
Sepulang dari rumah Aurel, Mey terus saja melamun mencerna kata demi kata yang Aurel tadi ucapkan padanya.. Mey terus saja terdiam hingga tidak sadar jika saat ini sang sahabat atau sang suami sedang berada di hadapan nya..
"Kenapa kau melamun.? Sedang ada masalah.?" Tanya Anzel pada Mey, sehingga membuat Mey tersadar dari lamunan nya..
"Anzel. Sejak kapan kau di sini.?" Tanya Mey, tanpa menjawab pertanyaan Anzel..
"Sejak tadi, kisaran dua puluh menit.. Kau kenapa.? Apa sedang ada masalah.? Ayo katakan padaku.?" Tanya Anzel kembali..
"Duduk lah." Ucap Mey sambil menepuk sofa disisi kirinya agar Anzel bisa duduk tepat di samping nya..
Dan saat Anzel duduk di samping Mey, tanpa Anzel duga sama sekali Mey merubah posisinya, yang tadi nya duduk sekarang malah berbaring di sofa, dengan kedua paha Anzel yang menjadi bantalan nya..
"Mey.." Ucap Anzel..
"Sebentar saja. Kumohon tenang lah " Ucap Mey dengan lembut sambil menutup matanya..
Anzek yang tahu betul dengan sifat sahabat nya itu langsung terdiam dan tidak, melanjutkan lagi ucapan nya..
"Anzel.." Panggil Mey.
"Hhmm."
"Apa alasan mu menikahi ku.?" Tanya Mey.
__ADS_1
"Bukan kah sudah ku bilang, jika aku ingin melindungimu, bukan kah sudah ku bilang aku tidak ingin sahabat ku mengalami nasib yang buruk lagi."
"Aku tahu itu. Maksud ku, apa tidak ada alasan yang lain, selain itu.?" Tanya Mey kembali.
"Makasud mu alasan lain apa.?"
"Misalnya cinta.? Apa kau mencintai ku.?" Tanya Mey tanpa ragu..
"Mey, apa kau sedang kemasukan.?" Tanya Anzel tanpa menjawab pertanyaan Mey..
"Kenapa menjawab pertanyaan ku dengan pertanyaan..??? Harusnya kau cukup bilang ya atau tidak. Jangan kembali bertanya." Jelas Mey.
"Hhhmmm itu...."
Cup. Mey merubah posisinya dan mencium singkat bibir Anzel, membuat Anzel diam mematung..
"Hhhmmm.. " Ucap Anzel terputus kala Mey menyela.
"Mulai sekarang aku akan berusaha menjadi istri untukmu,. Aku akan melakukan semua tugas ku dengan baik. Aku berjanji akan merawat mu, mengurus sengala kebutuhan mu.. Tapi satu yang ku minta dari mu."
"Apa itu..?"
"Tetaplah jadi Anzel sahabat ku. Jangan pernah berubah, jangan pernah melirik perempuan lain di luar sana, dan jangan pernah berani mencoba coba berdekatan dengan perempuan lain, minimal jarak lima langkah, lebih dari itu kau akan ku jambak." Ucap Mey, membuat Anzel tertawa..
__ADS_1
"Hahahaha Mey, kau sungguh lucu.."
"Jangan tertawa, aku serius Anzel."
"Baiklah kalau kau serius, aku janji tidak akan melirik dan berdekatan dengan perempuan lain di luar sana, asal........."
"Asal apa.? Jangan macam macam,." Ancam Mey
"Asal kau mau itu itu dengan ku." Ucap Anzel sambil mengedipkan satu mata nya..
"Anzel mesum."
"Hahahah Mey, mesum sama istri sendiri kan tidak masalah." Goda Anzel..
Mmmmhhhuuuffffff,, Mey menarik nafas dalam lalu menghembuskan nya secara perlahan.. "Baiklah, aku siap melakukan kewajiban ku sebagai istrimu." Ucap Mey,
"Serius...??" Tanya Anzel yang masih ragu, Dan Mey menganggukkan kepalanya sambil tersenyum..
"Terima kasih Mey,. Tapi untuk saat ini. Biarlah kita saling mendekat satu sama lainnya.. Agar cinta bisa tumbuh di antara kita berdua. Karna aku ingin melakukan itu dengan mu dengan penuh cinta, bukan hanya dengan nafsu yang hasilnya hanya akan membawa kehancuran untuk kita berdua.." Jelas Anzel, membuat Mey tersenyum lalu memeluk tubuh Anzel..
"Makasih Anzel. Jadi mulai sekarang status kita apa.? Apakah sahabat jadi suami istri atau apa." Tanya Mey,.
"Suami istri yang baru memulai pacaran. Itu lebih tepat untuk kita berdua."
__ADS_1
Nahhhh kan otor khilaf lagi UP langsung 2 eps..
semoga kalian suka yah🥰🥰.. Jangan lupa like dan komen kesanyangan otor semua🤗🤗😘😘