The Second Prince

The Second Prince
Foodie


__ADS_3

Yi-Feng yang menjauh segera mendekat ke danau buatan yang berada dibelakang Istana Bulan, itu bukan danau yang besar malah terlihat seperti kolam besar. Kedalam danau juga hanya 5-6 meter, danau diisi dengan ikan koi dan beberapa jenis ikan hias lainnya, ada pula bunga teratai yang berada di dalam sana, menampilkan bunga yang terlihat indah.


Entah dari mana dapatnya mereka, namun bunga teratai bukan hanya berwarna putih namun ada juga warna lain seperti merah muda, ungu-putih, kuning dan biru.




Yang dikemudikan hari Yi-Feng ketahui jika mendiang Putri Mahkota, Xian Liu-Mei sangat suka dengan jenis bunga teratai, sehingga banyak orang kaya dan bangsawan yang memberikan anakan teratai warna-warni dari belahan benua lain sebagai hadiah untuk meningkatkan hubungan baik dengan Putri Liu-Mei. Kemudian, Istana Bulan juga mengambil bunga ini dari kediaman Putri Liu-Mei.


Saat Yi-Feng sedang jalan-jalan sebentar, dia melihat Yongxi, anak yang ia bawah dari hutan beberapa waktu lalu. Ia sedang bermain dengan kelinci putih yang dibeli dari pasar hewan untuk menemani anak itu sehingga dia tak kesepian di Istana Bulan.



Anak perempuan yang satu bulan lalu memiliki tubuh yang kurus, saat ini telah memiliki tubuh yang lebih beriri, pipinya yang sedikit montok biasa dimainkan oleh Yi-Feng. Yongxi sendiri adalah nama yang diberikan oleh pensiunan Kaisar, nama yang memiliki arti mendalam.


'Xi' mengacuh pada cahaya pertama matahari, dan karakter 'Yong' artinya selamanya. Yongxi berarti membawa cahaya bagi orang-orang dan memberikan mereka harapan.


"Xixi," panggil Yi-Feng.


Mendengar nama nya dipanggil, Yongxi mengangkat wajahnya dan tersenyum pada Yi-Feng. "Papa-" meninggalkan kelinci putih itu dan berlari kearah Yi-Feng dengan tertawa senang


Merentangkan kedua tangannya dan menyambut anak kecil itu, "Owhh... apa yang sedang lalu lakukan dengan kelinci itu?" sambut Yi-Feng yang menggendong Yongxi kedalam pelukannya, memang benar. Pemuda cantik itu mengambil Yongxi sebagai anak baptis nya, ini karena Yongxi juga terlahir dari seseorang yang bukan orang biasa.

__ADS_1


"Aku bermain dengannya, Xiaolan baru saja menghabiskan satu potong wortel. Dia memakannya dengan sangat lahap," ucapnya dengan semangat. Suara khas anak bayi masih bisa didengar, terlebih bibir kecilnya yang terus mengoceh sangat lucu dan imut.


Yi-Feng mencium pipi gembul Yongxi, membuat anak itu tertawa geli dengan tingkat Ayah baptisnya ini.


Seorang anak perempuan yang berusia awal remaja menjadi pelayan pribadi Yongxi, dia dipilih dengan hati-hati oleh Permaisuri sendiri. Setelah Yi-Feng mengajukan jika ingin mengambil Yongxi sebagai anak baptis, semua orang menyetujuinya dan memperlakukan anak ini dengan baik.


Pelayan kecil itu mengambil kelinci yang ditinggalkan Yongxi, lalu berdiri dadi jarak tertentu untuk mengamati kedua anak dan ayah ini.


Karena suasana hati Yi-Feng yang buruk telah kembali tenang, pemuda cantik itu kembali ke dapur namun tak menemukan kakak kembarnya disana. Pelayan disana mengatakan jika Yi-Fang sedang berada aula tamu, Pangeran Mahkota tersebut sedangkan minum teh dan bukannya pergi.


Terlihat kakao yang sudah berwarna cokelat telah diangkat, kedua pelayan itu memberikan pekerjaan mereka pada pelayan lainnya dan mengistirahatkan tangan yang pegal. Biji kakao yang telah dijemur manghasilkan 10 kilogram kakao, ini cukup banyak.


Karena baru 4 kilogram yang telah matang, Yi-Feng membiarkan 4 pelayan membantunya membuat cokelat hari ini.


"Perhatikan baik-baik, kalian tak perlu menggunakan banyak tenaga untuk mengupas cangkang kulit nya jika tidak buahnya akan hancur. Tekan saja seperti ini, lalu buang cangkang nya," sambil mengarahkan mereka melepas cangkang ia juga mengerjakan hal mudah ini.


A Long yang melihat jika Tuannya juga ikut memecahkan cangkang kulit segera mengangkat keberatan nya, "Yang Mulia. Biarkan pelayan ini yang mengerjakan pekerjaan kasar ini, tangan anda terlalu berharga untuk pekerjaan ini, Yang Mulia!"


Xiaobu juga ikut menyuarakan keberatan nya, "Yang Mulia, apa yang dikatakan A Long itu benar. Biarkan pelayan rendahan ini yang melakukan pekerjaan ini." Mereka hanyalah tidak ingin jika Pangeran Mahkota tiba-tiba masuk ke dapur dan melihat adiknya sedang bekerja, mereka pasti akan dihukum jika tidak mencegah Yi-Feng bekerja seperti ini.


"Apa yang kalian katakan! .. Pangeran ini yang ingin melakukan pekerjaan i, lagi pula tidak berat. Malah Pangeran ini merasa senang jika bisa melakukan sesuatu, mataku lelah terus membaca buku. Sudahlah, lebih baik kalian diam saja, Xixi coba lakukan ini, bukankah menyenangkan?" Yi-Feng malah mengalihkan pandangannya pada Yongxi yang berada disampingnya dan terus mengamati area dapur.


"Papa, aku akan mencobanya. Itu terlihat menyenangkan," ucap Yongxi setuju. Anak kecil itu dinaikkan keatas meja oleh Yi-Feng, dan dengan tangan kecilnya ia membantu Yi-Feng mengupas cangkang kulit kakao.

__ADS_1


Jika berhasil melepaskan cangkang, ia akan menunjukkan nya pada Yi-Feng, dan pemuda itu akan memujinya dari waktu ke waktu.


Cangkang kulit tidaklah keras, hanya membutuhkan sedikit tenaga sehingga Yongxi bahkan bisa menghasilkan satu mangkuk biji kakao bersih setelah waktu yang cukup lama.


Entah dari mana Kaisar, pensiunan Kaisar dan Permaisuri mendapatkan kabar ini, namun ketiganya tiba-tiba muncul secara bergantian.


Yang pertama kali datang adalah Pensiunan kaisar, ia berteriak kegirangan saat mendapat kabar jika cucunya sedang membuat sesuatu di dapur. Sesuatu yang bernama Cokelat ini membuatnya tertarik, saat tiba di Istana Bulan, suaranya yang keras membuat Yi-Feng yang berada dalam dapur bisa mendengar nya.


"Cucuku, hal baik apa yang kau masak kali ini? ..Kakek datang untuk mencicipinya!" Pensiunan Kaisar sekarang ini telah menjadi seorang foodie tua. Setelah mencicipi Puding telur susu karamel, dan makan malam bersama anak dan kedua cucunya, pria tua ini meninggalkan seorang mata-mata di istana bulan agar selalu memberikannya kabar. Setiap kali Yi-Feng membuat sesuatu yang baru, dialah yang akan muncul pertama kali untuk mencoba masakan cucunya ini.


^^^(\=>Foodie; seseorang yang memiliki keinginan khusus untuk disebut sebagai "foodie." Hal ini tercermin dari beberapa hal seperti pengakuan sederhana dirinya akan kecintaan pada makanan<\=)^^^


Pensiunan Kaisar tak mempedulikan para pelayan yang menyambut nya, ia berlari ke dapur untuk melihat apa yang kini dilakukan oleh cucunya itu.


Yi-Fang yang sedang minum teh sendirian, begitu mendengar suara kakek kaisar nya, ia segera pergi keluar untuk menyambut nya namun tak dipedulikan oleh pria tua itu. Akhirnya, dia menyusul ke dapur


Didapur saat ini telah penuh dengan orang-orang, meja rendah telah digunakan oleh Para pelayan untuk mengupas cangkang kulit, sedangkan meja yang lebih tinggi dan memiliki bangku yang rendah ditempati oleh para Tuan.


Yi-Feng bertanya-tanya, dari mana mereka muncul sebenarnya? Apakah mereka memiliki indera penciuman seperti anjing yang dapat mencium aroma enak dari jauh?


Para petinggi ini bahkan tak lolos dari pandangan Yi-Feng, pensiunan Kaisar yang telah berubah menjadi Foodie tua mendapatkan satu kilogram biji kakao untuk dikupas cangkang nya. Begitu juga dengan Yi-Fang yang pasrah terhadap nasibnya saat ini.


Jika mereka menyuarakan keberatan, Yi-Feng bahkan tak segan-segan untuk menendang kedua pria ini dari dapurnya dan mengancam tak akan memberikan mereka bagian yang enak!

__ADS_1


'Siapa suruh datang dan menyerahkan diri? Hahahaha..' Yi-Feng tertawa iblis dalam hatinya, mendapatkan tenaga kerja tambahan yang bisa mempersingkat waktu untuk membuat cokelat. Bukankah ini sangat menyenangkan? Hahahaha


__ADS_2