The Second Prince

The Second Prince
Chapter 62


__ADS_3

Dokter Zhang segera melakukan pemeriksaan pada Yi-Feng, dokter tua itu melakukan nya dengan hati-hati.


"Yang Mulia, apakah anda merasakan sakit di kepala akhir-akhir ini?' tanya Dokter Zhang.


"Tidak, aku baik-baik saja, sangat baik malah." balas Yi-Feng penuh percaya diri.


Dokter Zhang menanyakan beberapa pertanyaan kecil dan dijawab oleh Yi-Feng dengan santai.


Dokter tua itu berbalik pada Lio-Guan dan Yi-Fang, "Baginda Kaisar, Yang Mulia Pangeran Mahkota. Kesehatan Pangeran Kekaisaran baik-baik saja, tak ada yang terganggu. Kemungkinan, telah terjadi sesuatu yang mengguncang dan mempengaruhi ingatan Pangeran Kekaisaran."


"Memangnya, seperti apa itu?" balas Yi-Fang


"Hal ini bisa terjadi jika kepala Pangeran Kekaisaran terbentur benda keras, contohnya terbentur tembok, batu dan lainnya." ucap dokter Zhang


Yi-Feng menatap pria tua itu dengan pandangan aneh, 'Hanya karena itu? Apa kau bercanda? .. Amnesia bisa terjadi jika seseorang mengalami kecelakaan berat yang menyebabkan terjadinya pendarahan dekat otak kecil. Lalu, ada pula penyebab lainnya yang memiliki alasan lebih logis.


Anda menyebut diri anda dokter, namun bagaimana bisa kesimpulan anda seperti anak TK yang belum pernah belajar biologi?' ejek Yi-Feng dalam hati, mengapa pula dia diperiksa oleh dokter ini?


"Terbentur benda keras?" gumam Lio-Guan, matanya segera tertuju pada Yu-Cheng yang sudah berada dalam ruangan.


Merasakan tatapan seseorang, Yu-Cheng hanya bisa menunduk dan tak berani mengangkat kepalanya. Dari mana dia bisa tahu siapa yang sedang menatapnya?


"Pelayan Yu, bisakah anda menjelaskan hal ini pada kami?" ucap Lio-Guan dingin.


Yu-Cheng tentu saja mengenali suara ini, "Menjawab Baginda Kaisar, yang rendah ini selalu berada disekitar Yang Mulia Pangeran Kekaisaran, tak terjadi apapun kecuali... saat pangeran kekaisaran terjatuh dalam bilik mandi." jawab Yu-Cheng dengan cepat, dia tak berani berbohong didepan Kaisar dan Pangeran Mahkota.


"Terjatuh?... Bilik mandi?" ulang Yi-Fang, "kapan tepatnya hal ini terjadi?"

__ADS_1


"Menjawab Yang Mulia, Pangeran Kekaisaran mengalami hal ini saat dua bulan lalu, dimana sehari sebelum perjamuan makan malam bersama seluruh anggota keluarga kekaisaran," ucap Yu-Cheng


Sehari sebelum perjamuan makan malam? Bukankah itu adalah hari dimana dia mengalami keracunan makanan?... Pantas saja Yi-Feng tiba-tiba hadir di perjamuan malam itu, saat juga dimana anak ini mulai memiliki sikap yang berbeda.


Ingatan Yi-Fang juga sama seperti Lio-Guan, hari dimana anak ini berubah, menolong kakak kembarnya yang keracunan, memasak bubur, dan memiliki emosi.


Jadi ternyata, ini adalah hari dimana hal besar itu terjadi? batin keduanya.


Orang-orang zaman dulu mengatakan; Usahakan agar Anda tak pernah jatuh dan mengalami kecelakaan dalam bilik mandi ataupun toilet. karena jika Anda terjatuh disana, sesuatu yang buruk akan terjadi.


Sepertinya ucapan orang tua dulu memang benar, terjatuh di toilet membawa dampak buruk bagi seseorang.


"Apakah kepalanya terbentur saat itu?" tanya Yi-Fang


Yu-Cheng tiba-tiba bersujud pada mereka. "Maafkan. hamba yang tak berguna ini, Yang Mulia. Tolong hukum hamba."


Lio-Guan marah, namun dia tak bisa meluapkan amarahnya. Bagaimana bisa, Yi-Feng dengan cepat langsung memeluk Lio-Guan


"Ayah, apa aku lebih baik dimasa lalu? ...Apa perubahan ku ini buruk? ..Aku akan kembali pada diriku yang dulu, jangan salahkan siapapun. Ini salahku, oke?" ucap Yi-Feng dengan penuh drama, bahkan ada tetasan air mata disudut matanya.


Lio-Guan menghirup udara dengan rakus, dia sedang menenangkan iblis yang mulai memberontak dalam dirinya. Jika dipikir lagi, memang perubahan Yi-Feng ini lebih baik dari pada yang sebelumnya


"Kalau begitu, jawab pertanyaan ku. Apa kau saat ini bisa 'mereka?" tanya Lio-Guan


"Siapa, mereka? Tentu aku melihat mereka, memangnya aku buta?" balas Yi-Feng


"Maksudnya, apa kau masih bisa melihat para hantu seperti yang sebelumnya?" ucap Lio-Guan

__ADS_1


"Hantu? .. Memangnya aku bisa melihat hantu dulu?" Yi-Feng balik bertanya.


Dari reaksi Yi-Feng, sepertinya anak ini memang tak melihat hantu lagi seperti dulu.


Ini baik, karena kemampuan putranya ini malah membuat anak ini ketakutan, jika sekarang sudah tidak lagi maka ini akan menjadi lebih baik.


...........


Berita Yi-Feng yang kehilangan ingatannya membuat gempar Istana. Berita ini sangat cepat menyebar!


Yi-Feng kembali ke Istana Bulan, tak lama kemudian Permaisuri, Selir Agung Lu, Selir Kehormatan Mo tiba di Istana Bulan secara bergiliran.


Pangeran ketiga, Lu Yuanxi juga tiba disana dengan Selir Agung Lu. Li-Fei tiba dengan Ibunya, Selir Kehormatan Mo setelah itu.


Dua orang dari 'Lu' ini menyayangkan ingatan Yi-Feng yang hilang, mengatakan seolah-olah mereka sangat peduli padanya.


Namun, dibelakang semua orang. Mereka telah merencanakan banyak hal, selalu waspada pada Yi-Feng karena mereka pikir pemuda itu telah mengetahui rahasia mereka.


Mereka merasa ini bagus, dengan pangeran Yi-Feng yang kehilangan ingatannya, siapa lagi yang mengetahui rencana mereka?


Tak ada lagi yang membuat mereka cemas.


Tanpa diketahui oleh keduanya, rencana yang selalu mereka susun dengan rapi, telah diketahui dengan sangat baik oleh Yi-Feng.


Ingat kah kalian? Saat setelah tiba di zaman ini, dan mendapatkan sisa ingatan Pangeran Yi-Feng, Azka diam-diam pergi ke kediaman Ibu dan Anak ini lalu memasang kamera Cctv, dan penyadap suara di seluruh kediaman keduanya. Entah Selir Agung Lu atau Pangeran Lu Yuanxi


Yi-Feng sangat tahu rencana mereka. Dia selalu mengawasi Ibu dan anak ini melewati Cctv dan penyadap suara.

__ADS_1


__ADS_2