
Dokter yang dipanggil segera memeriksa kondisi tubuh Azka, menggunakan stetoskop yang ditempelkan pada dadanya, lalu mengukur denyut nadi, tekanan darah.
Ia kemudian mengeluarkan termometer, menjepitnya dimulut Azka hingga benda itu berbunyi beberapa kali.
"37,43°c." gumamnya, matanya melihat kearah dua sosok yang masih berada dalam kamar Azka.
"Detak jantung nya lebih cepat, selain itu juga demam, tekanan darah juga sedikit menurun. Aku akan memberinya infus, selain itu berikan dia obat untuk diminum. Aku akan mengecek kondisinya lagi besok," ucap dokter pada Axila dan Levi.
"Baik, terima kasih." ucap Axila
"Kau istirahat saja di kamar tamu malam ini, ketika botol infusnya habis maka lepas jarumnya," ucap Levi.
Dokter mengangguk kepalanya. Dia merupakan salah satu bawahan Levi yang kompeten, sekaligus Wakil Direktur rumah sakit Glory Hospital.
Salah satu Rumah sakit populer yang sangat berkualitas. Para dokter dan perawat disana memperlakukan pasien dengan ramah dan sopan, tak membeda-bedakan saat melayani pasien dan selalu adil.
Lalu, jika dalam keadaan darurat dan pihak keluarga belum memiliki uang untuk operasi, pihak rumah sakit bisa memberikan keringanan agar mereka bisa utang sementara pasien akan ditangani dengan cepat.
Yang pastinya, ini adalah salah satu rumah sakit favorit masyarakat di Ibukota.
Damian merupakan wakil Direktur rumah sakit, namun saat mendengar dari asistennya jika ia mendapatkan pesan dari Mansion keluarga Alexander, ia segera meninggalkan kesibukannya dan mengutamakan Tuannya, Levi Alexander.
Bagaimanapun juga, Levi adalah Tuannya, jika pria itu memanggilnya maka dia akan segera tiba.
"Bukankah makan malam tadi Tuan muda masih baik-baik saja? Bagaimana bisa demam hanya dalam waktu singkat?" Gumam Bibi Inna.
Axila juga merasa ada yang tidak beres, ia segera memeriksa rekaman Cctv dan menemukan Azka yang sedang berjalan-jalan ditaman samping rumah, kemudian pemuda itu pergi ke ayunan lalu tak lama kemudian ia berteriak dan pingsan.
Levi disampingnya juga melihat layar laptop yang menampilkan kejadian barusan, keduanya saling tatap.
"Apa yang dia lihat sampai seperti itu?" tanya Levi.
"Aku juga tak ta- tunggu sebentar, sepertinya aku mengingat sesuatu." gumam Axila. Dia mengingat kembali kejadian dua hari lalu, dimana saat mereka kembali dari Shanghai, Azka sepertinya melihat sesuatu yang membuat wajahnya pucat.
"Sepertinya, Azka Indigo." ucap Axila
"Indigo? ..Maksudmu ia bisa melihat hantu?" tanya Levi yang diangguki oleh istrinya.
"Tapi, bagaimana bisa?" tanya Levi bingung, kejadian ini belum pernah terjadi.
Axila mengangkat bahunya, tanda ia juga tak tahu. "Kau ingat, saat di bandara kemarin, Azka tiba-tiba bertingkah aneh saat botol susu Rose jatuh?" ungkap Axila, Levi menjawab dengan mengangguk.
"Dia sepertinya melihat hantu disana, itulah kenapa dia bertingkah aneh tiba-tiba. Lalu hari ini, dia berteriak dan pingsan lalu sakit, seperti dirumah ini-- terdapat hantu?" ucapnya dengan ragu, keduanya saling pandangan.
Levi tak percaya dengan hantu ataupun sebagainya, namun jika ini benar maka tak baik-baik saja.
__ADS_1
"Kita lihat saja bagaimana reaksi Azka besok, apakah masih bertingkah aneh atau tidak." ungkap Levi, Axila juga setuju.
Bini Anna dibiarkan menjaga Azka dikamar, ini karena wanita paruh baya itulah yang paling dekat dengan Azka sejak dia pindah dari Seoul ke Indonesia, Bibi Anna juga lah yang merawat Azka selama ini.
Sedangkan pasangan suami-isteri itu beristirahat, Rose juga telah ditidurkan dikamar nya dan dijaga oleh Bibi pengasuhnya, Inna.
Ditengah malam, ketika botol infus Azka habis, Damian kembali ke kamar pemuda itu dan melepaskan jarum infus yang melekat di punggung tangan kirinya.
Saat itu Azka tersadar dari pingsannya, namun ia kembali menutup mata karena merasakan kantuk yang menghampirinya.
............
Mentari menyinari bumi dengan sinarnya yang hangat, para menghuni bumi juga keluar dari tempat istirahat dan mulai beraktifitas.
Sinar matahari yang menembus jendela kaca bening, membangunkan pemuda tampan dengan wajah imut itu.
Matanya mulai bergerak tanda-tanda akan bangun dari tidurnya, saat mata indahnya terbuka sinar matahari sangat menyilaukan matanya, "Ughh."
Dia menggunakan tangannya untuk menghalau sinar matahari yang menerobos masuk.
"Kau sudah bangun?" ucap seseorang disampingnya.
Azka, "Hmmtt," namun dia tiba-tiba terdiam lalu melihat siapa yang sedang bicara padanya.
"Wahh.. kau sungguh bisa melihatku?" ucap pria yang semalam dilihat Azka ditaman.
"Woyy... kok teriak sih?" protes pria itu dengan kesal, dia telah menunggu Azka bangun sejak semalam. Oke?
"Pergi! .. Pergi kau! ..Pergi!" pekik Azka ketakutan
"Pergi? ..Kau bercanda? ..Aku tak akan pergi, jadi jangan harap!"
Azka, "Pergi kau! ..Aku tak mau melihat kalian! ..Pergi!" teriaknya dari dalam selimut
Pria itu menatap buntalan selimut dengan heran, namun ia segera menoleh kearah pintu karena mengetahui seseorang datang.
Levi, Axila dan Rose sedang sarapan di ruang makan, namun pasangan itu segera meninggalkan sarapan dan berlari menaiki tangga kearah kamar Azka saat mendengar pemuda itu berteriak.
Cklekk.. Brakk!
Pintu didorong dengan keras, lalu muncullah pasangan itu diikuti oleh beberapa pelayan.
"Azka... Azka, ada apa? Apa yang terjadi?" Axila segera pergi kearah tempat tidur dan menarik selimut yang digunakan Azka untuk menutupi seluruh tubuhnya hingga rambutnya saja tak muncul dipermukaan.
Axila, "Azka..Kau baik-baik saja? ... Jangan takut, ini Noona. Ayo, buka selimutnya."
__ADS_1
Mendengar suara wanita yang sudah familiar di telinga nya, Azka membuka selimut dan langsung masuk kedalam pelukan Axila.
"Dia disana.. Dia disana... Aku takut ..huaa.. aku takut.." ucap Azka diikuti tangisannya.
"Siapa? ..Siapa yang disana? ..Ayo katakan padaku, siapa yang mengganggu mu?" tanya Axila dengan lembut, matanya menatap kearah Levi yang berdiri dibelakangnya.
Levi segera menatap pada beberapa pelayan disana, hanya dengan tatapan nya saja mereka mengerti dan segera mencari siapa yang telah mengganggu Azka dipagi ini.
Empat pelayan yang berada didalam kamar Azka segera mencari sang pelaku, mereka melihat kearah jendela yang tertutup, kamar mandi dan sudut-sudut kamar namun tak menemukan siapapun disana.
Mereka kemudian kembali lada Levi dan melapor dengan berbisik.
"Tuan Besar, kami tak menemukan siapapun disini.
"Saya juga tak menemukan siapapun yang bersembunyi di ruang ganti."
"Saya juga, tak menemukan siapapun dalam kamar mandi."
"Sepertiorang tersebut telah melarikan diri. Saya akan mencarinya di Rekaman Cctv," ucap salah satu.
"Kalian keluarlah, cari orang itu dan beritahu padaku." ucap Levi, ia kemudian kembali mendekati istrinya dan Azka yang masih membenamkan wajahnya diperlukan Axila.
"Azka, tak ada siapapun lagi disini. Sepertinya dia telah pergi, kau aman sekarang." ucap Levi menenangkan Azka, dia juga mengelus rambut Azka.
Azka yang mendengar hal itu segera mengangkat wajahnya, dia dengan hati-hati melihat ke beberapa sisi.
"Aahh.. Dia dibelakang mu.. Aku takut.." pekik Azka lagi.
Levi segera memutar kepalanya namun tak melihat siapapun disana. Axila juga melihat tak ada siapapun disana, karena itu dia segera masuk kedalam pikiran adiknya lalu melihat seseorang yang memiliki wajah pucat dibelakang suaminya.
Mata Axila tiba-tiba melotot kearah Levi, membuat pria itu menatapnya dengan heran. "Ada apa? Kenapa kau menatap ku begitu?" protes Levi.
"Dibelakang mu," ucapnya dingin.
"Apa yang dibelakang ku?" tanya Levi heran. Namun dalam waktu kurang dari lima detik, dia segera paham apa yang dimaksud oleh Axila dan Azka.
Ada 'seseorang' dibelakangnya tadi.
"Woy! Jangan berdiri dibelakang suamiku, kau ingin dihaja, Heh?" ucap Axila dengan tak bersahabat.
"Wooohh.. Kau juga bisa melihatku?" ucap pria berwajah pucat, dia menghilang dari belakang Levi dan muncul tepat didepan Axila.
"Kau bisa melihatku juga? ..Wah, ini kejutan untukku." ucap Pria itu dengan senang.
"Tidak, aku tak bisa melihatmu jadi percuma saja menakutik ku! Pergi dari sini!" usir Axila
__ADS_1
"Kenapa kau juga mengusirku? ..Woy manusia, Lo nggak punya hati yah? Masa mau ngusir-ngusir aja, kan nggak enak tahu!" protes hantu pria namun malah tak dipedulikan oleh Axila.
Levi malah membantu Axila membawa Azka pergi dari kamar itu, sedangkan hantu tadi masih mengikuti mereka.