The Second Prince

The Second Prince
Makan malam dengan Kru


__ADS_3

Waktu telah menunjukkan jam 2 siang, Azka dan Joan berlanjut ke lokasi yang sudah ditentukan untuk syuting iklan Mie instan, rasa terbaru dari Indonesia-Food.


Yah, bagaimanapun. Setiap tahun, perusahaan ini selalu membuat beberapa varian rasa baru untuk produk mereka, produk paling laris salah satunya adalah Mie instan yang telah menjadi favorit dunia.


Membutuhkan waktu selama 1 jam untuk tiba ke gedung, lokasi syuting.


Saat tiba, sama seperti di tempat sebelumnya, ia disambut oleh staf yang telah menunggu di depan pintu.


"Halo," sapa Azka ramah.


Seorang wanita, yang sepertinya adalah staf terperangah dengan wajah Azka yang sangat tampan.


"Ha-halo, selama datang." ia balas menyapa Azka dengan sedikit gugup.


Azka tersenyum ramah, ia kemudian dituntun ke ruangan serba putih yang sudah terdapat banyak kamera didalamnya.


Kameraman nya Azka juga ikut, ia mengarahkan kamera pada orang-orang disekitar. Namun tenang saja, saat melalui proses editing, wajah orang-orang ini akan di blur sehingga tak ada yang akan mengenali mereka.


Azka kemudian dibawa ke ruangan ganti setelah bertemu dengan manager di tempat ini. Ada stylish yang menunggu pemuda itu, dia kemudian mengganti pakaian dan makeup lagi sebelum akhirnya harus tersenyum didepan kamera.


Saat sutradara mengatakan "Akting!", Azka mulai memegang sebungkus Mie, ia kemudian melempar bungkusan itu keatas udara sebelum menangkapnya. Kameraman yang sudah bersiap segera mengambil gambar tersebut, Azka mengikuti apa yang dikatakan oleh kameraman untuk melemparkan bungkusan itu sehingga gambar yang diambil juga akan bagus setelah melalui proses editing dan slow motion.


Ada adegan yang harus diulang beberapa kali karena tak sesuai, atau Azka yang terlalu cepat sehingga membuat Kameraman mengambil gambar dengan sedikit lebih lambat. Ada pula Azka yang lupa kalimat yang harus diucapkan.


Yah, ini sering terjadi pada siapapun. Bahkan jika itu adalah seorang aktris list-A, pasti akan ada sedikit kesalahan.


Itu bukan masalah besar, lagian bisa diulang lagi adegannya dengan lebih serius.


Sutradara kemudian mengatakan "Cut! dan kerja bagus" Azka tersenyum dan membungkuk seperti kebiasaan orang-orang Korea/China


"Wahh... apa tidak kepedasan?" tanya Joan


"Ini sangat pedas, tolong berikan aku sesuatu untuk diminum." pinta Azka


Joan segera menyodorkan susu kemasan yang langsung diterima oleh pemuda itu, Azka langsung meneguk susu dengan cepat karena Mie instan ini sangat pedas untuknya.


Wajah Azka bahkan memerah karena saking pedasnya Mie instan ini. Kameraman nya menyoroti wajah Azka yang terlihat memerah, telinganya juga merah karena ia harus memakan mie tadi.


............

__ADS_1


"Azka, kau baik-baik saja?"


"Wajahmu terlihat merah sekali, kau baik-baik saja?"


"Mie ini tidak terlalu pedas untukku, tapi sepertinya berbeda dengan Azka."


Beberapa orang bertanya-tanya dari jarak yang sedikit jauh, mereka memperlihatkan Joan yang memegang kipas mini untuk membantu Azka merasa lebih baik dan ada pula kameraman nya yang juga ikut membantu mengipasi Azka dengan buku.


Setelah beberapa saat, wajah itu tidak lagi memerah. Azka kembali normal setelah rasa pedas di mulutnya hilang


"Kau baik-baik saja?" tanya Sutradara


"Ya, aku baik-baik saja, hanya kepedasan saja." balas Azka


"Sebelumnya kau sangat suka makan makanan dengan rasa pedas yang tinggi, sepertinya seleramu telah berubah 'yah?" ucap salah satu kru produksi.


Siapapun tahu jika mereka mengikuti Azka di akun sosial medianya atau di YouTube, para fans tahu jika Azka sebelumnya sangat suka makan sesuatu yang pedas. Bagaimana di YouTube, Azka sering menggunggah video mukbang makanan pedas yang menggugah selera.


"Sungguh? ..Maaf, aku tidak mengingatnya." ucap Azka dengan nada menyesal


"Tak apa, itu pasti sangat sulit bagimu. Kehilangan ingatan adalah sesuatu yang cukup menyebalkan," ucap pria yang baru saja bicara dengan Azka.


"Yah, pasti menyenangkan bisa makan bersama Azka."


"Aku juga akan ikut, apa kau bisa ikut juga Azka?"


Beberapa orang di tim produksi juga menyuarakan keinginan mereka untuk bisa makan malam bersama Azka.


Azka melirik pada Joan, lalu mengangguk. "Tentu, kita bisa makan bersama." ucapnya sambil tersenyum pada semua orang


"Hore!" seru semua orang, mereka kemudian membereskan kamera dan peralatan syuting lainnya.


Semua orang kemudian pergi ke restoran yang dipesan oleh staf dari perusahaan, yang tak jauh dari sana.


"Azka, silahkan makan ini. Rasanya sangat enak, ini favorit ku." ucap seseorang


"Azka, coba yang ini. Rasa dagingnya sangat enak dan meleleh di mulut," ucap yang lain


"coba minuman ini, rasanya tidak terlalu manis dan enak. Cobalah," ucap yang lain

__ADS_1


Banyak orang berlomba-lomba merekomendasikan makanan yang mereka suka, Azka hanya tersenyum canggung melihat semua orang yang antusias


Joan juga ditawari oleh beberapa orang, merekomendasikan makanan yang mereka peroleh pikir enak. Joan akan tersenyum dan berterima kasih pada mereka


Akhirnya, semua orang berpesta ria. Makan dan bercerita dengan gembira


Azka yang sedang menjawab beberapa pertanyaan dari beberapa kru yang sepertinya senang menonton vlog di YouTube, namun sepertinya ia harus pergi sebentar. Panggilan alam tiba-tiba datang, mungkin karena dia meneguk Susu kebanyakan tadi.


"Aku permisi sebentar," ucap Azka.


"Aku akan menemaninya," ucap Joan.


Mereka kemudian pergi ke toilet di restoran tersebut, Karena sepertinya Joan juga harus menjawab panggilan alam.


Azka lebih cepat dari Joan, sehingga ia menunggunya di luar toilet.


Seorang wanita yang sedang berjalan tiba-tiba terpeleset saat dekat Azka, membuat pemuda itu dengan refleks memegang pinggangnya dan membantu wanita itu agar tidak jatuh.


"Kau baik-baik saja?" tanya Azka


Wanita itu menatap wajah Azka selama beberapa detik, ia terlihat linglung sebentar sebelum tiba-tiba mengeluh kakinya terasa sakit.


"Aduh, kakiku sangat sakit. Mungkin keseleo," ucapnya


"Kau keseleo?" Azka kemudian mengarahkan pandangannya ke sekeliling, namun tidak mendapati ada bangku disana.


Karena Toilet pria dan wanita bersebelahan, tentu saja wanita itu melewati Azka yang sedang berdiri diluar dan menunggu Joan sambil melirik arloji yang melekat pada pergelangan tangannya.


Azka sedang berfikir bagaimana membantu wanita itu ketika Joan tiba-tiba memanggilnya dari belakang. "Azka?"


Azka menoleh, ia menatap Joan seperti seorang penyelamat. "Dia keseleo, ayo bantu dia." ucap Azka


Namun, tatapan Joan yang tertuju pada wanita itu menjadi dingin. Dia mengangguk pada Azka lalu mengambil tangan wanita itu dengan sedikit kasar, "aku akan membantumu." ucap Joan sambil tersenyum, namun senyum pria itu malah terlihat menyeramkan bagi wanita lain.


Wanita itu menatap pada Azka dan seperti meminta tolong padanya, namun Azka tak melihat wanita itu dan malah menundukkan kepalanya. Joan juga melihat tatapan wanita itu, sehingga tangannya yang sedang memegang tangan wanita lain segera menjadi lebih kencang, dicengkeram nya tangan wanita itu sehingga dia terlihat sedikit kesakitan.


"Ahkk, lepas! ..Aku baik-baik saja," wanita yang sepertinya merencanakan sesuatu berusaha melepaskan dirinya dari cengkraman Joan.


Joan tersenyum dingin, kemudian membisikkan sesuatu sebelum mendorong wanita itu menjauh darinya dan Azka.

__ADS_1


Ia kemudian menyeret Azka pergi dari depan toilet, "Lain kali, hati-hati pada orang-orang seperti wanita tadi. Dia memiliki sesuatu yang licik di otaknya," ucap Joan mengingatkan


__ADS_2