
Keesokan harinya, saat semua orang sudah bangun dan sarapan dengan gembira, seorang pelayan datang dan mengatakan jika kapal yang dinaiki oleh kerabat Kerajaan telah terlihat di laut. Itu tinggal beberapa mil sebelum bisa sampai di dermaga.
Ada prajurit di sekitar dermaga, ketika mengetahui bahwa yang akan datang adalah kerabat Kekaisaran, semua kapal yang sedang bersandar dan menurunkan muatan mereka segera di percepat.
Para prajurit juga langsung mengamankan dermaga, menjaga agar tetap aman dan bersih agar para Bangsawan ini tidak merasa tersinggung.
Karena mereka telah hampir tiba, dua saudara kembar, Lu Yuanxi dan bahkan anak-anak perempuan juga bergegas datang lagi ke dermaga dan menunggu kapal itu berlabu.
Ketika kapal telah bersandar, jangkar juga di turunkan serta tali kapal segera di ikat pada penyangga di dermaga dengan cepat sebelum akhirnya pintu dek diturunkan.
Yi-Feng mengikuti apa yang dilakukan oleh kakak kembarnya, dia berdiri di sana dan melihat beberapa beberapa orang yang keluar dari dalam kapal, namun mereka memiliki pakaian yang lebih sederhana dan sepertinya merupakan pelayan.
Yi-Fang bergegas melangkah lebih dekat begitu pula dengan Lu Yuanxi, para pelayan tinggal beberapa langkah dibelakang sana.
Yi-Feng tidak tahu siapa mereka ini, jadi di tetap berdiri di tempatnya. Lagi pula, dia tidak dekat dengan orang ini 'bukan?.. maksudnya, sang Pangeran yang asli.
Li-Fei dan Yongxi berdiri disampingnya, mereka hanya menonton dari belakang ketika seorang wanita tua keluar dari pintu dengan ditopang oleh dua pelayan disampingnya serta ada empat pelayan lagi yang berdiri dibelakang mereka.
"Ohh... Akhirnya aku menghirup udara segar, kepalaku sangat pusing." keluh wanita tua itu
Yi-Fang maju, "Nenek Tang, selamat datang kembali. Saya senang melihat Anda, apa Anda baik-baik saja?"
Mendengar suara yang familiar, wanita tua itu mengangkat kepalanya. "Oh, Yang Mulia.. Anda disini? ...Saya sangat merasa senang melihat Anda menyebut wanita tua ini, kau terlihat semakin tampan Ahh!" ucapnya
Yi-Fang terkekeh pelan, ia melangkah mendekat lalu mengambil tangan wanita tua itu. "Nenek Tang, sebelumnya saya mendengar bahwa Anda masih pusing karena laut, mari pergi ke Villa dan beristirahat sebentar dan minum teh," ucap Yi-Fang
__ADS_1
"Anak berbakat, Anda benar-benar anak yang baik Yang Mulia. Katakan pada wanita tua ini, apakah Junfang yang mengirinmu kemari?" Nyonya Tang menyambut tangan Yi-Feng dan membiarkan pelayannya melepaskan nya pada Yi-Fang
Yi-Fang terkekeh pelan, "Tidan Nenek Tang. Aku dan adik-adikku sedang berlibur di villa, kami berencana untuk kembali namun karena kabar bahwa kalian akan tiba, kami memutuskan untuk menunggu sebentar lagi dan kembali ke Istana bersama." jelas Yi-Fang
"Oh, aku pikir, itu adalah Junfang yang mengirinmu." Nyonya Tang mengangkat wajahnya dan melihat bahwa ada Lu Yuanxi didepannya. "Oh, lihatlah wanita tua ini.. Aku sudah memiliki mata yang rabun, bagaimana bisa aku tidak melihat Yuan di sini? ..Anak baik, datang dan biarkan wanita tua ini menyentuh wajahmu... Kau terlihat lebih tanpan dari sebelumnya, ah!" puji Nyonya Tang.
Lu Yuanxi yang mendengar pujian nyonya Tang tentu saja merasa senang. "Salam Nenek Tang, aku bahagia melihat Anda baik-baik saja. Anda juga masih memiliki wajah yang cantik dan awet muda dari pada nenek saya dari pihak ibu, ah!"
"Oh, jadi kau mengejek nenek Ibumu?" tanya Nyonya Tang
"Tentu saja tidak, nenek pihak ibu sangat baik dan cantik. Namun jika mengatakan dengan jujur, Anda terlihat lebih cantik dan awet muda dari pada nenek ibu saya, ah!" seolah-olah dia mengatakan hal yang sebenarnya, Lu Yuanxi memiliki tatapan yang terlihat meyakinkan.
"Lihatlah anak ini, dia semakin dewasa sehingga bahkan berani menggoda wanita tua ini! Kau memiliki mulut yang sangat manis, Yuan! .. Katakan, apakah ibumu sudah memiliki gadis baik untukmu? Nenek ini mau melihat seperti apa gadis itu, dia pasti akan terus memiliki wajah merah karena kau akan selalu menggodanya, ah!" ucap Nyonya Tang seperti menuduh Lu Yuanxi
"Tapi nenek Tang, aku mendengar bahwa Anda datang dengan cucu perempuanmu, Yang Jingmi.. Dimana dia?" suara Yi-Fang kembali terdengar
Nyonya Tang tiba-tiba menghentikan langkahnya, "Lihatlah! Aku bahkan hampir melupakan cucuku, aku benar-benar sudah tua, ah!" berbalik pada pelayan dibelakangnya, ia segera bertanya. "Dimana Ji'er? Apa yang membuatnya selama ini?"
Salah satu pelayan segera melangkah maju dan menundukkan kepalanya, "Yang Mulia, Nona Jingmi adalah gadis yang sangat lemah pada laut, dia bahkan muntah beberapa kali dan sekarang masih memiliki tubuh yang lemah, itulah yang membuat Nina Jingmi memiliki gerakan yang lebih lama." jelasnya
"Ji'er selalu memiliki tubuh yang lemah sejak kami masih kecil. Nenek Yang, jangan salahkan Ji'er, ini bukan salahnya. Lagi pula, kita masih disini." Lu Yuanxi mengatakan nya dengan suara yang lebih keras
"Kau benar, Yuan. Ji'er memiliki tubuh yang lemah pada laut, namun setelah beberapa saat dia pasti akan kembali bersemangat setelah beristirahat. Kau juga masih mengingat kebiasaan masa kecil Ji'er, Yuan?" Nyonya Tang bertanya pada remaja yang akan memasuki musim dewasa itu
Lu Yuanxi mengangguk, ia kemudian melirik kearah lain dan dengan sengaja mengatakan dengan suara keras, "Jingmi dan saya adalah teman masa kecil, kami sangat dekat sehingga saya tentu saja mengingat kebiasaan Jingmi dulu, Nenek Tang. Sebentar lagi dia pasti akan muncul... oh, lihatlah ternyata yang sedang dibicarakan telah datang!" Lu Yuanxi mengangkat kepalanya kearah kapal
__ADS_1
Semua orang kembali mengalihkan perhatian pada seorang nona muda dengan pakaian bangsawan yang turun dari kapal, ada dua pelayan disampingnya serta dua lagi yang mengikutinya dari belakang.
...(Anggap aja rambutnya hitam, oke?!)...
"Nenek, maaf karena saya terlambat. Saya benar-benar tidak cocok dengan laut dan kapal!" ucapnya dengan lemah
"Oh, lihatlah wajahmu itu.. Terlihat putih seperti mayat, kau benar-benar harus beristirahat banyak kali ini Ji'er!
"Apa yang dikatakan oleh Nenek Tang benar, kau harus beristirahat banyak, Ji'er." sambung Lu Yuanxi
Tang Jingmi mengangkat matanya, ketika pandangannya bertemu dengan Lu Yuanxi, dia lebih bersemangat. .
"Huh, Yuan! Ini benar-benar kau, kau datang untuk menyambut kami?"
"Kau adalah teman masa kecil saya, tentu saja saya datang menyambut Anda dan Nenek Tang." balas Lu Yuanxi sambil tersenyum lembut
Yi-Feng tentu saja tidak buta, dia melihat bahwa tampaknya wanita muda inilah yang dimaksud oleh Kakak kembarnya kemarin. 'Tunangan , heh? .. Bagaimana jika... mari lemparkan pada anjing yang menggonggong saja?.
Dengan suara yang sengaja dibesarkan oleh Lu Yuanxi barusan, Yi-Feng tidak merasa tersinggung sedikitpun. Lalu bagaimana jika dia dekat dan berteman dengan gadis ini, mereka tidak bersamaan bukan?
Jadi ayo, mari buat mereka bersama karena sang pria menginginkan gadis ini.
Bukankah tidak baik jika memaksa perasaan orang lain untuk menerima kita?
__ADS_1