
"Sayang kau kenapa?" Tanya Dewa panik, apalagi saat ini Dewa melihat sang istri sedang berbaring di atas tempat tidur..
"Tidak tahu sayang, tiba tiba saja tadi perut ku kram."
"Kita kerumah sakit sekarang yah?"
"Mommy, apa adek bayi sudah ingin keluar?" Tanya Junior yang setia duduk di samping mommy nya ..
"Belum sayang, ini belum waktunya adek bayi keluar.."
"Ayo sekarang kita kerumah sakit." Pinta Dewa kembali..
Jujur saat ini Dewa sangat khawatir. Memang ini kehamilan ke dua bagi istrinya, tapi bagi Dewa ini pengalaman pertamanya. Karna dulu, waktu kehamilan pertama sang istri Dewa sempat melakukan kesalahan yang begitu amat fatal sehingga membuat Dewa tidak bisa mendampingi sang istri tercinta nya saat itu..
"Sayang, aku takut kau sampai kenapa napa?" Ucap Dewa dengan sangat khawatir.
"Tidak sayang, sekarang perutku sudah tidak keram lagi. Aku hanya butuh istirahat.."
"Tapi......."
"Huutttttsss jangan ribut. Aku ingin tidur." Ucap Aurel sambil menutup matanya.
"Baiklah, kalau begitu. Tapi biarkan aku di sini menjaga mu." Pinta Dewa.
Dan benar saja. Dewa dengan setianya menunggu sang istri tertidur. Di usap nya wajah istri nya dengan lembut. Di belai nya rambut sang istri.. "Maafkan aku." Lirih Dewa.
"Daddy, kenapa daddy minta maaf?" Tanya Junior yang memang juga berada di sana, setia menemani sang mommy.
"Karna daddy merasa bersala pada mommy?"
__ADS_1
"Salah daddy apa?" Tanya Junior lagi.
"Karna daddy tidak bisa sepenuhnya bersama dengan mommy. Daddy selalu sibuk mengurus pekerjaan." Jelas Dewa.
"Ooo" Ucap Junior.
"Kau sangat lucu dan meggemaskan."
"Daddy, aky tidak lucu tapi aku gagah dan aku tidak menggemaskan, tapi aku cakep."
"Hahahah sama saja sayang gagah dan cakep"
"Beda dad."
"Beda nya di mana?" Tanya Dewa.
"Kau mengerjai daddy yah.." Tanya Dewa sambil menciumi seluruh wajah Junior.
"Dad, stop.. Aku sudah besar, ridak perlu di cium lagi.. Stop dad."
Tapi Dewa tidak menggubrisnya, dan terus saja memberika ciuman nya ke Junior.. " Daddy tidak akan melepaskan ciuman Daddy, karna jika sudah dewasa nanti, kamu sudah tidak bisa di cium. Yang ada justru istrimu yang menggantikan posisi daddy."
"Istri?" Tanya Junior.
"Yah nanti kau akan memiliki istri.....
"Bukkhhhh." Satu pukulan memdarat di bahu Dewa.
"Auuhhh." Ringis Dewa.
__ADS_1
"Sakit?" Tanya Aurel.
"Sayang apa yang kau lakukan? katanya mau tidur?"
"Bagaimana bisa tidur, jika kalian berdua sangat ribut. Oub yah satu lagi jangan bahas tentang istri istri lagi di hadapan Junior." Tegas Aurel.
"Mommy emang kenapa tidak boleh membahas itu?"
"Tidak apa sayang, Junior kan masih kecil, jadi belum paham. Nanti kalau Junior sudah besae mommy akan menjelaskan nya" Ucap Aurel sambil memeluk tubuh Junior.
"Emang setiap orang wajib yah memiliki istri?" Tanya Junior lagi,. Dan inilah dia Junior jika sudah membahas sesuatu maka ia ingin segerah memuntaskan nya,.
"Nah kan sayang, ini karna kamu. Lihat sekarang anak mu bertanya lagi." Ucap Aurel.
"Maaf sayang, maaf."
"Mommy daddy. Ayo jawab pertanyaan ku." Rengek Junior.
"Auuhhh,.Auuhhhh." Ringis Aurel menahan sakit di perutnya
"Sayang."
"Mom."
Ucap Dewa dan Junior serentak.
"Sayang, sepertinya bayi ku sudah mau keluar." Ucap Aurel. Dan seketika Dewa panik tidak tau harus berbuat Apa..
"Benar saja, Roy. Roy pasti tahu apa yang harus ku lakukan." Gumam Dewa.
__ADS_1