The Second Prince

The Second Prince
Menyelam [2]


__ADS_3

Air laut sedang surut, membuat laut juga tenang dan tidak memiliki ombak yang besar. Sebelumnya, dia berfikir untuk berselancar, namun jika ia ingin melakukannya maka harus ada ombak yang besar dan menggulung hingga membentuk terowongan.


Namun, imajinasinya hancur setelah melihat seperti apa ombak di tempat ini. Cihh, Yi-Fang benar-benar curang. Bagaimana dia bisa memilih pantai yang tenang ini? .. Impiannya untuk berselancar di zaman ini kandas seketika.


Lu Yuanxi juga ikut masuk kedalam laut, dia pergi ke area yang lebih dalam dan berenang disana. Ternyata, bocah itu cukup baik dalam berenang, ia bolak-balik beberapa kali, lalu menyelam dan muncul setelah satu sampai dua menit.


"Feng'er, kau belum belajar berenang, berdiri saja di tempat yang dangkal dan jangan masuk kebagian yang lebih dalam!" Pekik Yi-Fang yang melihat adik kembarnya seperti ingin menyusul Lu Yuanxi. Saat ini dia memiliki jarak beberapa meter dari adik yang terlalu bersemangat itu


"Kakak, apa susahnya berenang?.. Aku sangat pintar jadi bagaimana bisa hal sepele seperti ini bisa menghentikan ku? ..Kau akan melihatnya sendiri, Kakak." Balas Yi-Feng tanpa mau mendengarkan kekhawatiran saudaranya.


Yi-Fang tidak bisa untuk tidak khawatir, ini adalah pertama kalinya Feng'er datang ke laut dan untuk pertama kalinya ia berenang. Bagaimana jika terjadi sesuatu pada Feng'er?


Namun, sepertinya ada Dewa kecil yang menyelamatkan kekhawatiran nya juga, Yongxi tiba-tiba berteriak pada Ayah baptisnya yang mulai menjauh dari pantai.


"Papa, Xixi juga ingin berenang, Papa!" Suara anak itu terdengar oleh Yi-Feng, dan dia memutar arah kembali ke pinggir pantai.


Saat kakinya sudah menginjak pasir, Yi-Feng berjalan perlahan kearah Yongxi.


"Bagaimana jika Papa mengajarimu berenang sebentar, kau tidak bisa menguasainya dengan cepat jadi, latihan beberapa kali setelah itu bermainlah di pantai. Kau bisa membuat istana pasir, itu juga menyenangkan. oke?" Ucap Yi-Feng


Ia membujuk Yongxi dengan beberapa kata lagi, sebelum akhirnya mengeluarkan pelampung dan memakaikan nya pada Yongxi, lalu mengajari anak itu berenang dengan gaya anjing.


Li-Fei juga ingin melakukan hal yang sama, tanpa pilihan lain Yi-Fang juga mengajari anak itu berenang di air yang dangkal, dengan bantuan pelampung yang diberikan oleh Yi-Feng, Lu Yuanxi juga tidak bisa lari, dia dipanggil untuk mengajari anak-anak itu berenang juga karena dia adalah perenang yang cukup baik.


Namun, sepertinya dua anak perempuan itu tidak benar-benar menikmatinya, mereka cepat kelelahan dan meminta untuk dibiarkan bermain di pinggir pantai saja.


Yi-Feng menyuruh dua pelayan itu untuk membawa mereka mencari kerang dan siput laut di pinggiran pantai, mereka mungkin akan menemukan beberapa makanan laut yang enak dan lezat di sana.


Yah, ini lah yang sering dilakukan oleh para gadis di zaman modern. Para kumpulan gadis itu akan mencari kerang yang memiliki cangkang cantik, lalu siput dan bintang laut yang kemudian akan dibuat menjadi hiasan yang indah. Ini adalah kreativitas yang paling sering dilakukan


Karena dua anak itu patuh, mereka telah bermain di pinggir pantai dan mencari kerang serta siput laut. Yongxi bahkan tidak menyangka jika dia menemukan kepiting dan gurita dipinggir pantai, dua anak dan pelayan mereka menjadi lebih bersemangat dalam mencari hewan-hewan laut ini.

__ADS_1


Karena Feng Gege menyuruh untuk mencari kerang, itu pasti akan dibuat menjadi makan malam yang lezat. Hal ini membuat Li-Fei lebih bersemangat dari pada dua pelayan itu.


Sedangkan tiga orang lainnya, karena telah bebas dari dua anak, Lu Yuanxi dengan cepat telah kembali ke bagian yang lebih dalam.


Yi-Feng ingin menyusul, namun tentu saja Yi-Fang kembali memperingatkan dia.


"Tidak akan ada masalah, kau bisa memperhatikan ku dari belakang. Jika ada yang tidak beres, kau bisa memanggilku." Ucap Yi-Feng menenangkan kekhawatiran saudaranya.


Yi-Fang dengan enggan mengikuti dari belakang dan menjaga adik kembarnya. "Feng'er, jangan masuk lagi ke bagian yang dalam, air sudah berada di dada sekarang, kakimu tidak bisa lagi menginjak dasar jika kau terus ma-suk?" Suaranya tiba-tiba terhenti dan matanya melebar karena terkejut ketika dia melihat gaya berenang adiknya yang mahir, seolah-olah dia telah berlatih selama bertahun-tahun.


Ketika ucapannya hampir selesai, yang ia lihat adalah adiknya yang tiba-tiba menunduk sebentar lalu kakinya mendorong maju serta tangannya yang lurus kedepan lalu ke samping, ia mendayung dengan cepat dan hanya kepalanya saja yang muncul di permukaan air untuk mengambil udara.


Yi-Fang tiba-tiba merasa jika kekhawatiran nya tidak lagi di perlukan. Apakah Feng'er jenius? Bagaimana dia bisa belajar tanpa guru?


Yi-Fang menyusul, mereka bertiga akhirnya berada di jarak yang saking berdekatan.


"Lu Yuanxi, apa kau tahu caranya menyelam?" Ucap Yi-Feng, dia tidak memperhatikan anak itu berenang karena sejak tadi terus dihalangi oleh saudara kembarnya.


Yi-Feng mengangguk luas, lalu menoleh pada saudaranya, "bagaimana denganmu, Kal?"


"Ciihh, kau meremehkan ku? ..Aku bisa menahan nafas selama 7-10 menit dalam air, apa yang kau pikirkan?" Balas Yi-Fang bertanya


"Bagus! ..Kalau begitu, ayo kita bertiga berlomba mencari makanan laut di dasar. Teripang dan abalon sangat lezat jika dimakan saat masih segar, dagingnya manis dan gurih. Ayo tangkap sebanyak yang kalian bisa," ucapan nya membuat dua orang lain tertarik.


Dikatakan oleh semua orang sejak generasi yang lalu, jika bisa menangkap hasil buruan sendiri lalu dimakan, maka rasanya akan lebih nikmat karena merupakan hasil kerja keras sendiri.


Berbeda dengan membelinya dari seseorang, meskipun rasanya juga enak, namun tidak ada rasa bangga karena menangkapnya sendiri.


Setelah dua orang lainnya setuju, mereka berpencar di sekitar sana dan menyelam untuk menemukan makanan laut itu.


Saat Yi-Fang sedang menyelam, dia tiba-tiba teringat sesuatu. 'Sial! Bagaimana aku bisa lupa jika Feng'er tidak tahu caranya menyelam? ..Dia bisa berenang, namun belum tentu dia tahu caranya menyelam!'

__ADS_1


Yi-Fang muncul di permukaan, ia mengambil udara yang banyak lalu menoleh ke segala arah, mencari dimana adiknya saat ini. Namun, dia tidak bisa menemukan nya di manapun


Wajahnya tiba-tiba menjadi pucat, dia berteriak memanggil nama Yi-Feng beberapa kali, lalu ada kepala yang muncul namun ternyata itu malah Lu Yuanxi.


Lu Yuanxi setelah menyeka air dari wajahnya sebelum akhirnya bertanya,"Yang Mulia, apa terjadi sesuatu?" tanyanya.


"Yi-Feng, aku lupa jika anak itu tidak tahu caranya menyelam. Apa kau melihatnya?" tanya Yi-Fang dengan panik.


Dua orang itu saling pandang, lalu mereka menyelam untuk mencari dimana Yi-Feng berada.


Para ksatria yang mengawasi dari pantai karena tidak diijinkan oleh Yi-Fang untuk bergabung, merasa ada yang tidak beres. Tanpa perintah dari Tuannya, lima ksatria masuk kedalam laut setelah menyimpan senjata mereka di pantai. Mereka berenang mendekat, "Yang Mulia. Apakah ada sesuatu yang terjadi?"


"Apa kalian melihat Yi-Feng, dimana dia?" tanya Yi-Fang dengan cepat.


"Maafkan bawahan ini, Yang Mulia. Hamba melihat Pangeran Kekaisaran beberapa saat yang lalu, namun itu adalah saat bersama Anda berdua. Setelah itu, Pangeran Kekaisaran tidak pernah muncul ke permukaan untuk mengambil udara," jelas salah satu ksatria.


Semua orang jadi panik, ini sudah lebih dari 7 menit, dan anak itu belum muncul? .. Pikiran buruk Tentu saja tidak bisa menghilang dari otak semua orang


Pada setiap tahun, laut telah memakai banyak korban, bahkan salah satunya adalah Mendiang Putri Mahkota.


Ketika semua orang sedang panik, kepala lain muncul di sisi laut yang lebih dalam. "Apa yang sedang kalian lakukan?" teriak Yi-Feng pada semua orang yang terlihat panik tersebut.


"Dasar adik bodoh! Kami semua mengkhawatirkan mu, dari mana anda muncul, Huh?!" suara Yi-Fang yang berat langsung memarahi pemuda cantik itu begitu dia muncul,


Yi-Feng menatap mereka dengan bingung. Apa yang sedang terjadi, ah?


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2