Wanita Taruhan CEO

Wanita Taruhan CEO
18


__ADS_3

Kini tiga sahabat itu sedang duduk manis menikmati makanan nya, dan di selingi dengan cerita.. "Jadi bagaimana pernikahan lo Rel"..? Tanya Mey,..


"Pernikahan...?? Bagaimana pernikahan ibu dan ayah mu,.. Yah begitu pun dengan pernikahan ku...,"Jawab Aurel santai.


"Jadi benar yang ibu lo bilang klo Dewa betul cinta sama lo.? Dan jangan bilang kalau lo udah wik wik sama sih Dewa.."


"Woy Mey, kalau ngomong mulut tuh di sensor... Jangan asal ceplos.." Timpal Anzel.


"Apa an sih lo Zel, kan gue cuman bilang wik wik, ngak pake kata yang gitu gitu..." Ucap Mey, memanyukam bibir nya.


"Ngak usah berdebat.. Intinya hubungan gue sedang baik baik saja.. Jadi kalian tidak perlu khawatir.." Ucap Aurel.


"Syukurlah.. Jadi kalau begitu, sekarang waktu nya kita berbelanja,.. Anzel, sini mana black card mu.." Ucap Mey,, yang tanpa malu nya meminta..


"Astaga Mey lo ngak ada malu nya yah..??" Ucap Aurel.


"Sama Anzel, gua malu.. Ogah....!!!!! Urat malu gue udah putus untuk Anzel.."


Anzel hanya pasrah menuruti permintaan sahabat nya itu.. Sahabat yang jika berbicara seperti mulut bebek yang tanpa hentinya berkotek..


๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚


"Apa....????? " Ucap Dewa saat mendapat telpon dari pengawal yang Dewa utus menjaga Aurel, yang jelas Aurel tidak mengetahui hal tersebut..


"Iya tuan.. Tadi nyonya bertemu dengan Fahmi, tapi sekarang nyonya sedang bersama dengan sahabat nya.."

__ADS_1


"Terus awasi Aurel, dan jangan biarkan Fahmi mendekati nya lagi..",


"Siap tuan."


"Aku akan terus menjaga mu agar selalu berada di sisi ku.. Aku tak akan membiarkan siapa pun merebutmu dari ku,.." Batin Dewa.


โค


"Kamu dimana...???, Aku ingin menelpon mu, ada sesuatu yang ingin ku tanya kan pada ibu. Tapi no telpon itu tidak ku tahu."(Isi pesan Dewa untuk Aurel)


^^^Dewa^^^


^^^"Ini no ibu, silah kan di telpon sendiri jika ingin berbicara dengan nya 082xxxxxx"^^^


โค


"No ibu tidak aktif.. Jadi aku mau menelpon no mu.. 15 menit dari sekarang,.."


"Astaga mengganggu saja.." Kesal Aurel saat membaca pesan dari Dewa.


"Kau kenapa Aurel,...??? Tanya Mey, yang melihat raut wajah Aurel.."


"Mey, Anzel.. Sorry gue pulang duluan yah'." Pamit Aurel.


_____________

__ADS_1


"Bu, ibu.. Ini kata nya Dewa mau ngomong sama ibu.." Ucap Aurel lalu menyerahkan hp nya ke ibu.


"Halo, nak Dewa ada apa nak...????"


"Hhhmmm, apa ibu baik baik saja...???" Tanya Dewa,.


"Alhamdulillah.. Ouh yah mau ngomong apa nak..????"


"Bu boleh Dewa bicara sama Aurel.."


"Ada apa....???" Tanya Aurel ketus. "Aku kira kau ingin berbicara kepada ibu. Kenapa tidak jadi."


"Kau sunggu tidak peka,. Aku hanya ingin berbicara dengan mu, bukan dengan ibu.." Jawab Dewa..


"Terus apa yang ingin kau bicara kan...????"


"Besok aku pulang.. Persipakan diri mu, karna aku ingin meminta hak ku sebagai suami.." Ucap Dewa dengan tersenyum.


"Haaaaaa,, aaaa----apa...??? Kau bilang apa,."


"Kau tidak dengar.. Aku bilang siapkan dirimu untuk besok, karna aku ingin memintak hak ku.. Sudah jelas kan.." (Lalu Dewa mengakhiri hubungan telponya.)


"Apa aku tidak salah, Dewa meminta hak nya... Oh my gosh.. (Aurel menepuk jidat nya)., Tidak, aku harus mencari alasan untuk hari esok.., Karna aku belum yakin menyerahkan harta ku untuk Dewa,, Karna aku masih takut, jika Dewa tidak mencintaku.."


"Jika ini jalan satu satu nya membuat mu tetap di sisi ku.. Maka dengan segerah aku meminta hak ku, dan membuat mu hamil agar Fahmi tidak merebut mu kembali.. " Batin Dewa.

__ADS_1


__ADS_2