Wanita Taruhan CEO

Wanita Taruhan CEO
S2 58


__ADS_3

"Maafkan aku sayang." Pinta Dewa sambil menggenggam jemari istri..


Aurel tersenyum,. "Bersihkan lah dirimu dulu. Aku sudah memerintahkan Az tadi untuk mengambil pakaian gantimu." Ucap Aurel.


"Emang kenapa dengan penampilan ku?" Tanya Dewa sambil melihat pakaian nya. "Astaga, kenapa aku sunggu sangat kacau?Apa yang terjadi dengan diriku?" Tanya nya dengan heran.


"Kau lupa, jika tadi sedang menemaniku melahirkan, dan aku mengucek ngucek semua tubuhmu, bahkan rambut mu pun sidah tidak berada di tempat semestinya."


Dewa memengan rabutnya, dan benar saja sudah tidak ada lagi rambut yang rapi, yang ada kini hanya rambut acak acakan.. "Astaga, aku tidak menyangka jika seseru ini menemani istri melahirkan." Ucap Dewa sambil tersenyum


"Hahahaha, tuan benar. Sangat seru menemani istri melahirkan. Karna itu adalah moment yang sangat sangat langkah dan berharga." Timpal Roy.


"Kau benar Roy." Jawab Dewa yang entah kenapa mereka kompak kali ini.


"Apa kah benar seru? Kok aku jadi penasaran sekali yah?" Tanya Anzel penasaran.


"Seru sekali tuan." Jawab Roy


"Benar banget Zel sangat seru. Kapan lagi coba ceo bisa berpenampilan seperti ini, acak acakan." Timpal Dewa.


"Kok aku jadi penasaran yah!! Ucap Anzel.


"Tunggu beberapa bulan lagi." Timpal Mey. "Dan aku yakin reaski mu pasti lebih parah dari Dewa." Gumam Mey, yang masih dapat di dengar oleh Anzel.


"Jangan salah, begini begini aku juga kuat loh dan pasti mampu menemanimu nantinya." Bisik Anzel.


"Apaan sih kalian bisik bisik." Tanya Dewa.


"Kok aku merasa jika kepo Roy sudah teralihkan pada mu Wa? Sedikit sedikit kamu kepo, terus mulutmy yang sekarang pun sudah banyak omong." Jelas Anzel sambil tersenyum, membuat semua orang di dalam ruangan tertawa.


"Iya uncle, sekarang daddy ku lebih aktif bicara jika ada om Roy." Ucap Junior.

__ADS_1


"Masa sih?" Tanya Anzel.


"Serius uncle. Waktu om Az yang menemani daddy, daddy seperti patung bicara seadanya saja. Tapi semenjak bersama om Roy, daddy sudah seperti penjual." Ucap Junior lalu menutup mulutnya dengan kedua tangan nya. "Uupps, sory dad."


"Hahahahah." Anzel dan Roy tertawa.


"Jadi kapan kita akan bertukar sekretaris lagi?" Tanya Anzel


"Untuk saat ini jangan dulu." Ucap Dewa tegas.


"Heyyy, kenapa? Bukan kah Roy sangat menyebal kan." Ucap Anzel


Roy yang jadi bahas rebutan pun hanya bisa tersenyum dan menghitung jari jari nya. "Wahh lumayan ini penghasilan ku kalau di perebutkan dua ceo." Gumam nya, dan Azraf mendengar.


"Dasar asisten matre." Bisik Az sekretaris Dewa.


"Iri bilang bos, hahahh." Balas Roy.


"Iri sama kamu, no." jawan Azraf


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


Saat semua nya sudah pulang, kini tinggal Dewa dan sang istri tercinta. "Jadi siapa nama bayi kita?" Tanya Aurel.


"Tunggu." Jawab Dewa.


"Tadi Junior bilang, dia ingin nama adik nya Dwi. Bagaimana??"


"Bagus." Ucap Dewa.


"Jadi hanya Dwi saja?"

__ADS_1


"Dwi Putra Sadewa. Bagaimana sayang? Bagus kan?"


"Dwi Putra Sadewa. Aku suka nama itu. Jadi kita panggil apa nama baby kita sayang?"


"Putra." Jawab nya. "Ouh yah sayang bagaimana rasanya melahirkan? Sakit?" Tanya Dewa.


"Sakit? Hhmmm ngak,."


"Serius ngak sakit?"


"Iya."


"Jadi bisa dong kita bikin lagi, kita buat sampai kita mendapatkan anak perempuan."


"Makanan kali di bikin. Soal cowok atau cewek semua sama saja. Kalau kamu mau anak cewek tinggal tunggu Junior atau Putra dewasa terus nikahkan mereka, dapat lah kamu anak perempuan."


"Hahaha, iya kamu benar sayang.. Ehhh tunggu tapi aku penasaran siapa yang akan menjadi jodoh kedua putraku ini?"


Aurel menepuk jidat nya.. "Tidak usah penasaran, nanti kalau anak mu dewasa, kau akan tahu sendri sayang."


Hahahah, kira kira siapa yang bakalan mejadi jodoh dari kedua saudara ini yah????


Apakah Jasmin?


Atau anak nya Mey?


Atau ada pemeran baru lagi?


Entah lah, hanya autor yang tahu🀣🀣🀣🀣


Semoga syuka.. Ouy yahhh jangan lupa mampir di novel baru ku yang berjudul

__ADS_1


...DEAR HUSBAND...


Siapkan mental jika ingin membacanya. πŸ˜‰πŸ˜‰


__ADS_2