
"Terima kasih Anzel sudah membantuku.. Kau memang sahabat terbaik.." Puji Aurel saat berada di depan pintu apartemen Dewa.
"Sama sama, kau tidak menyuruhku untuk mampir sekalian bekernalan dengan suami mu".
"Lain kali saja Anzel,, tidak untuk sekarang."
"Baiklah kalau begitu aku permisi dulu.. Jangan lupa kabari aku, jika kau punya masalah, jangan hanya mengabari Mey saja..."
"Okey Zel.."
Kini Aurel menekan tombol bel, agar Dewa segerah membuka pintu... Dewa menatap heran Aurel yang berada di depan pintu.. "Bagaimana bisa dia secepat ini sampai dengan dua koper besar miliknya". Batin Dewa.
"Assalamualikum.. " Ucap Aurel lalu berjalan melewari Dewa yang mematung di hadapan nya..
"K-kau kenapa bisa secepat ini sampai ke sini...????" Tanya Dewa,.
"Karna aku menaiki lift.." Jawab Aurel,
"Ia aku tau, tapi bagaimana cara mu membawa dua koper besar ini..???" Tunjuk Dewa ke dua koper Aurel,.
"Aku kan punya tangan, jadi kubawa memakai tangan ku.. Masa ia pakai kaki.. Kan ngak mungkin.." Jawab Aurel santai lalu berjalan menuju kamar..
"Acccchhhkkkk... Perasaan aku ingin mengerjai nya kenapa bisa seperti aku yang di kerjai.." Ucap Dewa..
__ADS_1
Aurel yang melihat Dewa hanya bisa tersenyum.
"Aku tau Dewa kau mau mengerjai ku.. Kita lihat sampai di mana kau sabar menhadapi ku juga."
**Flash back**
Di sebuah restauran, kini berhadapan dua wanita cantik yang berbeda usia..Ingin membicarakan hal serius untuk masa depan putra dan calon menantu nya.
"Maaf tante jika Aurel lancang mengajak tante bertemu seperti ini.. Hanya saja Aurel tidak ingin mengambil langkah yang salah, untuk yang ke dua kalinya dalam hidup Aurel.."
"Kau tidak salah, jadi tidak usah minta maaf.. Dan jangan panggil tante , tapi panggil Mommy, karna sebentar lagi kau akan menjadi anak ku.." Ucap Mommy Ji.
"Tapi tante, eh Mommy. Apa alasan Mommy ingin menikah kan ku dengan anak Mommy.? Padahal aku sendiri tidak mengenal nya..?"
"Cinta....???? Jadi anak Mommy mengenal ku.."
"Iya dia mengenal mu sayang.. Mommy harap kau bisa menerima dia sebagai suami mu.. Walaupun dia....????"
"Kenapa tante., eh Mommy, walaupun kenapa....?"
"Walau dia mungkin menjengkelkan dan membuat mu menjadi susah,.. Tapi percaya sama Mommy, dia mencintai mu, hanya saja mungkin dia ingin sedikit bermain dengan mu.."
"Aku mengerti maksud Mommy.. Aku siap menerima permainan nya.."
__ADS_1
**Flash On**
"Kenapa kau berbaring saja.. Bukan kah tugas istri harus melanyani suaminya.." Ucap Dewa saat melihat Aurel berbaring di tempat tidur.
"Aku hanya beristirahat sebentar, karna merasa capek menarik dua koper ke atas sini.."
"Masakan kan aku makanan, aku ingin makan masakan mu.."
"Baiklah.." Ucap Aurel lalu bergegas menuju dapur membuatkan Dewa makan siang..
"Apa ini...?? " Unjuk Dewa kepada mangkok yang ada di hadapan nya..
"Kau tidak lihat itu adalah mie, kenapa harus bertanya lagi.."
"Iya aku tahu, hanya saja kenapa kau memberiku makanan ini.. Baru sehari kau menjadi istri tapi kau memasak ini untuk ku, bagaimana jika selamanya, bisa bisa aku menjadi kurus karna hanya makan mie saja.. " Ketus Dewa,.
"Karna hanya bahan ini yang ada di dapur..
Jika tidak ingin di makan yah sudah biar aku yang memakan nya. " Ucap Aurel lalu mengambil mangkuk di hadapan Dewa, dan dengan cepat Dewa meraih mangkuk tersebut..
"Enak saja, mie ini untuk ku. Jika kau lapar masak lagi sana.." Ucap Dewa lalu memakan mie nya.
Aurel tersenyum memandang ke arah Dewa..
__ADS_1
"Semoga saja yang Mommy mu ucap adalah kebenaran bahwa kau memang mencintai ku..Jika memang itu benar, maka aku akan siap menaruh hatiku pada mu. " Batin Aurel.