
...Zaman Kuno.......
...__________________________________...
Ketika Yi-Feng yang tidak diijinkan untuk mengukur penyelidikan kasus kematian berantai dalam suatu keluarga tersebut hanya bisa diam saja dan melakukan beberapa hal yang dia pikir menyenangkan.
Selama dua hari, Yi-Feng diam dan pada hari ketiga, pemuda tersebut tak dapat lagi menahan dirinya dari rasa penasaran ini.
Dia pergi ke Istana Biru milik kakak kembarnya, Yi-Fang.
Saat ini, pemuda dengan gelar Putra Mahkota tersebut sedang pusing dengan kasus yang belum dia temukan kejelasannya.
Saat Yi-Feng tiba, pemuda itu baru saja selesai sarapan pagi. Karena kemarin dia sangat kelelahan, hari ini Yi-Fang bangun kesiangan sehingga pemuda itu sarapan pada sekitar jam 8 pagi di dunia modern.
Pemuda berwajah cantik yang ditutupi tersebut memasuki kamar Yi-Fang, terdapat beberapa tirai kain yang menggantung didalam sana. Kamar ini, sangatlah elegan dan mewah. Benar-benar kamar seorang ahli waris Tahta, semua perabotannya benar-benar tak memiliki nilai kecil, ah!
"Hai, Kakak." sapa Yi-Feng memasuki kamar Yi-Fang
Pemuda itu hanya melirik kilas pada adik kembarnya, dia sedang memakan kue teratai sebagai pencuci mulut.
Yi-Feng tanpa sopan duduk disamping kakak kembarnya, "mengapa wajahmu tampak kuyu seperti ini? ..Apa terjadi sesuatu padamu?"
"Aku hanya kelelahan, apa yang kau lakukan disini?" balas Yi-Fang bertanya
"Aku bosan di tempatku. Xixi pergi bermain dengan bibi kecilnya, tak ada yang menghiburku di sana. aku merasa bosan, bukankah kau berjanji akan mengajakku pergi ke laut kemarin?... Bagaimana dengan hari ini, apa masih sibuk?" Ucap Yi-Feng
Yi-Fang mendesah tak berdaya, dia memang telah berjanji namun dia tak bisa menepati janji itu. "Maafkan aku, kasusnya sangat sulit sehingga aku masih sibuk. Bagaimana jika kau pergi dengan Xiao Cheng saja?" Yang dimaksud nya adalah pelayan pribadi Adik kembarnya, Yu-Cheng
"Ehh... kenapa harus oeegi dengannya? ..Kau berjanji akan membawaku kesana.. Tak apa, karena kakak sibuk, aku akan menunggumu memiliki waktu.
Lalu, seperti apa kasusnya?" tanya Yi-Feng kepo.
"Tak ada perkembangan.. Ini terlalu misteri," balas Yi-Fang
"Ehh, memangnya tak ada bukti dan saksi?" tanya Yi-Feng heran, kasus seperti apa ini?
__ADS_1
Yi-Fang menggeleng, "Tak ada. Hal ini yang membuatku pusing, ini menyebalkan." umpat Yi-Fang
'Tak ada bukti dan saksi? ..Bagaimana bisa?'. Batinnya. Karena lada dasarnya, akan ada bukti di tempat kejadian.
Orang-orang di masa depan akan mengandalkan sidik jari, dan beberapa bukti lainnya entah penting atau tidak. Semua akan diamankan lalu diselidiki
"Apa aku boleh ikut kesana?" pinta Yi-Feng, siapa tahu dia bisa membantu?. pikirnya
"Untuk apa kau kesana?" Yi-Fang menatap adiknya heran.
"Siapa tahu aku bisa membantu mu memecahkan masalah ini? ..Aku ingin kau membantuku ke laut lebih cepat, musim panas adalah saat yang tepat untuk mencari makanan laut di pinggir pantai, oke?" ucap Yi-Feng dengan lugas seperti akan pergi bermain saja.
"Baiklah... Aku akan membawamu kesana," balas Yi-Fang pasrah.
Dasar janji, jika tahu adiknya akan menagih seperti ini, mana mau dia berjanji saat itu?
Awalnya dia takut membawa Yi-Feng kesana karena anak ini bisa melihat hantu, namun sekarang karena dia tidak lagi dapat melihat hantu, Yi-Fang sebagai kakak merasa lega.
...........
Dalam kasus ini, yang menjadi korban adalah orang-orang biasa yang tidak memiliki latar belakang yang menonjol, tidak memiliki permasalahan dengan orang lain, tidak memiliki musuh, berbisnis dengan baik dan bersih.
Benar-benar orang yang sangat biasa, jika ada orang yang ingin membunuh satu keluarga tanpa mengganggu para tetangga maka perlu membuat mereka mati lemas atau tidak dapat bicara.
Tapi, hasil pemeriksaan mayat menyatakan bersih! Tak ada bekas luka baru disana, tak ada tanda potong atau ditikam menggunakan benda tajam maupun tumpul.
Tak ada saksi mata dan bukti yang jelas, bahkan para tetangga saja tak tahu apa yang terjadi pada satu keluarga ini.
Semua orang didalam kediaman itu mati dengan tiba-tiba, hanya menyisahkan satu anak laki-laki yang masih berusia 2 tahun, anak yang belum tahu apa-apa.
Kecurigaan mengarah pada racun. Namun, jika itu racun maka seseorang pasti akan mengeluarkan busa dari mulutnya ketiga mereka mati. Namun, hal ini juga tidak terjadi!
Jika dibunuh oleh seseorang, pasti akan ada teriakan terlebih hal ini terjadi pada malam hari. Seseorang yang berjalan ditengah malam saja bisa didengar oleh orang lain, bagaimana bisa teriakan tak mengundang seseorang datang kesini?
Tapi tidak ada, jika para tetangga tinggal begitu berjauhan maka tidak masalah, namun kediaman dengan penuh penduduk dipinggir ibukota ini saling berdekatan.
Bahkan mereka takut kehilangan 1 inci tanah mereka, bagaimana bisa mereka tak mendengar teriakkan dari tetangga yang dibunuh?
__ADS_1
Tanpa sadar, Yi-Fang menghela nafas lelah. Hal ini yang membuatnya memiliki jalan buntu.
Yi-Feng menoleh pada kakak kembarnya, seperti mengetahui apa yang dirasakan oleh pemuda itu.
Yi-Feng membuka topengnya, membuat Yi-Fang bertanya-tanya apa yang dilakukan oleh pemuda itu.
"Berbaliklah, aku akan membantumu memijat kepalamu." ucap Yi-Feng
Alis Yi-Fang mengerut, namun sebelum dia bisa melakukan sesuatu pemuda berwajah cantik itu sudah lebih dulu berada dibelakang punggung pemuda itu. Tangannya mulai memegang kepala Yi-Fang dan memberikan pijatan ringan.
"Jangan terlalu lelah, hal ini akan mengganggu kesehatanmu juga... Kau perlu merilekskan tubuh dan otakmu..Tenang saja, meskipun aku tak bisa banyak membantu, namun aku kan melakukan yang terbaik untuk membantu mu, Kak... Mari kita selesaikan kasus ini dengan bersama, pasti akan ada jalan keluarnya." ucap Yi-Feng dengan bijak
Tangannya terus bekerja, memberikan pijatan dibeberapa titik akupuntur yang membuat tubuh jadi rileks.
Setelah itu, Yi-Fang membawa Adik kembarnya ke departemen penyelidikan.
Yi-Feng bertemu dengan orang-orang yang bertanggung jawab atas kasual ini, orang-orang ini sedang berdiskusi satu sama lain.
"Jika bahkan tidak punya musuh, bagaimana cara kita menyelesaikan masalah ini?" tanya penyelidik A.
"Aku juga bingung.. Latar belakang keluarganya baik, mereka tak memiliki musuh." ucap Penyelidikan C.
"Apa jangan-jangan rival bisnis mereka?" ucap penyelidik B
"Hal ini bisa terjadi, namun bisnis mereka hanyalah bisnis kecil, mereka hanya menjual kain saja, apa yang perlu dilakukan jika disana banyak sekali bisnis kain yang beredar?" balas Penyelidik A.
"Tebakan mereka bisa saja benar salah satunya.. namun, ini memang sedikit sulit." gumam Yi-Feng
'Sedikit sulit?' beberapa orang langsung mengarahkan pandangan mereka pada pemuda yang baru saja hadir di departemen ini.
.
.
.
.
__ADS_1