The Second Prince

The Second Prince
Chapter 88


__ADS_3

Yi-Feng dan yang lainnya dibawa ke lantai dua, dimana kamar pribadi berada.


5 orang dengan pelayan pribadi masing-masing, sisanya para pengawal berada di lantai satu dan didepan pintu untuk menjaga disana. Para pelayan akan makan dengan cepat sehingga bisa bergantian dengan rekan mereka yang menjaga di depan pintu.


Seorang gadis kecil berbadan kurus memasuki kamar pribadi, ia membawa teko dengan beberapa cangkir.


"Tamu terhormat, ini adalah teh untuk melegakan tenggorokan. Silahkan di cicipi," gadis itu sangat sopan, dia juga tersenyum saat bicara, terlihat memiliki dua lesung pipi yang menambah kecantikan alami di wajahnya.


Yi-Feng memperhatikan gadis kecil itu, ia berbisik pada Yi-Fang yang duduk persis di sampingnya. "Kakak, apa seorang gadis kecil di ijinkan untuk melayani tamu di restoran? .. Bukankah ini ilegal?"


Yi-Fang menggeleng, "Tidak. Anak ini terlihat seperti berusia 10 atau 11 tahun, sejak jaman dulu, anak-anak usia ini sudah memiliki tunangan dan dibiarkan menikah ketika berusia 14-15 tahun. Karena peraturan telah berubah, sepertinya dia magang di restoran ini. Dan ini legal karena keluarga miskin menganggap usia ini hampir dewasa, anak-anak terkadang mulai bekerja untuk kehidupan masa depan mereka setelah menikah." Jelas Yi-Fang dengan detail.


"Sungguh? ,,Wah wah, ckckck." Pemuda itu menggelengkan kepalanya, matanya kembali terpaku pada gadis kecil itu.


Para pelayan pribadi, yang berdiri di belakang Tuan mereka masing-masing segera menuangkan teh kedalam cangkir, membiarkan Tuan untuk meminum teh tersebut.


"Gadis kecil, berapa usiamu?" Tanya Yi-Feng


"Menjawab, Yang Mulia. Si kecil ini akan masuk 13 tahun, akhir musim panas ini." Ucap gadis itu sambil tersenyum.


"13? ..Ini terlalu muda, lalu kenapa kau malah bekerja di restoran saat usia sekecil ini?" Tentu saja karena Yi-Feng penasaran, jadilah dia bertanya.


"Menjawab, Yang Mulia. Keluarga saya sangat miskin, saya harus bekerja untuk mendukung keluarga saya. Itulah mengapa saya magang di restoran," jawabnya lagi dengan sopan, kepalanya tertunduk dan matanya juga terus mengarah ke bawa, tak berani menatap para bangsawan ini.

__ADS_1


Bagi rakyat kecil sepertinya, berurusan dengan para bangsawan adalah hal paling merepotkan. Mereka harus tetap menjaga pandangan mereka, ucapan yang keluar dari mulut mereka, dan lain sebagainya. Namun, karena dia sudah magang di restoran ini, dia mulai membiasakan dirinya untuk berinteraksi dengan para bangsawan, meskipun hanya mengantarkan makanan kecil atau teh untuk para tamu.


Namun, karena dia memiliki wajah yang cantik, manager restoran membiarkan nya melayani di kamar pribadi, kepribadian gadis ini juga sangat bagus sehingga para tamu dan bangsawan yang makan di restoran menjadi senang karena melihat gadis-gadis.


Siang ini, padahal sudah lewat jam makan siang, namun masih ada beberapa tamu yang tersisa. Dia tiba-tiba dipanggil oleh manager, mengatakan untuk memperlakukan tamu dengan hormat karena yang akan makan di restoran adalah para bangsawan dari Ibukota. Salah satu bawahan baru saja pergi setelah memesan seluruh restoran, manager meminta maaf dengan hormat pada para tamu tersisa.


Lalu, tak beberapa lama kemudian, tamu terhormat dari Ibukota telah tiba. Tidak seperti biasanya, xiaocao menjadi gugup setelah melihat para bawahan yang berada di lantai satu, itu memenuhi lantai satu dengan orang-orang dari ibukota.


Meskipun dia melihat jika mereka menggunakan pakaian yang lebih sederhana, namun aura mereka tidak bisa disembunyikan. Mereka terlihat seperti para ksatria, Xiaocao menebak jika didalam kamar pribadi di lantai dua pastilah seseorang yang tidak bisa disentuh. Dia benar-benar harus menjaga perilakunya, ah!


"Gadis kecil, karena kau magang di restoran ini. Kau pasti tahu, menu apa yang menjadi favorit di sini, bukan?" Lu Yuanxi tiba-tiba membuka suaranya, ia menoleh dan melihat jika wajah gadis itu memang terlihat sedikit menyegarkan mata. Namun, karena ia terus menunduk, Lu Yuanxi tidak bisa melihat bagaimana matanya.


"Yah, benar. Beritahu kami makanan enak apa yang kalian miliki di restoran ini." Suara Li-Fei juga terdengar, suaranya sangat lembut namun terdapat sedikit minat didalamnya.


Menilai dari suaranya, Xiaocao berfikiran jika para Bangsawan ini sepertinya lebih santai dan mudah untuk berinteraksi, batu yang sejak tadi mengganjal dalam hatinya langsung tersingkir.


Li-Fei melebarkan mata dan bertanya-tanya dalam hatinya, apakah gadis itu tidak lelah saat bicara tanpa mengambil nafas? ..Dia terlihat sangat baik, ah!


"Astaga, kau cukup pandai dalam bicara! ..apa kau telah berlatih 'Mengumunkan nama hidangan' dengan sangat baik!" Ucap Zhou Yang tiba-tiba, ia memuji gadis kecil itu karena memiliki lidah yang sangat fasih.


Meskipun ia menundukkan kepalanya, namun masih terlihat dari telinganya yang berwarna merah. Gadis kecil itu ternyata malu, ah!


Yi-Feng terkekeh pelan, cukup menggemaskan melihat seseorang mau dengan cara seperti ini. Terlebih, saat gadis itu melafalkan makanan sambil menghitung jari-jarinya, dia terlihat seperti anak-anak di zaman modern yang akan bercerita sambil menghitung jari saat menyebutkan sesuatu yang mereka suka.

__ADS_1


"Yang Mulia, apakah ada yang Anda suka?" Tanya Xiaocao dengan suaranya yang sedikit tercekat, apakah dia masih malu?


"Oh, kamu menyebutkan terlalu banyak hidangan sebelumnya, aku tidak bisa menangkap satupun dari yang kau katakan. Bagaimana dengan ini, pilih saja beberapa hidangan terbaik di restoran dan sajikan!" Ucap Li-Fei dengan sedikit bersemangat.


"Bibi, aku bisa mengingatnya. Aku ingin ayam panggang, burung pegar dalam pot tanah liat, udang goreng dan babi goreng! Papa, apa aku boleh memiliki semua ini?" Suara Yongxi akhirnya terdengar setelah ia melihat semua orang berhenti bicara, dan meminta persetujuan Ayah baptisnya.


"Tentu saja, Xixi boleh memiliknya. Namun, kau tidak bisa menghabiskan semua itu, perutmu bisa sakit karena terlalu banyak makan." Yi-Feng mencubit pipi Yongxi yang sudah bisa dipegang, itu memiliki lemak bayi sehingga sangat menyenangkan untuk di cubit.


"Papa, ini sakit.. Mengapa kau sangat suka mencubit pipiku akhir-akhir ini?" Protes Yongxi, dia mengerutkan bibirnya sehingga terlihat semakin menggemaskan.


"Entahlah, ini sangat menyenangkan" Yi-Feng mengangkat bahunya


Gadis pelayan itu pamit ke belakang, lalu melaporkan pada koki, hidangan apa yang dipesan. Ia juga menyebutkan pesanan Yongxi, membuat para koki di dapur mulai memanaskan minyak dan membuat hidangan yang dipesan.


Karena mereka datang dengan sangat dadakan, makanan tentu saja baru dimasak. Ini memerlukan sedikit lebih lama dari pada biasanya, namun beruntung, para bangsawan diatas tidak sedang terburu-buru sehingga para koki juga bisa memasak dengan baik.


Karena mereka sempat makan ayam goreng dan kentang goreng dalam perjalanan, perut masih sedikit kenyang sehingga Yi-Fang dan yang lainnya tidak mengalami kelaparan yang membuat lambung sakit.


Semua orang mengobrol dengan gembira, terlebih Yongxi yang belum lama ini menjadi anggota keluarga kekaisaran, ia masih memiliki sifat anak-anak yang tidak dikendalikan. Meskipun dia juga terlahir dalam keluarga bangsawan, Yongxi sebelumnya tidak diperhatikan dalam keluarganya, sehingga anak ini memiliki sifat yang sedikit lebih periang.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2