The Second Prince

The Second Prince
Chapter 36


__ADS_3

Sesuatu yang manis adalah hal langkah di desa ini, mengingat desa Lin sangatlah tertinggal.


Semua mata berbinar saat mendengar mereka bisa memakan sesuatu yang manis, apa lagi jika itu merupakan permen.


Masing-masing anak memiliki lebih dari dua tusuk sate apel, yang kemudian dicelupkan kedalam karamel oleh salah satu wanita, semua anak berbaris dengan rapi seperti kereta.


Suara tawa kebahagiaan dapat didengar oleh siapapun, semua anak tertawa dengan bahagia mendapatkan permen apel yang jika biasanya disebut Tanghulu.


Melihat wajah bahagia anak-anak, Yi-Feng juga ikut tersenyum. Kebahagiaan masyarakat kecil memanglah seperti ini, bisa merasakan hal-hal manis yang jarang bisa mereka dapatkan.


"Ibu, cobalah permen ini. Rasanya sangat manis dan enak" ucap seorang anak kecil pada ibunya yang sedang beristirahat sejenak


"Makanlah, Nak. Ibu tak membutuhkan nya," wanita itu menolak putranya dengan enggan, mengalah agar anaknya bisa merasakan nya lebih banyak.


"Tidak, kau juga harus merasakannya, Bu ....Ambil satu gigitan, aku masih memiliki sisanya" Ia menyodorkan tusuk sate kedepan mulut wanita itu, dan menatapnya dengan tatapan berbinar.


Wanita tersebut dengan enggan mengambil satu gigitan, rasa manis dan asam dari apel menyatu dan membuat rasa yang enak dan lezat. "Enak, manis dan lezat." puji wanita tersebut.


Begitu pula dengan anak-anak lainnya, mereka berlarian kearah orang tua masing-masing dan membiarkan orang tua mereka bisa merasakan betapa lezatnya permen apel yang mereka miliki.


Ada pula produk-produk lainnya, yang sudah selesai dibuat segera didinginkan di udara terbuka, salah satunya selai.


"Panaskan air hingga mendidih lalu masukkan botol-botol kedalamnya, kita perlu mensterilkan botol keramik agar membunuh kuman," ucap Yi-Feng.


"Men- apa?" tanya Yi-Fang.


"Mensterilkan, ini adalah istilah yang biasa digunakan dalam ilmu kedokteran. Yang artinya membersihkan, atau membunuh kuman dan bakteri," jelas Yi-Feng.


Yi-Fang membuang tatapannya pada botol keramik yang terlihat bersih, "Tapi, semua botol keramik itu sudah bersih. Apa lagi yang perlu dibersihkan?"


Yi-Feng menggelengkan kepalanya, "Tidak benar ....Meskipun semua botol terlihat bersih, namun tak menjamin jika itu benar-benar bebas dari kuman dan bakteri. Ada beberapa jenis bakteri yang dapat membuat produk cepat busuk,


....Kakak, kau harus tahu jika; Kuman dan bakteri maupun virus tak terlihat oleh mata telanjang, namun bisa dilihat jika menggunakan mikroskop yang memiliki pembesaran ribuan kali lipat dari mata telanjang."


"Apa lagi itu, miksoskop?" tanya Yi-Fang dengan heran atas istilah yang digunakan oleh saudaranya.


"Mikroskop adalah alat yang- sudahlah, kau tak akan tahu apa itu meskipun aku menjelaskan hingga mulutku berbusa." Yi-Feng berbalik dan kembali mengarahkan mereka untuk melakukan hal lainnya dari pada menjadi seorang guru untuk kembarannya.

__ADS_1


"Ini tak benar, jelas dia menyebutkan istilah baru. Mengapa tak dijelaskan malah membuatku penasaran?" gumam Yi-Fang, dia mengejar saudaranya yang sudah bergabung dengan para warga.


Yu-Cheng yang tak jauh dari mereka jelas mendengarkan penjelasan Tuannya, "Yang Mulia sangatlah berpengetahuan luas, bahkan istilah dalam dunia medis saja diketahui. Apa yang tak Ia ketahui?" gumamnya, ada perasaan bangga dalam dirinya karena telah melayani seseorang yang berpengetahuan luas.


Kembali pada Yi-Feng, dia memperhatikan pekerjaan semua orang dari jarak yang sedikit jauh, lalu membiarkan para pelayan dan ksatria yang menjaga sisanya.


Dengan kakinya yang terus melangkah, ia pergi ke kebun apel lagi. Otaknya sedang berfikir, bagaimana caranya agar pohon-pohon disini bisa menghasilkan buah yang baik dan manis.


[Kak Louis, apa kau disana?] panggil Yi-Feng


Louis yang sedang bermalas-malasan dalam ruang Teratai menjawab dengan malas, [Ada apa bocah bau? .... Mengapa kau memerlukan Dewa ini?]


[Dewa? ... Hanya tahu bermalas-malasan saja namun mau dipanggil Dewa? ...Cihh!] terdapat nada ejekan dan ketidakpercayaan dalam ucapan Yi-Feng


[Bocah bau! ...Kau mengganggu ku hanya untuk mengejek ku, huh? .... Ingat, Dewa ini masihlah Guru mu!]


[Baiklah-baiklah, Guru ku yang tampan, baik hati dan tak sombong. Bisakah kau membantuku, muridmu yang lemah dan bodoh ini?]


Dengan tak ikhlas, dia bahkan menggunakan Pujian untuk mengejek Louis, bahkan jari telunjuk dan tengah disilangkan, dalam arti dia sedang berbohong atau bicara omong kosong.


Terlebih Axila, ia bahkan tak repot-repot memberi wajah pada Louis yang selalu saja narsis pada diri sendiri.


Yi-Feng memutar bola matanya dengan malas, [Bagaimana cara agar semua pohon apel di sini memiliki buah yang manis, penduduk disini pastinya juga ingin menjualnya ke pasar dengan utuh.]


[Itu mudah, gunakan saja Air Suci.] jawab Louis enteng.


Yi-Feng, [Hahh? Maksud mu?]


[Gunakan air suci untuk menyirami semua pohon disini, semua pohon akan menghasilkan buah yang manis setelah itu, bahkan buahnya akan melimpah.] jelas Louis


[Tapi, bagaimana caranya? ... Apakah aku harus menuangkan Air Suci kedalam sumur, begitu?]


[Dasar bocah bodoh! ....Bagaimana bisa Axila memiliki adik seperti mu yang begitu bodoh? Hal mudah ini bahkan tak kau tahu?] ejek Louis


Yi-Feng kesal, [Aku tak bodoh! ..Aku adalah anak jenius! ..Aku hanya tak tahu apapun yang berhubungan dengan ruang ajaib Noona ku, kau tahu?!] Jika Louis berada dihadapannya, rambut pria itu mungkin telah dijambak oleh pria cantik ini.


Louis, [Baiklah-baiklah... Kau anak yang pandai dan jenius, jadi kau pasti tahu caranya kan?]

__ADS_1


Yi-Feng, [Guru tua! Kau bahkan jelas-jelas tahu mengapa aku bertanya padamu, bagaimana bisa aku tahu? ...Kau bahkan tak membantuku saat kesulitan, lihat saja apa yang akan aku katakan pada Noona saat aku kembali nanti, huh!]


Louis sudah terbiasa dengan anak ini, dengan sifat manjanya dari dunia Modern, melihat Yi-Feng yang ngambek membuatnya yang berada dalam Ruang Teratai tersenyum gemas.


Dari waktu ke waktu, dia sangat suka mengejek Yi-Feng sehingga pria cantik itu anak marah dan tak mau bicara dengannya.


Hal ini sudah menjadi kebiasaan nya saat menjadi Azka, Dewa kecil ini selalu melihat Axila yang memanjakannya, menyayangi dan mencintai adiknya yang menggemaskan ini.


Wanita muda itu akan membuatnya ngambek, karena Azka akan terlihat sangat imut saat itu.


Sekarang, dia merasakan bagaimana menyenangkan nya membuat pria cantik ini ngambek, ternyata menyenangkan!


Louis, [Baiklah-baiklah ....Aku membantumu, ini hal yang mudah oke? Jangan marah lagi.] bujuknya.


Yi-Feng, [Lalu apa yang harus kulakukan?]


[Aku akan memberikan mu batu, masukkan saja kedalam sumur yang berada dalam kebun itu, masalah selesai.] jawab Louis enteng.


Yi-Feng, [Selesai? ... Apanya yang selesai? ... Masalah belum selesai, oke?]


Louis, [Tentu saja sudah selesai bocah bau!


Batu yang kuberikan padamu adalah batu yang berada paling dasar yang berada dalam danau Air Suci, tentu saja telah menyerap banyak energi spiritual suci. Inilah yang harus kau simpan kedalam sumur, yang kemudian batu itu akan memancarkan energi epada air yang baik untuk tanaman, bahkan jika manusia meminumnya anak sangat baik bagi tubuh dan kesehatan mereka ...Kau mengerti sekarang?] Jelas Louis panjang lebar, sudah cukup dia menggoda pria cantik ini.


[Terima kasih, kalau begitu berikan. Aku harus kembali segera kesana lagi]


Louis melemparkan lima batu yang sudah ia ambil dari dasar danau, batu pipih yang seukuran telapak tangan anak kecil.


Yi-Feng mengambilnya, lalu berkeliling mencari sumur-sumur yang berada di kebun apel. Saat menemukan sumur, ia akan melemparkan satu batu kedalamnya, lalu berkeliling lagi dan mendapati dua sumur yang jaraknya lima ratus meter, kedua sumur itu juga dilemparkan batu kedalamnya.


Masih tersisa dua, yang kemudian dibawa kembali oleh Yi-Feng ke kemah mereka.


Disana terdapat satu sumur yang biasanya digunakan untuk masak oleh penduduk desa, kembali batu keempat dibuang kedalamnya.


Tersisa satu, yang akan ia masukkan kesumur lain jika terlihat.


Masalah ini telah teratasi, dia tak lagi khawatir pada penduduk desa ini.

__ADS_1


__ADS_2