
Semua barang belanjaan Mey, di susun rapi di ruang tamu, oleh supir pribadinya.. Saat Mey hendak melangkah kan kaki nya menaiki anak tangga menuju kamar, tiba tiba terdengar suara bariton dari arah belakang.. "Dari mana saja..?" Tanya sang pemilik suara, yang tak lain adalah Anzel, sahabat sekaligus suami Mey..
"Heheheeheh itu, anu." Ucap Mey sambil memamerkan deretan gigi putih nya.
"Habis shoping.. Hhmmm...???" Tanya Anzel dengan wajah serius..
"Udah tahu, kok malah nanya.. Kamu ngimana sih Zel.."
"Habis 500jt lebih dalam 2 jam..??"
"Heheheheh, kamu dapat notif yah,, kok tahu sih total nya.?" Ucap Mey malu malu.
"Kamu tahu ngak Mey, uang sebanyak itu bisa buat aku dapat wanita banyak wanita di luar sana.."
"Maksud kamu, apa Zel..?"
"Maksud ku. Hhhmm harus nya kau mengerti sebagai seorang istri.. Jangan cuman menghabis kan uang suami. Tapi lakukan kewajiban mu sebagai istri."
"Aku dah ngelakuin tugas ku kok. Masak untuk kamu, keperluan kamu udah ku urus, pakaian kerja kamu dah aku siapakan. Terus apa lagi yang kamu minta.?"
"Itu...!!!" Ucap Anzel sambi melihat ke arah harta berharga Mey.. Mey yang sadar langsung spontan membalikkan tubuhnya..
"Anzel, jangan macam macam. Awas saja kamu." Teriak Mey..
"Aku cuman satu macam kok,. Tapi yah udah, kalau kamu ngak mau, mending aku nyari perempuan lain di luar sana aja.." Ucap Anzel sambil berjalan meninggalkan Mey, yang terdiam sendiri mematung di tempatnya..
__ADS_1
Anzel terus saja tersenyum saat menjauh dari Mey. "Yes, masuk perangkap." Batin Anzel.
Sedangkan Mey, dia terus saja memikirkan ucapan Anzel yang ingin mencari perempuan di luar sana.. "Ohhh nooo," Batin Mey. "Tidak, tidak, Anzel tidak boleh mencari perempuan lain. Anzel hanya milikku, milik ku seorang. Dan hanya aku yang berhak untuk Anzel." Gumam Mey.
Dengan segarah Mey meraih ponsel nya yang berada di dalam tasnya.. Dan mencoba melakukan panggilan.. "Makasih, makasih." Ucap Mey, saat panggilan terkahir..
πππππππππ
Malam harinya, saat Mey dan Anzel sudah melakukan makan malam, kini mereka berdua sedang berada di dalam kamar.. Mey yang masih setia duduk di sofa sambil menonton drama korea kesukaan nya. Sedangkan Anzel masih setia berada di atas tempat tidur, dengan posisi duduk bersandar , dan meluruskan kaki nya ke depan, sambil memangku laptot di atas pangkuan nya..
Sesekali Anzel melirik ke arah Mey. Dan begitu pun sebalik nya, Mey juga sesekali melirik Anzel.. Namun keduanya tanpa sengaja, mata mereka sama sama saling bertemu, dan bertatapan satu sama lainnya.. Untung saja, ada bibi yang mengetuk pintu, jadi pandangan mata mereka terputus..
"Ada apa bi.?" Tanya Mey, saat membuka pintu.
"Apa itu bi.??" Tanya Mey, sambil menerima kotak hadiah dari bibi..
"Maaf nyonya saya tidak tahu. Tapi ini pesanan tuan. Tuan bilang ini benda yang paling bagus untuk malam ini." Jelas bibi..
"Ouh iya bi, makasih banyak."
"Sama sama nyonya." Ucap bibi sambil pamit dari depan kamar..
"Apa paketnya sudah tiba.?" Tanya Anzel saat Mey sudah menutup pintu dan berjalan ke arahnya.
"Iya, ini..?" Ucap Mey, sambil memberikan kotak..
__ADS_1
"Ambil, itu untukmu. Dan aku ingin kau memakainya malam ini." Jelas Anzel, tanpa menatap ke arah Mey sedikit pun..
Mey yang mendengar ucapan Anzel langsung tersenyum. Berharap isi dalam kotak itu adalah jam, yang ia incar tadi di mall. Namun enggan untuk ia beli karna mengingan harganya yang cukup sangat menguras.. Dengan hati yang berbunga bunga, Mey dengan segerah membuka kotak tersebut dan waooo, betapa kagetnya Mey saat melihat isi kotak tersebut.. Anzel yang melihat ekspresi wajah Mey, langsung tertawa, sambil menutup mulutnya dengan kedua tangan nya..
Seketika Mey, melempar benda tersebut ke wajah Anzel.. "Apa maksud mu Anzel..?" Tanya Mey,
"Aku ingin kau memakai lingerie itu Mey." Ucap Anzel sambil menahan tawanya.
"Anzel.. Jangan bercanda, aku ngak suka."
"Kau lupa, jika kau punya utang padaku,. Ingat kau harus memberikan hak mu padaku sebagai seorang istri.. Apalagi tadi kau baru saja menghabisi uang suami mu ini." Jelas Anzel, membuat Mey justru tersenyum. "Kenapa tersenyum..?" Tanya Anzel penasaran..
"Uang yang tadi udah ku kembalikan Anzel. Tadi Dewa sudah menggantinya. Jadi aku tidak perlu itu itu sama kamu.. Weeeee." Ucap Mey sambil menjulurkan lidahnya ke Anzel..
"Dewa........" Geram Anzel..
Sementara, Dewa yang berada di rumah nya.. Terus saja tertawa.. Sampai membuat Aurel dan Junior heran melihatnya..
"Hahahahahahahh,.." Tawa Dewa.
"Sayang, kau kenapa.?" Tanya Aurel.
"Iya, kok daddy dari tadi tertawa.. Apa ada yang lucu.?" Tanya Dewa.
"Ia sayang, sangat lucu malahan. Aku yakin saat ini Anzel sedang mengumpat diriku di sana." Ucap Dewa..
__ADS_1