
Semalam, setelah kembali Yi-Feng memasuki kamarnya dan menghilangkan ke dalam ruang Teratai. Pemuda itu berada dalam ruang Teratai selama dua hari yang artinya selama 2 jam di dunia nyata.
"Kau sangat bau, pergi mandi sana!" usir Louis saat Yi-Feng tiba disana
"Baiklah," balas pemuda cantik itu dengan tenang dan pasrah. Pemuda itu masuk kedalam rumah lalu pergi ke kamarnya dan mulai membersihkan tubuhnya di bawah guyuran air shower yang hangat.
"Aku benar-benar sangat penasaran terhadap Nenek buyut Kekaisaran ini." gumam Yi-Feng
Tangannya terulur mengambil shampo, mencuci rambut panjangnya dengan shampo yang memiliki beberapa kegunaan untuk kesehatan rambutnya.
Mau tak mau ia akhirnya mengerti bagaimana rasanya para gadis yang memiliki rambut panjang, itu benar-benar merepotkan. Namun, di dunia ini, lelaki berambut panjang adalah hal yang normal.
Handuk dan jubah mandi pemuda itu mengenakan nya setelah habis mandi. Dia pergi menemui Louis yang saat ini kerjaannya hanya bermalas-malasan di kursi goyang.
Yi-Feng pergi ke dapur dan membuat makan malamnya, perutnya mulai bernyanyi beberapa saat yang lalu.
Pemuda itu menyetel musik K-Pop dari ponselnya, mengikuti lirik lagu sambil memasak. Nasi telah ia masukkan kedalam rice cooker, mengambil paha ayam paha dalam kulkas, lalu daun selada dan kimchi.
Ia tak memerlukan makan malam mewah, hanya menu ini saja sudah cukup untuknya. Yah, kejadian 'dulu' di ingatannya tak akan pernah hilang. Sebelum kakaknya datang dan menjemputnya, makan apa saja yang penting murah dan mengenyangkan, pasti akan ia beli.
__ADS_1
Sambil menggoreng paha ayam, pemuda itu memotong kimchi yang sawinya memiliki daun panjang.
Terdengar langkah kaki yang sedikit berat, namun tak dipedulikan oleh pemuda itu. Hingga sesuatu membuatnya terkejut.
"Ahkkk!" pekiknya, namun dengan cepat ia mengenali siapa yang mengganggunya.
"Evan!.. Mengapa kau mengejutkan ku?" omelnya, pasalnya serigala itu tiba-tiba menggosokkan kepalanya pada kaki Yi-Feng, tentu saja ia terkejut.
"Dia lapar, aku belum membuatkan nya makan malam." suara yang sedikit berat namun terdengar cool itu membuat Yi-Feng menoleh.
Yi-Feng mengulurkan tangannya dan mengelus kepala serigala itu dengan lembut. "Baiklah, aku akan memasak untukmu. Pergi dan jangan menggangguku, oke?" ucap Yi-Feng pada serigala itu.
"Dia tak akan pergi sebelum makan makanya siap," ucap Louis lagi.
Yi-Feng mencondongkan tubuhnya kearah Louis dan bicara dengan suara yang lebih pelan. "Tidakkah kau berfikir dia hewan yang aneh? ..Dia hanya mau memakan daging yang sudah dimasak dan membenci daging mentah."
Evan, serigala itu menatap Yi-Feng dengan jengah. Jika pemuda ini tak memiliki keterampilan yang lebih baik dari pada Dewa menyebalkan ini, mungkin pemuda itu telah dijadikan mainan oleh nya.
Evan bahkan memutar bola matanya dan menutup matanya itu, "Apa kau berfikir aku hewan bodoh seperti mereka yang liar dan bodoh itu? ..Aku berbeda, oke?"
__ADS_1
Louis menatap kasian pada Yi-Feng, pemuda ini benar-benar sial karena berurusan dengan serigala sombong dan arogan ini. Dia harus bersyukur karena Yi-Feng tak mengerti bahasa hewan seperti Axila, jika tidak pemuda ini pasti telah mengamuk dengan kesal karena dikatai oleh seekor serigala.
Evan beruntung karena bertemu dengan Axila ditahun itu, terlebih serigala ini dirawat dengan baik dengan 'Holy water' dengan sangat baik. Tentu saja pemikiran hewan ini berbeda dari serigala pada umumnya, dia lebih suka makan daging yang bersih dari pada yang masih berdarah segar.
Bahkan, beberapa tahun lagi Evan bisa mulai berkultivasi dan naik level menjadi hewan spirit level satu tingkat awal.
Jangan kira dalam ruangan ini tak ada hewan lain selain Evan, masih ada beberapa hewan penghasilan daging didalam sini. Ada ayam, kelinci dan rusa roe yang bodoh. Selain itu, tak ada lagi hewan dalam ruang Teratai. Dan lagi, pertumbuhan hewan-hewan ini sangat cepat, satu ekor ayam memiliki berat 10-13 kg, begitu juga dengan kelinci dan rusa yang beratnya tiga kali lipat dari pada hewan normal.
Hewan-hewan inilah makanan mereka setiap hari, ada banyak jenis hidangan yang bisa dimasak oleh Louis maupun Yi-Feng. Evan, serigala itu akan berbaring malas sambil menunggu makannya disiapkan.
Yi-Feng juga tak lupa akan serigala ini, dia sering melihatnya di rumah kakak perempuannya yang dulu. Serigala ini akan duduk dengan tenang di taman, berjalan-jalan sebentar bahkan masuk kedalam rumah dan kamar kakak perempuannya. Noona, kenapa tidak bawa saja serigala anehmu ini di sisimu setiap hari?'
Yi-Feng, setelah pemuda itu memasak untuk makan malamnya, dia harus menyembelih dua ekor kelinci dan merebusnya untuk Evan, dengan tambahan 'Holy Water' dan garam, ini adalah kesukaan hewan itu.
Sangat mudah, namun Louis adalah orang yang lebih sering bermalas-malasan, bagaimana dia mau menyembelih hewan lalu merebusnya untuk Evan?
Itulah kenapa Louis dan Evan juga tak akur, sama-sama angkuh dan erogan. Tak ada yang mau mengalah antara keduanya
Beruntung, Evan tidak sepanjang hari lapar. Meskipun perbedaan waktu sangat jelas antara Ruang Teratai dan dunia luar, namun rasa lapar Evan bisa ia tahan sampai Yi-Feng masuk ruangan dan merebus untuknya.
__ADS_1