya.
Dia memiliki seseorang yang kuat di belakang, dan telah berencana untuk menarik Levi kebawah nya.
Semua pria kaya sudah ia cicipi, tak ada yang benar-benar setia pada pasangan mereka. Itulah mengapa di sangat berani, dan saat ini adalah kesempatan untuk menjerat pria kaya lain, Levi
Tak menyangka, tidak hanya tak mendapatkan pria ini, dia juga menderita penghinaan yang besar.
Ia kembali, dan mengatakan semua keluhan itu pada seseorang
Sebenarnya, sudah ada seseorang yang menunggu disana, saat dia berakting temannya sudah mengambil gambar yang sangat bagus, tinggal membuat postingan dan semua orang akan gempar.
Namun entah mengapa, saat rencananya dijalankan, gambar yang di ambil oleh temannya bukan hanya tiba-tiba menghilang, namun mereka juga mendapatkan teror dari seseorang.
.......
Di sisi lain, Axila merasa sangat kesal pada wanita bodoh ini, dia sudah terbiasa dengan wanita-wanita gila yang ingin menjerat suaminya.
"Sayang, jangan kesal, oke?" Levi sedang berada di sampingnya, melihat Axila bermain dengan laptopnya
"Kau lihat? Gambar ini benar-benar sangat pas, jika di unggah mungkin saja membuat kegemparan yang mencengangkan. Sudut yang diambil juga membuat seseorang akan menjadi salah paham, kalian berdua terlihat seperti sedang berciuman." Axila sedang melihat hasil yang diambil oleh teman Jenny, menelitinya dengan matanya
"Kalau begitu, besok aku akan pergi ke rumah sakit, menyuruh mereka untuk bedah plastik dan merubah wajahku jadi jelek. Salahkan wajahku karena menarik mereka, maafkan aku, oke?" dengan lembut Levi merayu istrinya agar tidak kesal
Dia juga lelah berhadapan dengan wanita-wanita yang persis seperti Jenny barusan, hal itu tidak asing lagi karena dimanapun dia berada, akan selalu ada serangga yang ingin datang dan hinggap.
"Jangan! Aku akan membunuhmu jika kau melakukan bedah plastik, ini adalah wajah favorit ku. Ayo lupakan dia, aku benar-benar sedang kesal, kau harus dihukum!" Axila menyimpan laptop nya dan berbalik ke Levi
Levi tersenyum, "Hamba menerima hukuman nya dengan senang hati, Yang Mulia." Levi membuat pose yang menggoda disana, membuat Axila memiliki tatapan liat dimatanya
__ADS_1
Malam yang panas, kembali di lalui oleh pasangan suami istri itu lagi, sama seperti biasanya. Api tidak padam hanya dalam hitungan menit, waktu menunjukkan subuh barulah aktifitas mereka terhenti