
"Tebakan mereka bisa saja benar salah satunya.. namun, ini memang sedikit sulit." gumam Yi-Feng
'Sedikit sulit?' beberapa orang langsung mengarahkan pandangan mereka pada pemuda yang baru saja hadir di departemen ini.
"Tidak ada petunjuk yang tertinggal, bahkan senjata si pembunuh juga tidak tahu, seakana dia menemukan sesuatu yang dapat digunakan untuk membunuh semua orang. Disinilah kesulitan kami untuk menemukan petunjuk ini," ucap Yi-Fang.
"Apa tidak ada saksi yang melihatnya?" Tanya Yi-Feng pada para penyelidik.
"Saksi? Lupakan saja, bahkan saksi itu tidak bisa dipercaya." Balas Penyelidik A.
"Jadi, memang ada saksi?" Tanya Yi-Feng
"Kami mengatakan jika saksi itu tidak bisa dipercaya." Ucap penyelidik B
"Memangnya kenapa? Kenapa tak bisa dipercaya?" Yi-Feng heran dengan sikap mereka ini
"Apa Anda pernah bicara dengan orang gila? ..Tidak bukan? ..Yang menjadi saksi disini adalah orang gila yang biasa berkeliaran disekitar ibukota," ucap penyelidik C.
"Ehh? Orang gila? Ini memang aneh," Memang benar, ucapan dari orang gila memang tidak bisa dipercaya, pantas saja kakaknya sampai seperti ini dalam menangani kasus ini.
"Apa pembunuh itu membunuh dengan mematahkan leher? Bisa saja bukan?" Tebak Yi-Feng
Semua orang menggeleng, "Dokter telah memeriksa, tak ada tulang yang parah ditubuh semua orang." Ucap penyelidik B
"Kalau begitu, obat atau racun?" Sambung Yi-Feng
Yang lain kembali menggeleng, "tidak. Dokter juga telah memeriksa, tak ada kandungan racun dalam tubuh mereka."
"Bahkan, jika mereka menggunakan racun pun, seseorang akan mengalami kesakitan saat racun bekerja. Rumah warga saling berdekatan di pinggiran Ibukota, tidak mungkin tak ada yang mendengarkan teriakan kesakitan mereka."
"Lalu, jika menggunakan racun pun bagaimana anak berusia dua tahun bisa lolos? Tidak mungkin hal ini terjadi."
"Hei, tak ada tanda-tanda leher mereka disayat? Jangan lupa jika hanya menggunakan benang seseorang bisa membunuh," ucap Yi-Feng
"Memangnya bisa seperti itu?" Tanya Yi-Fang heran
"Tentu, dileher terdapat dua arteri yang dapat membuat seseorang mati hanya dalam waktu satu menit. Arteri Karotis membutuhkan waktu 12 detik dan arteri Subklavia 3,5 detik. Tidak sampai satu menit, seseorang bisa mati." Ucap Yi-Feng santai sama seperti sedang menjelaskan pelajaran anak sekolahan.
__ADS_1
"Ar- apa tadi? Lalu, dari mana anda mengetahuinya?" Tanya penyelidik C yang menjadi penasaran.
"Arteri, kasarnya itu sama seperti urat nadi. Seseorang yang melakukan bunuh diri dengan memotong pergelangan tangannya, tempat yang cukup berbahaya." Jelas Yi-Feng lagi
"Bisa kau jelaskan dari mana kau mengetahui semua ini?" Tanya Yi-Fang menyelidik.
"Tentu saja belajar dari buku... Anatomi dan fisiologi, aku membacanya dibuku." Yah dia tak berbohong oke? Memang terdapat dalam buku kedokteran yang pernah dibacanya
Dia tak akan mengetahui hal ini jika kakak perempuannya tak memaksanya untuk belajar. Axila sangat keras saat mengajari nya belajar sistem tubuh manusia, terlebih saat belajar berpedang dan menembak. dia harus mengetahui titik lemah lawan, titik lemah kematian paling cepat dan lain sebagainya.
Dia tak ingin belajar hal-hal mengerikan ini, namun kakak perempuannya adalah seorang agen rahasia dan kakak iparnya adalah seorang mafia. Musuh berada dimana-mana, bagaimana dia bisa tak belajar untuk melindungi dirinya sendiri?
Yi-Fang tak bertanya dari mana buku yang dikatakan adiknya ini muncul. Dia penasaran, namun menyimpan pertanyaan nya karena masih ada orang di sekitar mereka, dia tak ingin membuat adik kembarnya malah dicurigai oleh para penyelidik ini.
Yi-Feng menoleh pada kakak kembarnya. "Kau sudah melihat mayatnya?"
Yi-Fang mengangguk, "sudah."
"Apa aku bisa melihatnya juga? Kita mungkin bisa menemukan petunjuk disana," ucap Yi-Feng meminta
Para penyelidik saling pandang, mereka tak menemukan petunjuk apapun. Jadi, bagaimana bisa Pangeran ini mendapatkan petunjuk?
"Didalam sana sangat bau karena mayat-mayat itu perlahan mulai membusuk, kau yakin ingin masuk?" Ucap Yi-Fang lagi
"Aku akan masuk, kita bisa mencari petunjuk di mayat-mayat itu, sekecil apapun petunjuknya dan seteliti apa pembunuh menggunakan teknik, pasti ada hal kecil yang tidak diperhatikan oleh nya." Ucap Yi-Feng cukup yakin dengan hal ini
"Baiklah, bersiaplah karena didalam sana sangat bau." Ucap Yi-Fang pasrah, adiknya ini cukup keras kepala juga. Mereka berjalan kearah kamar mayat
"Tentu, tapi apa tidak ada obat atau ramuan untuk mengawetkan mayat?" Yi-Feng melihat kearah Yu-Cheng
"Yang Mulia, memang telah ditemukan pengawet mayat ini. Namun, ini hanya bertahan selama tiga hari, setelah itu mayat akan membusuk." Ucap Yu-Cheng menjelaskan
"Itu berarti, pengawet ini belum efektif. Para dokter harus melakukan banyak percobaan untuk menemukan formalin," gumam Yi-Feng
"Pengawet mayat ini juga ditemukan oleh anggota keluarga kekaisaran yang sudah lama meninggal." Ucap Yi-Fang dengan sedikit nada bangga
"Oh yah?" Pemuda cantik itu segera menoleh pada kakak kembarnya.
__ADS_1
Yi-Fang mengangguk, "Tentu saja. Hanya berbeda dua generasi dari kita."
"Siapa dia?" Tanya Yi-Feng penasaran, "bisa kau beritahu tanpa memotongnya? Aku penasaran, oke?"
Yi-Fang terkekeh pelan, merek terus berjalan sambil mengobrol sehingga tanpa sadar telah tiba di ruang mayat.
"Itu adalah Nenek buyut Kekaisaran, nenek buyut yang merawat Ayah dan Bibi kekaisaran saat mereka masih muda dulu.
Ada alasan kenapa Nenek buyut menciptakan pengawet yang disebut formalin ini. Namun, nenek buyut juga mengatakan jika ini hanya 40% berhasil sehingga tak bisa mengawetkan mayat lebih dari 3 hari. Para dokter masih mencari cara untuk membuat formalin 100% efektif dan bekerja" Jelas Yi-Fang bangga
"Nenek buyut? ... Bukankah dia begitu hebat? ..bisa menemukan formalin ini," Yi-Feng cukup senang namun dia tiba-tiba menghentikan langkahnya yang membuat Yi-Fang, Yu-Cheng dan Zhou Yang heran
"Tadi kau bilang pengawet mayat ini namanya Formalin?" Tanya Yi-Feng lagi
Yi-Fang mengangguk, "nenek buyut yang menyebut nama ramuan ini 'Formalin'. Memangnya ada apa?" Tentu saja pemuda ini bingung, ada apa dengan adiknya yang terlihat terkejut ini.
'Formalin? .. Bukankah ini nama yang disebut di masa depan? Bagaimana bisa ada di era kuno ini? ..Hal ini tidak mungkin'
[Kenapa kau terkejut? ...Kau terlihat sangat aneh.] suara Louis tiba-tiba terdengar di benaknya
[Hyung, bagaimana menurutmu?] balas Yi-Feng bertanya
[Sejak kapan aku menjadi kakakmu? ..Aku ini gurumu bocah bau!] Louis kesal dengan panggilan ini, oke?
[Katakan saja bagaimana menurutmu? ... Formalin bukannya dari masa depan?] tanya Yi-Feng dan tak mempedulikan Louis yang sedikit kesal.
[Yah, ini cukup aneh. Kau bisa mencari tahu hal ini nanti, sehingga rasa penasaran mu terpenuhi.] balas Louis ya g juga merasa aneh
"Yang Mulia, ada apa? .. Apakah Anda merasa tidak enak badan?" tanya Yu-Cheng yang melihat tuannya memiliki ekspresi aneh diwajahnya.
Panggilan Yu-Cheng membawa kembali Yi-Feng kedunia nyata, "Tidak ada. Aku hanya merasa sedikit pusing saja, mungkin karena sekarang sudah siang dan akan masuk jam makan siang." Yi-Feng beralasan dengan tidak jelas
Namun, dia tak berharap akan membuat mereka khawatir
.
.
__ADS_1
.
.