The Second Prince

The Second Prince
Alergi [Akhir]


__ADS_3

Setelah semua orang diam, Yi-Feng kembali melanjutkan apa yang tertunda.


Pemuda itu melakukan pemeriksaan awal pada Li-Fei, mulai dari mendengarkan suara organ di dalam tubuh, seperti denyut jantung, nadi, organ pencernaan, dan paru-paru. Selanjutnya, dia bertanya beberapa hal pada Selir Mo seperti, apa yang Li-Fei makan terakhir kali sebelum sakit, apa yang Li-Fei lakukan sebelum sakit, dan bertanya gejala-gejala apa yang ditunjukkan oleh Li-Fei saat sakit.


Wanita itu menjawab apa yang dia tahu, namun pelayan Li-Fei lah yang menjawab hampir semua pertanyaan karena dia selalu berada disamping anak itu.


Setelah mendapat apa yang dia inginkan, Yi-Feng menatap kearah dokter Zhang dengan senyum tipis. "Sudah, aku telah mengetahui penyebab sister Feife sakit," ucap Yi-Feng dengan tenang.


"Ehhh? .. Bagaimana mungkin?" ucap Dokter Zhang kaget


Lio-Guan, "Apa kau yakin Feng'er?"


Yi-Fang, "Yi-Feng, jangan main-main dengan hal ini. Kau bisa saja salah"


Selir Mo, "Yang Mulia, apa Anda mengatakan yang sebenarnya?"


"Tentu, kalian bisa yakin padaku." balas Yi-Feng, ia kemudian menatap kearah Li-Fei.


"Berdasarkan ucapan Pelayan ini, Feife menunjuk gejala alergi setelah makan buah persik, buah yang dia makan bersama buah yang lainnya beberapa hari lalu. Namun, karena tak mengetahui jika dia alergi persik, dia terus memakannya. Reaksinya telah dimulai satu jam setelah Feife memakan persik, suhu tubuhnya perlahan mulai naik, badannya gatal sehingga muncul ruam-ruam disekitar tubuhnya," Yi-Feng menunjuk beberapa ruam yang berada dileher dan rahang kanan, selain itu dia mengambil tangan Li-Fei dan menunjukkan terdapat ruam disana, begitu juga dengan kakinya.


Begitu semua orang melihatnya, mereka semua akhirnya sedikit yakin.


Yi-Feng melanjutkan, "Selain itu, bubur Seafood yang dia makan saat demam juga menjadi penyebabnya yang membuat alerginya semakin parah. Selain alergi buah persik, salah satu jenis makanan laut yang dia makan tanpa diketahui memicu terjadinya alergi. Kita bisa mencari tahu jenis apa itu nanti." jelas Yi-Feng


"Yang Mulia, berdasarkan ucapan Anda, apakah itu benar? ..Lalu, apa itu alergi?" ucap Selir Mo kebingungan dengan istilah yang baru dia dengar.

__ADS_1


Lio-Guan tiba-tiba mengingat kalimat yang pernah diucapkan oleh sang Nenek Kekaisarannya, bersamaan dengan itu keduanya mengucapkan kalimat yang sama, "Alergi adalah reaksi abnormal atau reaksi berlebihan sistem kekebalan tubuh terhadap suatu zat." Yi-Feng menoleh pada Ayah Kaisar nya, begitu juga dengan Lio-Guan yang menatap putranya.


Yi-Feng melanjutkan, "Penyebab alergi adalah adanya respon yang muncul dari sistem kekebalan tubuh terhadap zat tertentu yang dianggap membahayakan tubuh seseorang. Walau belum jelas mengapa hal tersebut dapat terjadi," ucapnya.


"Saya selalu bersin jika berdekatan dengan beberapa jenis bunga, apakah ini juga alergi?" ucap Selir Mo


"Saya juga tidak bisa makan rebung musim dingin, yang merupakan kesukaan wanita ini. Apakah ini alergi Feng'er?" ucap Permaisuri


Yi-Feng mengangguk, "serbuk sari dari bunga, buah, makanan, obat-obatan, bahkan hewan bulu hewan, jika tubuh menolak hal-hal ini maka mungkin saja alergi. Seperti yang Ibu Permaisuri dan Selir Mo katakan, anda tidak bisa mengagumi bunga atau makan makanan kesukaan Anda. Saran putra ini, sebaiknya hindari saja, jika tidak maka Anda akan merasakan penderitaan dari hal-hal ini." saran Yi-Feng


Semua orang mengambil ucapan Yi-Feng, masing-masing merenungkan apakah dirinya memiliki alergi atau tidak.


"Lalu, apakah kau tahu resep obat apa yang bisa diberikan pada Fei'er?" yang Lio-Guan sambil menatap Putri satu-satunya ini.


"Aku juga ragu untuk memberikan obat alergi pada Feife, jika hanya menurunkan panas aku mampu, namun obat alerginya... aku akan mengatakan dengan jujur, maafkan aku." ucap Yi-Feng dengan nada menyesal


Lio-Guan segera mendekat, ia menarik Selir Mo kedalam pelukannya dan menenangkan wanita itu. "Xixi, ini bukan salahmu, takdir Fei'er lah yang seperti ini... Jangan salahkan dirimu sendiri."


Selir Mo. "Tidak, Baginda ...Ini salahku, sebagai ibunya, aku bahkan tak bisa menjaga putri kita dengan baik... ini salahku.."


Lio-Guan, "Tenanglah Xixi, ini bukan salahmu.."


"Pangeran muda, apa yang akan Anda lakukan selanjutnya?" ucap dokter Zhang, semua orang juga menatap Yi-Feng, berharap dia akan mengatakan hal baik.


"Aku akan berusaha agar Feife sembuh, setelah demamnya turun, yang bisa dilakukan adalah merawatnya dengan baik...

__ADS_1


Aku juga akan 'mengirimkan' surat pada 'guru' agar dia bisa membantu.. Semoga saja guruku masih berada di wilayah kekaisaran Xian." mendengar ucapan Yi-Feng, semua orang memiliki harapan diwajah masing-masing.


Jika memang benar apa yang dikatakan oleh Yi-Feng, jika 'guru' nya bisa menarik kembali seseorang dari gerbang neraka, ini akan sangat baik. Semoga Guru dari Yi-Feng mau membantu menyembuhkan Li-Fei.


Melihat kondisi Li-Fei yang sangat lemah, dan mengingat jika mereka mengatakan dia terus muntah, maka pastilah cairan dalam tubuh anak ini telah menurun dan menyebabkan dia dehidrasi, dan untuk kembali mengisi cairan tubuh makan seseorang memerlukan infus.


Yi-Feng kemudian mengeluarkan alat infus dan cairan NaCL, dia bersiap memberikan infus pada anak itu.


"Apa itu?" suara Yi-Fang kembali terdengar lagi


"Infus, ini akan kembali mengisi nutrisi dalam tubuh Feife, tubuhnya terlalu lemah saat ini." ucap Yi-Feng, ia mengambil tangan Li-Fei, mengikatnya dengan karet khusus dan mencari Vena disekitar pergelangan tangan, setelah menemukan dia kemudian mengambil kapas yang telah dibasahi dengan alkohol 70%, membersihkan punggung lalu mulai memasang infus dengan hati-hati.


Setelah memastikan jika jarum tepat berada dalam Vena, ia mengeluarkan jarum dan menyisahkan selang kecil didalam Vena, lalu menyelesaikan sisa pekerjaan nya.


"Kakak, pegang botol ini ...Kau harus memegangnya lebih tinggi ..Yah begitu," Yi-Feng tak ragu menyuruh kembarannya untuk memegang botol infus sementara dia mengatur laju kecepatan cairan infus. Setelah memastikan pas, dia melepasnya.


Yi-Fang sekitar kesal karena adiknya ini menyuruhnya memegang botol infus, bukankah ada pelayan didalam sini? mengapa harus dia? .. Namun, dia juga merasa senang dalam waktu yang bersamaan, ini artinya Yi-Feng akan mengandalkan dia untuk membantu pemuda cantik ini.


Banyak pertanyaan berada dalam pikiran masing-masing orang, namun saat Yi-Feng mengatakan jika semua hal yang dia keluarkan berasal dari 'guru ajaib' nya, tak ada lagi yang bertanya.


Infus juga digantung pada gantungan kayu, sebenarnya itu merupakan gantungan baju, namun karena keadaan darurat diubah menjadi gantungan kayu. Botol infus diikat menggunakan tali kecil, yang kemudian digantung disana sehingga menyempatkan Yi-Fang dari beban ringan ini.


..................


Note kecil----

__ADS_1


[Ada yang bilang Author pelit, masa cuma 1 hari 1 chapter doang... Maka malam ini, author Up 2 Chapter.. moga suka yah..]


^^^Zero^-^^^^


__ADS_2