The Second Prince

The Second Prince
Membeli kedai teh. Memulai bisnis!


__ADS_3

"aku akan pergi menemui bos kedai teh ini, diam lah disini dan jangan mengikutiku." Ucap Yi-Feng tiba-tiba yang membuat Yu-Cheng merespon lebih lama karena masih berfikir.


Yu-Cheng melihat kearah Yongxi yang sedang dengan gembira memakan es krim nya, dengan ukuran yang lebih besar dari pada mulutnya, tentu saja sekitar mulut Yongxi jadi belepotan.


Berjalan kearah meja kasir, Yi-Feng mengetuk meja dengan lembut.


Tokkk.. Tokkk...


Yi-Feng mengetuk meja kasir dengan ringan, lalu mendesah dalam hati. 'bagaimana bisa kedai teh ini tidak cepat bangkrut? Lihatlah, pekerja nya saja tidak dapat diandalkan, tertidur saat jam kerja?!'


"Siapa?!" Pria yang berada di meja kasir itu meraung dengan keras, merasa sangat kesal karena diganggu tidurnya.


Hening....


Tiba-tiba saja suhu di dalam ruangan itu terasa turun drastis, itu lebih dingin padahal sedang musim panas. Pria itu merasa sangat tidak nyaman, tubuhnya bergetar karena tekanan yang terlalu kuat.


Yu-Cheng juga langsung bangkit dari duduknya dan akan pergi kesana, namun baru beberapa langkah saja ia langsung menghentikan langkahnya. Suhu turun dengan drastis, hawa dingin yang menekankan ini membuat ia merinding. Melangkah mundur, Yu-Cheng kembali ke meja dan melihat bahwa Yongxi juga terkejut dengan raungan barusan.


Melihat pria muda dengan topeng diwajahnya berada tepat didepannya, mata hitam yang menatapnya dengan tatapan tanpa ekspresi itu, hanya satu kata yang ada dalam benaknya.


Marah..


Yi-Feng merasa sangat marah!


Dia telah berada di zaman ini selama beberapa bulan, hanya ada beberapa orang saja yang berani menaikan nada dihadapannya.


Bahkan, Kaisar yang adalah Ayahnya saja tidak menggunakan suara keras untuk berbicara dengannya.


Bisakah, pekerja malas ini membentaknya?!


Yongxi yang sedang asik makan es krim langsung menyimpan nya diatas meja dengan cepat, ia seperti merasa bahwa Ayah baptisnya sedang dalam suasana hati yang tidak baik.


Bangkit dari duduknya, Yongxi segera berlari kearah Yi-Feng, melihat bahwa sekitar ayah baptisnya terasa dingin, tangannya tanpa sadar dengan ragu-ragu untuk menyentuh tangan ayahnya.


"Papa..." Dengan suara yang terdengar lemah, Yongxi akhirnya bisa memanggil pria didepannya.


Yi-Feng yang sedang marah mendengar suara imut itu, melirik kebawah dengan memejamkan matanya.


Hening untuk beberapa saat..

__ADS_1


Membuka matanya lagi, Yi-Feng tersenyum tipis, "kembalilah ke meja dengan Yu-Cheng, Papa masih harus berbicara dengan pemilik toko. Tunggu disana dengan patuh, oke?"


Pria kasir itu merasakan kakinya lemas, seperti tidak memiliki tulang lagi. Dia hampir jatuh tadi


Dengan suara bergetar, pria itu berkata ,"pemilik toko ada dilantai atas... Saya.. saya akan membawa Anda menemuinya."


Yi-Feng memejamkan mata sebelum tersenyum miring, "bagus." Ia kemudian menepuk kepala Yongxi sebelum mengikuti pria itu


Yu-Cheng juga sudah sampai disana, "Yang Mulia-"


"Tidak apa-apa, aku bisa menyelesaikan nya sendiri." Yi-Feng melangkahkan kakinya menaiki anak tangga, Yi-Feng segera menghilang dari pandangan mereka berdua.


.....


Mengikuti si kasir malas, Yi-Feng mengamati kondisi ruangan. Dia memiliki penciuman yang tajam, dan saat ini tentunya Yi-Feng mencium aroma alkohol murah dan asap rokok.


Mulai ada perasaan yang menjengkelkan di hatinya, dia membenci sesuatu seperti asap rokok. Masih mentolerir alkohol, karena sering menemani kedua kakaknya minum anggur merah 1990 di Zaman modern.


Area lantai dua ini sepertinya di khususkan untuk ruang pribadi, seseorang dapat memesannya namun seperti yang sebelumnya sudah dikatakan -tak ada pengunjung dan hampir bangkrut


Setelah melewati beberapa kamar, Yi-Feng akhirnya sampai di tempat tujuan. Kasir malas itu melaporkan pada bos nya sebelum memberikan izin untuk masuk.


Begitu pintu di buka, Yi-Feng memandang ruangan didepan dengan ekspresi wajah yang benar-benar kusut dibalik topengnya. Sungguh ruangan yang dipenuhi asap rokok!


Bos itu tidak dapat melihat Yi-Feng dibawah tebalnya asap rokok disekitarnya, belum lagi dengan kondisi kepala yang telah berkurang karena terus mengonsumsi alkohol, pikirannya sangat kacau


"Untuk apa kau menemuiku, tuan tampan?" Tiba-tiba terdengar suara pria berusia diatas tiga puluh tahun.


Yi-Feng memandang kedepan, menilai orang didepannya dengan cepat. Pakaian yang terlihat kusut dan tidak terawat, kondisi tubuh yang berlebihan berat badan dengan perut buncitnya, saat ini sedang duduk dengan btudak beraturan, dengan aroma tubuh yang berbau tidak sedap ditambah dengan alkohol. Kesan pertamanya adalah;


Benar-benar tidak dapat ditolong!


Yi-Feng bahkan tidak mau masuk lebih dalam, hanya mengambil dua langkah saja. Dia tidak ingin berlama-lama di ruangan yang lebih dengan hal-hal menyebalkan ini, dengan cepat berkata "saya ingin membeli kedai teh ini, 50 ribu Tel emas, ambil atau tidak?"


Bos itu terkejut, hampir memuntahkan semua alkohol yang diminumnya, "Apa?!! ... 50 ribu Tel emas?"


Yi-Feng tetap berada di posisinya, terlalu banyak asap rokok yang dibencinya. "Emmm!"


Bos itu sangat bahagia, tetapi tiba-tiba berubah ekspresi wajahnya menjadi seringai. "Saya tidak ingin menjual dengan harga 50 ribu Tel emas, ini harus 70 ribu Tel emas!"

__ADS_1


Bos itu berfikir bahwa Yi-Feng ini adalah generasi kedua dari keluarga kaya yang semena-mena, membeli barang apapun yang dia inginkan jika mau. Jadi, dia menambahkan beberapa harga, bolehlah! Lagi pula, pria muda ini pasti memiliki banyak uang!


Ya, Yi-Feng memiliki banyak uang. Tetapi bukan dia yang menghasilkan pundi-pundi uang ini!


Yi-Feng tahu bahwa bos ini sedang bermain trik, ia memutar matanya sebelum berbalik meninggal ruangan dengan langkah kaki yang panjang. Mengagetkan kasir malas untuk berdiri didepan pintu dengan terkejut saat ia sedang mengawasi.


Melihat Yi-Feng tidak mengatakan apapun, bos itu menjadi ragu. Dan benar saja, setelah beberapa detik keraguan itu datang, dia melihat Yi-Feng berbalik dan pergi dengan cepat!


"Tuan... Tuan muda... Tuan tampan, tunggu dulu... Tunggu!"


Teriakan bis itu tidak terlalu besar dan sangat menyebalkan untuk didengar.


Yi-Feng melangkah lebih cepat lagi.


Melihat bahwa Yi-Feng tidak berhenti, bisnitu benar-benar menyadari bahwa dirinya telah berperilaku bodoh!


Seseorang datang kedepan pintu untuk menawari uang, tetapi dia membuat uang itu melayang pergi dengan beberapa kata. Sangat siap!


Duduk dilantai bawah, Yu-Cheng sedang menemani Yongxi namun dengan cepat menyadari derap langkah kaki dari sepatu milik Yi-Feng yang kuat.


Tekanan yang menekan lantai kayu ini sangat kuat dan tanpa sadar Yu-Cheng menyadari bahwa ada yang aneh dengan langkah kaki Yi-Feng.


Tanpa berfikir, Yu-Cheng melangkah kearah tangga. Melihat bahwa Yi-Feng turun dengan aura dingin disekitarnya, hati Yu-Cheng tanpa sadar mendesah.


Meskipun wajahnya ditutupi topeng, jelas bahwa Yi-Feng tidak berhasil. Sebuah senyum indah muncul diwajahnya, "Yang Mulia, apa terjadi sesuatu? Ada yang membuat Anda marah?"


Mendengar hal itu, suasana hati Yi-Feng semakin memburuk.


Tersenyum dengan bibir yang melengkung miring, Yi-Feng terlihat seperti iblis cantik yang memikat hati manusia. "Seseorang ingin menipuku. Hahh... Apakah dia berfikir aku terlihat sangat bodoh? Berharap mendapatkan uang dari pangeran ini? Hah, bermimpi lah!"


Sebelum Yu-Cheng bertanya apa yang terjadi, bos itu datang dengan langkah terengah-engah, badannya yang gendut itu terlihat bergetar, "Tuan muda... Eh, tuan ini tolong tenanglah sebentar."


Yu-Cheng dengan refleks melindungi Yi-Feng di belakang tubuhnya, lalu menatap bos dari pemilik kedai teh dengan tatapan membunuh.


Bos itu menelan ludah dengan pahit, melihat pria yang memiliki sedikit otot didepan nya dengan takut. Sebelumnya karena Yi-Feng memiliki paras yang sedikit lebih halus, dia meremehkannya namun melihat bahwa pria ini melindungi pemuda tadi, sepertinya mereka merupakan pasangan kakak beradik.


"Tuan ini, saya benar-benar minta maaf. Sepertinya ucapan saya menyinggung adik Anda... Saya benar-benar minta maaf."


Yu-Cheng ingin membantah tetapi bos itu segera berkata dengan cepat. "Sepertinya adik Tuan tertarik dengan kedai teh ini, saga benar-benar berfikir untuk menjualnya pada awalnya."

__ADS_1


Membuang pandangannya pada kasir malas disampingnya, bos itu segera membentaknya. 'kau! Cepat ambilkan berkas penjualan toko ini yang ada dimeja saya!"


Dengan begitu, Yi-Feng dengan cepat mendapatkan kedai teh itu sebagai miliknya.


__ADS_2