
Kotak itu kembali dikeluarkan, tangan Yi-Feng yang bergerak sendiri mengambil pisau bedah, magnet, semprotan penghilang bau.
Sebenarnya, harus ada senter untuk membantu penerangan, namun hal ini tak dibutuhkan sementara. Tubuh Pangeran ini telah dilatih dengan keras oleh Louis di dalam ruang Teratai, dan lagi, semua makanan yang dimasak akan ditambahkan 'Holy Water' bahkan air yang diminum juga sama.
Dengan tubuh yang sudah dirawat oleh 'Holy Water', tentu memiliki ketajaman dalam semua indera, entah itu penciuman, penglihatan, perasa dan lainnya, semuanya telah meningkat. Jadi, dia tak membutuhkan bantuan cahaya untuk sekarang
"Untuk apa alat-alat ini kau keluarkan?" tanya Yi-Fang
"Aku akan melakukan pembedahan," balas Yi-Feng singkat
"Pembedahan?" ulang semua orang tak mengerti
"Yah, pembedahan atau otopsi. Aku akan membedah untuk melihat apa yang berada dalam tubuh korban, kita bisa mengetahui bagaimana korban meninggal dan kasus ini akan memiliki petunjuk." balas Yi-Feng menjelaskan
"Maksud Anda, apa Anda akan memotong tubuh pria ini dan mencari penyebab meninggalnya mereka?" ucap penyelidik A
"Dengan kata lain, mau benar." balas Yi-Feng
"Bagaimana bisa Anda melakukan nya? ..Yang Mulia, meskipun Anda seorang Pangeran, namun bukan tindakan yang baik untuk memotong tubuh orang yang sudah meninggal. Ini sama saja kita tak menghormatinya, dia tak akan tenang!" penyelidik C menyuarakan ketidaksetujuan nya
"Benar, Yang Mulia. Anda tak bisa melakukan hal ini pada nya," sambung penyelidik A
"Tapi, hanya ini satu-satunya cara agar bisa mengetahui penyebab kematian keluar ini.
Dan lagi, aku pikir Korban bahkan tak beristirahat dengan tenang jika kita tak menemukan penyebab kematian mereka. Ini memang melanggar norma, namun tak ada cara lain." balas Yi-Feng dengan tak setuju dengan pemikiran mereka.
Dia lupa, jika dia berada di Zaman kuno. Dimana orang-orang sangat menghargai seseorang yang telah meninggal, mereka akan mengubur atau mengkremasi kan jenazah dengan baik. Terlebih jika semasa hidupnya ia melakukan hal-hal yang baik pada orang lain, semua orang akan menghormatinya meski itu hanya Abu dari orang tersebut.
__ADS_1
"Tapi-" sebelum yang lain mengatakan setuju pada keberatan mereka, punggung mereka terasa panas.
Yi-Fang melototi para penyelidik dan itu menghentikan mereka, menutup mulut meskipun keberatan namun kekuatan mereka lemah dibandingkan dengan Yi-Fang
"Setelah kau membedah mayat ini, apa kau yakin bisa menemukan petunjuk?" tanya Yi-Fang dengan terdapat ketegasan dalam nadanya.
"Yah, jika kau tak percaya maka.. gunakan magnet ini dan dekatkan pada bagian dada yang ini...aku merasakan sesuatu didalamnya tadi." ucapnya sambil mengambil magnet untuk Yi-Fang
"Benda apa ini?" Yi-Fang menatap penasaran pada benda yang disodorkan oleh adiknya
"Magnet, benda ini memiliki kegunaan untuk menarik benda-benda lain yang memiliki sifat magnet, seperti logam dan besi." jelasnya singkat, "coba tempelkan pada pedangmu, itu akan melekat dan tak akan jatuh dengan mudah kecuali kau menyatukan pedangmu dengan kuat."
Yi-Fang sedikit tertarik, dia coba untuk menempelkan magnet pada pedangnya dengan perlahan. Saat hanya tersisa beberapa senti dari pedang, dia merasakan adanya tarikan dari kedua benda ini sebelum akhirnya magnet itu melekat pada gagang pedang nya yang terbuat dari besi.
"Bukankah apa yang aku katakan benar? ..Jadi, apakah aku bisa melakukan pembedahan sekarang?" ucap Yi-Feng
"Sesuatu, berikan magnet padaku. Lihat apa yang aku lakukan," ia kemudian mengambil magnet dan menggerakkan nya ke sekitar dada dan kemudian berhenti di bagian jantung, ada sedikit respon pada magnetnya
"Sesuatu didalam sini, sepertinya itu jarum?" tebak Yi-Feng, yah seolah-olah dia menebak padahal dia sudah mengetahuinya.
"Jarum?" semua orang terkejut
Yi-Feng mengangguk sebagai balasan, "ambil magnet ini dan coba saja sendiri. Jika kau merasakan sedikit respon dengan magnet, maka disanalah tempatnya, lakukan pembedahan dan kita akan mengetahuinya."
Dengan ucapan Ini, Yi-Fang lah yang pertama mencobanya. Ia melakukan hal yang sama dengan apa yang telah dilakukan oleh adik kembarnya sebelumnya, ternyata memang benar. Hanya ada satu respon dari sekitar bagian depan tubuh pria itu, respon yang sangat kecil sehingga orang biasa tak akan menyadarinya.
Yi-Fang mengangguk, "Lakukanlah. Kami tak akan menghalangimu lagi. Lagi pula, telah terjadi sesuatu dimasa lalu dan aku mendengar dari Kakek Kekaisaran jika Nenek buyut melakukan hal yang sama untuk mengetahui penyebab kematian salah satu anggota keluarga kekaisaran dimasa lalu." Ini adalah rahasia dan tidak semua orang mengetahui nya, dia mendengar kisah ini dari Kakeknya yang selalu bangga terhadap Nenek buyut ini.
__ADS_1
Mendengar hal ini, tebakannya mengarah pada satu hal. Nenek buyut seharusnya memang berasal dari masa depan, hanya orang-orang disanalah yang akan melakukan otopsi pada mayat.
Dengan persetujuan kakak kembarnya, tangan Yi-Feng yang ringan mengambil semprotan penghilang bau yang kemudian disemprotkan pada tubuh bagian depan ini, lalu tangannya juga mengambil pisau bedah dan mulai menyayat dada korban, lebih tepatnya di bagian dekat jantung.
Proses pembedahan tidak pernah menjadi hal yang mudah, dia tak memiliki pengalaman namun harus merasakan senang karena keberuntungan nya ini, dia memiliki Louis sebagai orang yang berdiri dibelakangnya.
Ini merupakan pemandangan yang sangat menakutkan, tidak ada orang yang mau melihatnya, jika pun iya maka dia harus memiliki iman yang kuat.
Yi-Feng merasa mual dan ingin muntah saat sayatan telah dibuat, Louis mengetahui hal ini sehingga dia memerintahkan Yi-Feng untuk menutup matanya sebentar.
Yi-Feng melakukan apa yang dikatakan oleh Dewa itu, dalam lima detik dan kemudian dia tak merasakan apapun, yang ia lihat adalah pemandangan laut yang indah dengan hamparan pasir putih. Sementara Louis mengambil alih indera penghilang Yi-Feng untuk sementara, harus ia akui jika ini memang pemandangan yang menakutkan.
Jadi saat ini, tangan dan mata Yi-Feng sepenuhnya dikendalikan oleh Louis untuk sementara waktu, hanya saat melakukan otopsi saja, setelah itu maka tidak lagi.
Bagian jantung telah dibuka oleh tangan Yi-Feng yang dikendalikan, saat telah terbuka maka terlihat jantung yang berwarna hitam seluruhnya. Jantung itu kemudian dibedah terbuka, dan benar saja ada sebuah jarum tipis yang ditemukan.
Ia menggunakan penjepit untuk mengambil jarum, lalu memandangi jantung yang menghitam.
"Apa itu diracun?" tanya Zhou Yang, semua orang melihat proses nya sehingga mereka juga melihat jarum yang diambil dari jantung
"Kemungkinan seperti itu. Ada orang yang menaruh racun pada mereka dan membuat mereka mati dalam sejekap...Pantas saja tak ada bukti yang tersisa," balas Yi-Fang
"Jika seperti itu, maka.. orang yang membunuh mereka merupakan seorang ahli racun?" tebak Penyelidik B
"Sepertinya memang begitu. Racun yang digunakan tidak melebihi dosis, sehingga membuat mereka mati dalam sekejap." ucap Penyelidik C
"Dan juga, tidak akan meninggalkan jejak racun pada bagian lain pada mayat ini." sambung Zhou Yang.
__ADS_1
Semua orang saling pandang, ada satu hal dalam pikiran mereka yang sama. "Pantas saja tidak meninggalkan jejak racun saat diperiksa oleh dokter."