
"Hahah, aku tahu kau sedang bercanda Anzel. Aku kenal kamu, aku tahu kamu. Dan aku yakin kau pasti hanya kasihan dengan sahabat bar bar mu itu, jadi kau menikahinya, karna pasti tidak ada pria di luar sana yang ingin menikahi wanita bar bar itu, makanya kau menikahinya.." Jelas Fadisah, membuat Roy geram.
Sedangkan di luar, di depan pintu Mey langsung menunduk sedih mendengar ucapan Fadisah, yang bilang jika Anzel menikahinya karna hanya kasihan..
Roy sangat geram mendengar ucapan dari bibit pelakor, sehingga Roy melangkah maju ke arah Fadisah, dan menarik lengan Fadisah secara paksa.. "Kau harus keluar dari ruangan ini bibit." Ucap Roy.
"Hey apa yang kau lakukan. Lepaskan tangan ku." Ucap Fadisah, yang tidak terima dengan Roy yang terus saja menarik nya..
"Tidak akan." Ucap Roy, dan terus saja menarik lengan Fadisah, hingga berhenti tepat di depan lift. Roy mendorong tubuh Fadisah agar masuk ke dalam lift.
Fadisah begitu marah. Dan menatap Roy dengan tajam nya.. "Awas saja kau, jika Anzel menjadi milik ku, maka kau orang pertama yang akan ku singkirkan dari perusahaan ini."
"Kau lah yang akan tersingkir terlebih dahulu, sebelum kau menyingkirkan ku. Karna aku yakin nyonya Mey tidak akan membiarkan bibit pelakor mendekat pada suaminya." Ucap Roy, dengan wajah sinis dan menekan tombol lift.. "Jangan kembali lagi." Ucap Roy kemudian..
Fadisah begitu geram, melihat tingkah Roy,. Di dalam lift, tak henti hentinya mulut Fadisah mengumpat tentang Roy.. "Lihat saja nanti, kau akan mendapat balasan atas perbuatan mu hari ini." Geram Fadisah, hingga pintu lift terbuka.
"Aaauuuuuhhhhhhhhh." Teriak Fadisah sambil mengusap wajah nya. Karna terkena siraman air dari seseorang perempuan yang ada di hadapan nya. Siapa lagi jika bukan Mey.
"Upppsss, sory." Ucap Mey santai.
__ADS_1
"Kau... Apa kau tidak punya mata..?? Haaa..??" Tanya Fadisah dengan suara meninggi.
"Hey, aku sudah bilang sory. Ngak usah ngegas begitu dong."
"Kau..." Ucap Fadisah sambil menatap Mey dari ujung kaki hingga ujung kepala. "Mey." Ucap Fadisah kembali.
"Kau mengenal ku.?" Tanya Mey sambil tersenyum sinis.
"Hahahah, siapa sih yang tidak mengenal dirimu, wanita bar bar."
"Seperti nya kau salah bibit pelakor.. Biar ku perjelas, agar kau bisa mengenal ku. Nama ku Meylisa Anzel, istri dari Anzel yang memiliki perusahaan ini." Ucap Mey dengan bangga membuat Fadisah menganggat tangan nya bermaksud untuk menampar pipi Mey.
Mey yang melihat tindakan Fadisah, langsung lebih dahulu mendaratkan telapak tangan nya dipipi mulus Fadisah.. "Uppss, sory. Tangan ku spontan karna gatal melihat bibit pelakor, yang berkeliaran di perusahaan suamiku."
"Hahah, kau seperti nya salah masuk kandang. Jika kau ingin mencari mangsa, masuk lah ke kandang kucing. Jangan ke kandang singa." Ucap Mey dengan bangga lalu berjalan menjauh dari Fadisah..
"Lihat saja wanita bar bar,. Aku akan merebut Anzel dari mu." Teriak Fadisah, namun Mey terus saja berjalan tidak menggubris ucapan Fadisah.
"Langkahi dulu mayat ku, jika kau ingin merebutnya." Gumam Mey..
__ADS_1
Ternyata dari jarang yang tidak terlalu jauh, seseorang melihat kejadian tadi. Kejadian dima Mey dan Fadisah bertengkar.. Senyum mengembang di bibir pria yang melihat pertengkaran tersebut.. "Aku akan mengajak mu bekerja sama, agar aku bisa memiliki Mey, dan kau bisa memiliki Anzel." Gumam pria tersebut, yang tak lain adalah Sam.
Maaf karna baru bisa UP hari ini๐๐
sambil menunggu UP yuk mampir dulu ke karya ku yang baru, di jamin asli seperti makan permen nano nano yang rasanya kaya gimana gitu..๐คญ๐คญ
..."MY HUSBAND IS MY BROTHER"...
Autor tunggu yah..๐
Dan mampir juga ke karyaku yg sudah tamat.
..."MENIKAHI PRIA KEJAM"...
..."POLISI AROGAN SUAMIKU"...
Siapkan tisu jika ingin membaca.
MAKASIH SEMUANYA๐๐
__ADS_1
berdoalah agar otor khilaf lagi๐ ๐ ๐ .
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN YAH๐๐ค๐ค