Wanita Taruhan CEO

Wanita Taruhan CEO
S2 09


__ADS_3

"Tunggu aku di ruangan mu. Ada hal yang akan ku selesai kan padamu." Ucap Mey dengan lembut sambil tersenyum.. Membuat Roy merinding Begitu pun Anzel, ia juga ikut merinding.


Dan benar saja, Anzel saat ini lebih takut dengan sifat Mey yang seperti ini. Karna selama ini yang Anzel tau, jika Mey sedang dalam mode seperti ini, berarti ada yang tidak beres.. Semua pikira negatif bermunculan di benak Anzel.. Anzel menerka nerka sendiri dirinya, apakah diri nya telah membuat kesalahan.?Sampai Mey bersikap seperti ini.. Tapi semua pikiran Anzel seketika buyar, ketika Mey kembali berucap..


"Sayang, maaf.. Aku ke sini hanya untuk mengantar kan ini." Ucap Mey, sambil meraih ponsel milik Anzel yang berada di dalam tasnya..


"Ouh iya, aku lupa. Makasih yah." Ucap Anzel dengan seyum. Namun dengan mode was was..


"Kenapa.? Kenapa kau sepertinya kelihatan sangat gugup..??" Tanya Mey,. Yang masih setia duduk di pangkuan Anzel..


"Tidak apa. Hanya saja.".


"Apa..?" Ucap Mey.


"Sepertinya ada yang sedang berdiri di bawah sana."


"Ouh yahh..?? Wah bagus dong, berarti kita bisa itu itu." Ucap Mey. Membuat Anzel melototkan matanya..


"Haaaaaa...????" Ucap Anzel.


"Kenapa.? Apa kau takut sayangku.?" Goda Mey, membuat Anzel salah tingkah.. "Bukan kah suami istri memang harus seperti ini, dan harus melakukan itu itu." Goda Mey kembali..


"Mey, kau kenapa.? Apa kau sedang kemasukan..?" Tanya Anzel tandap ragu..


"Yaa, aku sedang kemasukan. Kemasukan cintamu sayang." Ucap Mey sambil tersenyum.


"No. Kau bukan Mey,. Mey yang ku kenal tidak seperti ini.."


"Lalu seperti apa.?' Tanya Mey, yang masih setia memainkan dasi Anzel..

__ADS_1


"Mey yang ku kenal, dia adalah hulk versi wanita yang selalu......"


"Bukkkkkk." Bunyi suara perut Anzel yang kena tinju oleh Mey.. "Kau tega mengatai aku hulk..?? Wahhh Anzel kau parah, kau jahat, mulutmu kejam." Ucap Mey yang kembali menjadi dirinya. Lalu berdiri dari dari pangkuan Anzel..


Anzel yang melihat Mey seperti ini, langsung kembali tersenyum..


"Kenapa.?" Tanya Mey, yang melihat Anzel tersenyum..


"Kau cantik." Goda Anzel..


"Apa hulk, juga bisa cantik.?" Tanya Mey.


"Iya, kau hulk versi wanita yang begitu cantik." Goda Mey..


"Tidak, tidak. Aku tidak boleh kalah.. Anzel tidak boleh menggodah ku.." Batin Mey..


"Masa sih sayang...???" Mey kembali ke mode alay nya.. Membuat Anzel terdiam dan membatin.


Dan terjadilah perdebatan antara kedua, sang suami sibuk memuji istrinya. Dan sang istri sibuk menggombal sang suami.. Huuffffttt pasangangan yang benar benar aneh..


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


Roy yang kini berada di dalam ruangan nya. Sudah tidak bisa lagi berpikir dengan jernih.. Mengenai tadi, yang ia lihat, tuan dan nyonya nya ternyata ingin mempertunjuk kan hal itu itu padanya.. Sehingga Roy berpikiran jika kedua majikan nya itu adalah manusia tidak normal..


"Ihhh, kok aku geli sendiri melihat mereka berdua seperti itu..? Apa ini salah satu kekurangan atau kelebihan tuan dan istrinya..?" Batin Roy.


"Atau jangan jangan mereka memang suka bermain itu di hadapan orang.?" Batin Roy lagi.. Seketika Roy tersadar dari lamunan nya kala Mey memukul meja dan membuat Roy tersadar..


"Eehhh ada nyonya.." Ucap Rey, kaget.

__ADS_1


"Kau sedang melamun kan apa.? Haaa...?" Tanya Mey..


"Itu nyonya. Aku tidak menyangkah jika tuan dan nyonya akan melakukan itu itu di hadapan ku." Ucap Roy dengan polosnya


"Platakkkkkkkk" Mey, menjitak kepala Roy.. "


"Auuuu, nyonya, sakit." Ucap Roy..


"Buang jauh jauh pikiran kotor mu itu Roy. Jika tidak maka kau akan ku ratakan, dengan tanah." Ancam Mey..


"Ampun nyonya, ampun." Ucap Roy sambil bersujud..


"Hahahahah Roy, santai saja. Kenapa kau begitu tegang dan takut seperti ini..? Tidak mungkin juga aku meratakan mu jika kau tidak punya salah." Jelas Mey..


"Terima kasih nyonya." Ucap Roy lalu berdiri.


"Aku memaafkan mu. Untuk kesalahan oertama mu yang tidak memindahkan Indah ke ruangan lain. Jadi saat ini kau hanya punya dua maaf lagi dari ku.. Dan jika kau melakukan kesalahan dan maaf untuk mu habis. Siap siap saja, kau ku tendang." Jelas Mey..


"Baik nyonya. Saya mengerti."


"Kalau begitu, mulai sekarang kau harus bekerja menjadi mata mata ku. Jika kau ingin aman.." Titah Mey..


"Mata mata..???" Tanya Roy.


"Iya.. Semua akan mu jelaskan lewat pesan. Jadi jagan ribut, dan jangan katakan pada suami ku. Kau mengerti...???"


"Baik nyonya, saya mengerti.."


Aaaaahhhhhhh... Autor khilaf, langsung UP 2 eps hari ini.. Semoga kalian syuka yahπŸ₯°πŸ₯°..

__ADS_1


Janga lupa like dan comen kesayangan nya autor khilaf😘😘..


__ADS_2