The Second Prince

The Second Prince
Bangun Di dunia lain


__ADS_3

...Happy Reading...


...____________________________________________...


"A-ai-r.... Aairrr.." suaranya terdengar pelan dan serak, tenggorokannya benar-benar sangat perih.


Ia terus memanggil, namun tak ada yang membantunya


Sebelum akhirnya, seseorang membuka pintu setelah 5 menit kemudian.


"Anda sudah bangun, Tuan muda?" Ucapnya terkejut.


...----------------------------------------------------...


Pemuda dengan wajah pucat tersebut menoleh pada asal suara, ia melihat seorang wanita muda yang mengenakan pakaian yang terlihat aneh baginya.


"A-ai-r.... Aairrr.." suaranya terdengar pelan dan serak, ia kembali meminta air.


Wanita muda utama juga mendekat, ia segera menekan tombol darurat yang berada di samping bangsal untuk memanggil dokter. Kemudian menunggu dokter yang akhirnya datang setelah dua menit kemudian.


Pemuda itu kembali menoleh, ia mendapati seorang pria dengan jubah putih yang langsung mendekatinya, pria itu kemudian menyentuh pergelangan tangannya, memeriksa matanya dengan senter kecil dan juga meletakkan alat aneh di dadanya.


"Syukurlah.. Pasien sudah sadar.... panggil keluarga untuk memberitahu kabar gembira... ia hanya koma selama seminggu..."

__ADS_1


Samar-samar, ia mendengar suara pria yang mengenakan jubah putih itu bicara pada wanita yang masuk diawal tadi, namun ia tak bisa bertahan lagi, tenggorokan nya benar-benar sangat perih saat ini


"Aairrr... a-ai-r" kembali ia bergumam, beruntung wanita yang muncul diawal segera menjelaskan sesuatu pada pria berjubah putih. Yang dikemudikan hari ia ketahui sebagai dokter yang merawat nya.


"Dok, sejak tadi Tuan muda terus minta air, apakah saya boleh memberikan nya?... Sepertinya ia benar-benar kehausan" ucap wanita tersebut dengan prihatin pada pemuda yang telah tidur selama seminggu ini.


"Tentu saja, selama satu Minggu tenggorokan nya tak menyentuh air, cepat berikan ia air hangat, gunakan sedotan untuk membantunya minum. Air dingin tak baik baginya untuk saat ini," ucap sang Dokter


Wanita tadi mengangguk sebentar, ia kemudian mengambilkan segelas air hangat dan menggunakan sedotan.


Pemuda tersebut hanya mengikuti ucapan wanita itu untuk menyedot air dengan sedotan yang sangat asing baginya.


Setelah meneguk setengah gelas, ia sudah merasa lega.


Dia benar-benar sangat bingung, dimana ia berada? Ini bukan kamar atau Istana Bulan miliknya.


Saat ia akan mengingat sesuatu apa yang membuatnya berada disini, kepalanya tiba-tiba terasa sangat perih.


"Aghhh.." desisnya, membuat dokter yang masih berada disana dan belum pergi segera menoleh.


"Tuan muda, apakah.. sesuatu.. membuatmu tak nyaman?.. Bagian mana yang sakit?.." samar-samar ia mendengar suara yang terdengar sedikit khawatir namun ia tak mempedulikan hal itu karena kepalanya benar-benar sangat sakit.


Ia kemudian mengingat beberapa potong ingatan yang bukan miliknya, ini adalah beberapa ingatan orang lain.

__ADS_1


Dia seperti sedang bermimpi, ia melihat pria lain yang sendirian dalam kesedihannya... Kemudian berganti pada seorang wanita muda yang memeluknya, pemuda itu memanggilnya dengan sebutan 'Kakak perempuan'... Lalu berganti pada beberapa kenangan menyenangkan ketika mereka sedang bermain sesuatu yang menyenangkan sehingga tertawa dengan lebar... kemudian berpindah dengan cepat pada kakak perempuannya yang menikah dengan seorang Pria berkulit putih dengan mata biru... dan berpindah lagi pada kakaknya yang cantik itu memiliki perut buncit yang bisa diketahui oleh orang jika ia sedang mengandung.. lalu ada seorang anak kecil yang sangat cantik memanggilnya dengan sebutan paman.


Semua ini adalah ingatan orang lain yang bukan miliknya, apakah terjadi sesuatu atau dia sedang bermimpi saja?


Hanya sebagian ingatan yang ia lihat, tidak semuanya ia lihat karena separuhnya sangat samar dan gelap seperti kaset rusak.


Saat kepalanya mulai mereda dari rasa sakit, ia kembali mendengar samar-samar jika orang-orang didalam ruangan ini memanggil namanya dengan sangat khawatir.


"Tuan... apakah anda mendengar saya... apa.. rasa sakit..."


Secara perlahan, ia kemudian membuka kembali matanya. Terlihat senter kecil yang menyala, membuatnya merasa itu sedikit silau sehingga kembali menutup matanya dan di buka lagi, begitu selama beberapa detik hingga ia mendengar apa yang terjadi didalam sini.


"Tuan muda, apakah kepalamu terasa sangat sakit-"


"Siapa kau?" pertanyaan itu menghentikan dokter untuk bertanya, ia menatap bingung pada orang-orang didalam sini.


"Saya dokter yang bertanggung jawab atas Anda, bagaimana perasaan Anda, apakah kepala anda masih terasa sakit?" Kali ini, Dokter menggunakan bahasa formal dari pada sebelumnya yang menggunakan bahasa santai.


"Dokter?" ucapnya bingung, ia tak berbohong karena memang tak mengetahui apapun saat ini.


"Ya, saya yang merawat Anda. Tenang saja, sebentar lagi saudara perempuan Anda akan datang-"


Belum juga ucapan dokter selesai, pintu kamar telah didorong dengan kuat menyebabkan orang-orang dari dalam sana melihat kearah seorang wanita yang berjalan masuk dengan tergesa-gesa.

__ADS_1


"Syukurlah kau sudah bangun, Azka"


__ADS_2