The Second Prince

The Second Prince
Akting lagi


__ADS_3

...----Zaman Modern----...


...___________________________________...


Azka tiba di kampus, lokasi syuting berada. Yah saat ini karena perannya sebagai mahasiswa, ia pergi ke sana.


Namun, ia melangkah kakinya ke tempat dimana ia dan aktor lainnya bersiap. Stylish nya telah menunggu


"Cepatlah, kau terlambat 20 menit. Syuting akan dimulai 40 menit lagi," ucap Akira, seorang stylish pria yang bertanggung jawab untuk Azka.


"Maafkan aku, tadi jalanan cukup macet. Kami terjebak disana," balas Azka yang memasuki ruang ganti dan mengganti pakaiannya dengan baju yang disediakan.


Para juru kamera, staf, aktor dan yang lainnya kini telah bersiap ditempat.


Syuting kembali berjalan, kini lokasinya dalam kelas lalu beralih ke kantin kampus.


............


Aditya merupakan seorang senior, tentu saja karena dia tampan dan populer, dia memiliki banyak fans di kampus.


"Dit, gue pikir.. sebaiknya lo nembak di Lita, deh. Tuh cewek lumayan cakep juga," ucap salah satu teman dekat Aditya, Irvan.


"Lo kirain gue apaan. Malas lah, biarin aja. Paling, dia juga kayak cewek lainnya. Nggak ada yang menarik dari dia," balas Alfa, aktor yang memiliki peran Aditya


"Yah elah, Dit... Mana yang nggak menarik dari dia coba. Si Lita tuh cantik, baik, anak orang kaya juga, setara kan sama elo." balas teman yang tadi


"Lo kirain gue nyari cewek kayak belanja di supermarket? ..Yah nggak bisa lah, harus cewek yang menarik dulu yang bisa buat gue tertarik. Lagian, Lo enak aja ngomongnya.. Lah gue? ..Adik gue itu bakal lakuin apa yang gue lakuin, gue itu cerminan nya dia. Kalo gue ambil cewek yang salah, adek gue juga bisa lakuin hal yang serupa. Nggak mau gue punya cewek kayak si Lita, anak manja." balas Aditya sambil mengingat bagaimana sifat dari Lita, gadis yang memiliki peran antagonis dalam drama ini.


"Lagian adek Lo kok gitu amat yah, Dit. Padahal dia cakep, udah gitu pintar dan sama kayak Lo gini.. Bergantung amat dia sama Lo, Dit?" ucap temannya yang lain

__ADS_1


Aditya mencoba menjelaskan bagaimana dia dan adiknya berada dalam keluarga.


"Aku kayak apa?" tiba-tiba suara seorang pemuda menyela ucapan mereka. Ini adalah Azka, yang masuk kedalam aktingnya


Tiga pemuda lainnya menoleh dan mendapati Adit, adik laki-laki dari teman mereka berada disana. Nama kedua saudara ini sama, hanya saja sang kakak Aditya dan adik bernama Adit.


"Bukan apa-apa, kamu sudah makan?" tiba-tiba cara bicara Aditya langsung berubah. Dari yang tadi menggunakan Gue-Lo menjadi Aku-kamu


"Belum," balas Adit. Ia menoleh namun tak menemukan makanan yang menarik minatnya


"Lo berdua ngomongnya kok jadi gini sih. Aneh tahu," ucap Irvan


"Bener tuh, omongan kalian berdua aneh tahu." sambung Rendi setuju


"Adit nggak biasa ngomong Gue-Lo sama gue, biasanya yah kayak ini. Aku-kamu," balas Aditya membela adiknya.


"Worüber redest du? ..Klingt wie ein stinkender Furz." [Apa yang kau bicarakan? .. Terdengar seperti kentut yang bau]. Tiba-tiba Adit bicara' dalam bahasa asing yang tidak dimengerti oleh Irvan


"Hah? Lo ngomong apaan? ..Gue nggak ngerti," ucap Irvan dengan bingung, terlebih saat temannya tertawa terbahak-bahak "Dit, dia ngomong apaan sih?"


Aditya tertawa terbahak-bahak, adiknya sangat tepat untuk bicara menggunakan bahasa yang tak dimengerti oleh teman-temannya. Namun dia mengerti apa yang dikatakan oleh adiknya ini. "Bukan apa-apa, dia bilang Lo ganteng kok... hahahaha.."


Yah, Adit digambarkan memiliki mulut yang cukup pedas. Namun saat dia mengejek seseorang, dia akan menggunakan bahasa asing, seperti saat ini. Dia menggunakan bahasa Jerman saat mengejek teman kakaknya


Keempat pemuda itu mengobrol ringan, namun tiba-tiba teralihkan oleh suara ribut di kantin yang cukup menarik perhatian seseorang.


Terlihat gadis lain memegang gelas dengan sisa jus, sedangkan gadis lainnya memiliki baju basah akibat jus yang disiram padanya


"Lo apa-apaan sih, Lita?!" bentak gadget s yang disiram, dia adalah protagonis yang sedang di-bully oleh antagonis

__ADS_1


"Lo yang apa-apaan, punya mata kok nggak bisa liat jalan, main injak kaki orang aja." balas Lita


"Siapa suru Lo naruh kaki Lo disana. Ini jalan, bukan bangku yang bisa buat Lo santai " balas gadis lain


Perdebatan terjadi, dan keempat pemuda itu pergi ke sana untuk melihat apa yang terjadi.


Namun, Lita yang kesal karena kalah adu mulut mendorong si gadis lain, yang akhirnya malah ditangkap oleh Aditya dan terjadilah adegan pandang- pandangan.


Tiba-tiba, terdengar "Cut!"


Semua orang yang sedang berada disana menghentikan akting mereka.


"Lita, ekspresi wajah marah kamu nggak bisa dirubah lagi? ..Kamu nggak bisa mendalami peran kami? ..Itu eskpresi kamu bukan marah, tapi malah kesal. Tatapan itu.. dirubah lagi.. Ayo ulangi,!" suara sutradara tiba-tiba terdengar memarahi Lita, yang memiliki peran antagonis di drama ini.


"Maafkan saya, akan saya usahakan." balas Lita.


Adegan perdebatan diulangi lagi, namun apa yang diinginkan oleh sutradara tidak tercapai.


Mereka mengulangi adegan ini beberapa kali, hingga harus berhenti sebentar dan bicara' dengan Lita, si gadis antagonis


Azka capek, dia lelah dengan adegan yang harus diulang-ulang ini. Meskipun dia tak banyak adegan disini, namun tetap saja mereka harus berjalan ke dua gadis itu berulang kali.


Alfa juga menegur Lita dan membantunya dengan eskpresi marah, sementara aktor yang lain beristirahat


...


"Gadis itu, dia pasti orang baru di dunia hiburan ini." tiba-tiba suara Reza terdengar


Azka menoleh, ia mendengar Reza yang terus bicara soal peran Lita, gadis yang tidak cocok berperan sebagai seorang antagonis dalam drama ini.

__ADS_1


__ADS_2